BONTANG – Menyusul sidak Wali Kota Bontang di Pelabuhan Loktuan beberapa waktu lalu terkait penertiban pedagang, Kelurahan Loktuan pun mulai menindaklanjuti penertiban pedagang yang masih menempati lahan yang sudah dibebaskan.
Lurah Loktuan, Supriadi, mengatakan pihaknya telah meminta warga yang berjualan di area tersebut untuk membongkar sendiri bangunan yang berdiri.
“Bulan kemarin kami sudah kumpulkan warga yang menempati lahan itu. Kami sampaikan agar mereka secara mandiri membongkar bangunan, karena ada rencana peningkatan fasilitas pelabuhan,” ujar Supriadi, Selasa (19/8/2025).
Menurutnya, warga tidak menolak pembongkaran tersebut. Namun, mereka menyampaikan sejumlah permintaan, salah satunya difasilitasi lebih dulu tempat untuk berjualan sebelum pindah.
“Pedagang menyampaikan kalau usaha mereka bisa terputus, ketika diminta segera bongkar tanpa ada lokasi baru. Mereka khawatir kehilangan mata pencaharian. Makanya mereka minta ada lapak pengganti lebih dulu,” jelasnya.
Lokasi yang dimaksud, lanjut Supriadi, berada di depan pintu masuk pelabuhan sisi kiri. Nantinya, pemerintah bersama KSOP Bontang serta konsultan perencana akan membahas penempatan lapak baru, agar tidak mengganggu estetika pelabuhan.
“Sudah kami sampaikan juga ke Ibu Wali Kota saat kunjungan lapangan kemarin. Nantinya konsultan yang merancang titik-titik penempatan pedagang, agar tetap tertata rapi dan tidak mengurangi fungsi utama pelabuhan,” tegasnya.
Supriadi menambahkan, pihaknya berharap pedagang bisa bersabar menunggu hasil pembahasan bersama. “Intinya, pemerintah tidak ingin memutus mata pencaharian masyarakat, tapi juga harus menjaga kenyamanan dan keindahan kawasan pelabuhan,” pungkasnya.(Sya/adv)
Editor: Yusva Alam




