BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menekankan bahwa penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bontang Tahun 2027 harus benar-benar berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar banyaknya program atau ketebalan dokumen perencanaan.
Hal ini disampaikan Agus Haris dalam kegiatan pembahasan Rancangan Awal RKPD 2027, Selasa (10/2/2026). Menurutnya, RKPD sebagai dokumen perencanaan tahunan memiliki peran strategis karena tidak hanya berdampak untuk satu tahun berjalan, tetapi juga dapat memengaruhi pembangunan dalam jangka menengah hingga jangka panjang.
“Yang harus kita tekankan dalam penggunaan APBD bukan banyaknya program atau tebalnya dokumen, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan, arah kebijakan pembangunan daerah harus selaras dengan tagline pemerintah pusat yang menekankan pendekatan ‘berdampak’. Artinya, setiap program yang dirancang dalam RKPD 2027 harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas dan dapat dirasakan langsung oleh warga Bontang.
Ia juga menegaskan, RKPD 2027 harus menjadi instrumen yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif perencanaan.
“Rancangan ini memang tahunan, tapi efeknya bisa terasa satu tahun, bahkan lebih. Karena itu, kita harus memastikan sejak awal bahwa program yang dimasukkan benar-benar prioritas dan berdampak,” tambahnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




