BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni telah menargetkan angka stunting akan turun menjadi 14 persen tepat di 2027 mendatang, dimana lebih cepat tiga tahun dari target nasional yang seharusnya di 2030.
Sebelumnya di 2023 lalu, angka stunting Bontang mencapai hingga 27 persen, yang tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim). Akan tetapi berkait berbagai intervensi berupa edukasi, literasi, hingga Pemberian Makanan Tambahan (PMT), angka tersebut kini turun menjadi sekitar 20-21 persen.
“Untuk penurunan di 7 persen ini, merupakan pencapaian tertinggi di Kaltim. Jadi Bontang harus berbangga,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Adapun pentingnya langkah promotif dan preventif, seperti kewajiban ibu hamil mengkonsumsi 90 tablet zat besi selama kehamilan, serta remaja putri mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) seminggu sekali untuk mencegah anemia.
“Maka dari itu, saya mengingatkan ke masyarakat semua, untuk bisa menghindari junk food dan lebih memilih pola makan bergizi berbasis real food,” tegasnya.
Terkait program PMT pun, Neni mengungkapkan bahwa pemberian makanan tambahan kepada 65 ibu hamil bermasalah gizi, telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.
“Di satu bulan, telah tercatat penurunan 30 persen kasus gizi bermasalah. Semoga dengan terus kita berupaya, angka stunting, maupun permasalahan gizi bisa segera menurun,” tutupnya. (Dwi/Adv)
Editor: Yusva Alam




