NUSANTARA — Selama 16 hari dibuka secara fungsional terbatas, ruas Tol Balikpapan–Samarinda–IKN/Kalsel mencatat arus lalu lintas yang relatif lancar dengan tingkat kecelakaan rendah. Meski volume kendaraan cukup tinggi, insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi tergolong minim dan tidak menimbulkan korban serius.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim), Yudi Hardiana, menyampaikan bahwa selama periode operasional fungsional tersebut hanya tercatat tiga insiden kecelakaan lalu lintas.

“Insiden yang terjadi merupakan kecelakaan tunggal. Nabrak waterbarrier,” ucapnya, Minggu (4/1/2026) malam.
Menurut Yudi, tidak ada kecelakaan berat selama masa operasional terbatas tol tersebut. Seluruh insiden dapat ditangani di lapangan tanpa mengganggu arus lalu lintas secara signifikan.
Berdasarkan data Lintas Harian Rata-rata (LHR), persoalan yang paling banyak dialami pengguna jalan bukanlah kecelakaan, melainkan gangguan teknis kendaraan. Tercatat sebanyak 30 kendaraan mengalami pecah atau bocor ban selama melintas di ruas tol tersebut.
Selain itu, terdapat 17 kendaraan mengalami gangguan mesin, 14 kendaraan mengalami overheat, 11 kendaraan kehabisan bahan bakar minyak (BBM), serta 3 kendaraan kehabisan air aki. Seluruh data tersebut tercatat dalam laporan harian operasional tol.
“Semua data lengkap di sini (rekapan LHR),” sebut Yudi.
Dari sisi volume lalu lintas, selama periode fungsional terbatas tercatat total 93.957 kendaraan melintasi Tol Balsam–IKN/Kalsel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53.109 kendaraan bergerak dari arah Balikpapan dan Samarinda menuju IKN dan Kalimantan Selatan.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah sebaliknya, yakni dari IKN dan Kalimantan Selatan menuju Balikpapan dan Samarinda, tercatat sebanyak 40.848 kendaraan.
Data BBPJN Kaltim juga mencatat adanya 5.366 kendaraan yang singgah di rest area segmen 5B selama masa operasional tersebut. Keberadaan rest area dinilai cukup membantu pengguna jalan untuk beristirahat dan menangani gangguan ringan pada kendaraan.
Yudi menegaskan, data ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pengelola untuk meningkatkan kesiapan infrastruktur, pelayanan, serta mitigasi risiko sebelum tol tersebut beroperasi secara penuh.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S




