BONTANG – Polres Bontang berhasil mengamankan enam terduga pelaku pengeroyokan terhadap seorang pemilik CCTV di Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.
Dari enam orang yang diamankan, empat di antaranya diketahui merupakan residivis dengan riwayat kasus kriminal yang berbeda.
Keenam pelaku masing-masing berinisial R (59), H (43), S (39), MT (23), RD (45), dan RH (22). Dari data kepolisian, empat pelaku tercatat sebagai residivis, yakni R dalam kasus senjata tajam, H kasus pencurian dengan pemberatan, S kasus narkotika, dan RD kasus perlindungan anak.
Kasus pengeroyokan tersebut diduga dipicu persoalan rekaman CCTV terkait dugaan pencurian mangga. Berdasarkan informasi kepolisian, korban didatangi sejumlah orang yang meminta rekaman CCTV. Namun setelah korban menyampaikan rekaman telah terhapus, situasi memanas hingga berujung aksi pengeroyokan.
Sebelumnya, peristiwa itu terjadi tepat di Jumat (8/5/2026), sekitar pukul 14.30 Wita. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bontang, di Selasa (12/5/2026).
Sehari berselang, tim gabungan Polres Bontang, Polsek Bontang Utara, Polsek Bontang Selatan, dan Jatanras Polda Kaltim berhasil mengamankan enam terduga pelaku di Jalan Diponegoro, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan.
“Benar kami sudah mengamankan 6 orang pengeroyok pemilik CCTV, untuk residivis ada 4 orang,” ucapnya Plt Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Mohamad Yazid, saat di konfirmasi, Jumat (15/5/2026).
Selain mengamankan para pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa satu bilah parang. Kini untuk para terduga pelaku, dijerat Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pengeroyokan.
“Maka dari keenam pelaku pengeroyokan ini, ada yang dari kerabat almarhum ada juga yang bukan. Saat ini pun kami masih dalami kasus tersebut,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, terduga pencuri mangga meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon, Selasa (5/5/2026) lalu, dimana pelaku mengalami benturan yang cukup keras dibagian kepalanya akibat berbenturan dengan pagar beton.
Pelaku pun sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Amalia, saat tak sadarkan diri.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




