BONTANG – Wawali Agus Haris memandang bahwa transformasi ke E-Katalog Versi 6.0 adalah langkah maju untuk menutup celah-celah “gelap” yang selama ini rawan disalahgunakan.
Hal itu diungkapkan Selasa (2/12/2025), saat membuka kegiatan strategis bertajuk “Bimbingan Teknis Minikompetisi pada Katalog Elektronik Versi 6.0”.
Agus Haris menegaskan, bahwa sistem ini bukan sekadar kewajiban teknis, melainkan sebuah “perisai”. “Mini Kompetisi bukan hanya kewajiban teknis tetapi alat strategis untuk memastikan bahwa proses pengadaan kita berlangsung lebih kompetitif dan transparan,” ujar Agus Haris.
Ia meminta para ASN untuk tidak bekerja seperti robot yang hanya mengikuti prosedur tanpa memahami substansi. Setiap klik dan keputusan dalam sistem harus dipertimbangkan dengan matang.
“Harapan saya, Bimtek ini kita tutup celah persoalan hukum sehingga bisa melaksanakan arah kebijakan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” pintanya dengan nada tegas namun mengayomi.
Keseriusan Pemkot Bontang dalam mengawal uang rakyat ini terlihat dari narasumber yang dihadirkan. Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Setda menggandeng Procurement Specialist, Mustofa, untuk membedah tuntas teknis minikompetisi agar para staf teknis di lapangan memiliki pemahaman yang utuh.
Melalui bimtek ini, pemerintah berharap budaya kerja di lingkungan Pemkot Bontang semakin profesional. Dengan pengadaan yang bersih dan bebas sengketa hukum, manfaat pembangunan dapat segera dirasakan oleh masyarakat tanpa hambatan birokrasi yang tidak perlu.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




