NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyoroti belum optimalnya operasional Pasar Segar Sepaku (PSS). Meski telah diresmikan dan seluruh unit kios serta los telah terisi, hingga kini baru sembilan pedagang yang aktif berjualan dari total 135 unit yang tersedia.
Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Ia mengaku kecewa dengan minimnya aktivitas di pasar yang telah dibangun dengan fasilitas memadai tersebut.
“Pasar ini awalnya diminta masyarakat untuk dibangun bagus. Sekarang sudah jadi, tapi kenapa sedikit sekali yang buka?” ujarnya.
Di lokasi, Alimuddin bahkan menggelar diskusi lesehan bersama pemerintah desa dan pedagang untuk mencari akar persoalan. Ia menegaskan, keberadaan pasar modern tersebut membutuhkan komitmen bersama agar dapat berjalan optimal.
“Ini ada 135 kios dan los, tapi baru 9 yang buka. Kita sudah siapkan semuanya, sekarang kita butuh komitmen pedagang,” tegasnya.
Otorita juga meminta pedagang yang telah mendapatkan fasilitas untuk segera membuka usaha. Jika tidak, pihaknya membuka opsi mengganti dengan pedagang lain yang lebih siap.
“Kalau tidak mau, laporkan ke kami, nanti kami ganti,” tegasnya lagi.
Selain itu, Otorita IKN juga meminta pemerintah setempat menertibkan pasar tumpah yang dinilai menjadi salah satu penyebab sepinya Pasar Segar Sepaku.
“Tidak boleh lagi ada pasar tumpah. Ekosistem ekonomi harus dipindahkan ke sini,” ujarnya.
Alimuddin juga mengingatkan agar tidak ada pihak luar yang memprovokasi pedagang untuk tetap berjualan di luar pasar resmi. Ia meminta pendataan dilakukan untuk memastikan pedagang yang beraktivitas sesuai aturan.
Sementara itu, Kepala Desa Suka Raja, Sugiyanto, mengakui kondisi pasar masih belum ramai. Ia menyebut sudah mengimbau para pedagang agar segera membuka kios masing-masing.
“Kalau mau ramai, ya harus mulai. Jangan saling menunggu,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Otorita IKN akan mengeluarkan surat pemanggilan kepada seluruh pedagang Pasar Segar Sepaku. Tujuannya untuk meminta kejelasan waktu operasional serta mengetahui kendala yang dihadapi.
Pasar Segar Sepaku sendiri terdiri dari 43 kios kering, 10 kios basah, 36 los kering, 35 los basah, serta 11 unit food court. Dengan fasilitas tersebut, pasar ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di kawasan Sepaku.
Otorita menegaskan, keberhasilan pasar ini sepenuhnya bergantung pada komitmen bersama antara pemerintah dan pedagang dalam membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. (MK)
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S




