BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) secara berlebihan, menyusul beredarnya isu keterbatasan stok BBM nasional yang diperkirakan hanya cukup untuk 20 hingga 23 hari ke depan.
Menurutnya, kekhawatiran masyarakat muncul akibat meningkatnya tensi konflik internasional yang berpotensi memengaruhi pasokan energi global. Namun ia menegaskan, masyarakat tidak perlu panik hingga melakukan panic buying, karena justru dapat memicu kelangkaan buatan.
“Jika konflik berlangsung lebih dari satu bulan tentu ada potensi dampak seperti kenaikan harga, tetapi itu bukan berarti masyarakat harus panik,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, pembelian berlebihan justru dapat memperparah situasi karena menciptakan kelangkaan yang seharusnya tidak terjadi.
Agus Haris juga berharap situasi geopolitik global dapat segera mereda, sehingga tidak berdampak signifikan terhadap kondisi energi di dalam negeri, termasuk ketersediaan BBM.
Menurutnya, pemerintah pusat saat ini terus melakukan berbagai upaya diplomasi untuk mendorong tercapainya perdamaian di tengah konflik yang sedang berlangsung.
“Kita harap upaya pemerintah dalam diplomasi perdamaian bisa membawa hasil,” katanya.
Adapun kondisi di daerah, ia memastikan pasokan BBM di Kota Bontang masih dalam kondisi aman. Karena itu masyarakat diminta tidak mudah terpancing oleh isu yang belum tentu berdampak langsung pada ketersediaan BBM di daerah.
“Kalau melihat kondisi di Bontang, stok BBM masih aman dan daya beli masyarakat juga relatif stabil. Jadi tidak perlu terlalu khawatir,” tutupnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




