BONTANG – Berdasarkan dari jumlah rincian balita stunting per wilayah di Kota Bontang, Kelurahan Loktuan mendominasi untuk angka stunting, dimana tercatat sebanyak 213 balita yang masuk dalam kategori prevalensi stunting.
Sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) secara resmi, meluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil dengan masalah gizi.
“Ini menjadi langkah konkret kami dalam mengupayakan penanggulangan stunting, yang masih menjadi permasalahan serius di Kota Bontang,” ucap Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni beberapa waktu lalu.
Adapun untuk jumlah balita stunting di tiap kelurahan wilayah Kota Bontang, meliputi Kelurahan Tanjung Laut Indah 124 balita, Kelurahan Tanjung Laut 113 balita, Kelurahan Berbas Tengah 92 balita, Kelurahan Bontang Lestari 86 balita, Kelurahan Berbas Pantai 82 balita, Kelurahan Guntung 65 balita, serta Kelurahan Bontang Kuala 45 balita.
Selanjutnya di Kelurahan Gunung Telihan terdapat sebanyak 99 balita, Kelurahan Api-Api 77 balita, Kelurahan Bontang Baru 71 balita, Kelurahan Gunung Elai 51 balita, Kelurahan Belimbing 50 balita, Kelurahan Satimpo 33 balita, dan di Kelurahan Kanaan sebanyak 18 balita.
Kesempatan yang sama, Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe menyampaikan bahwa data ini telah diperoleh dari hasil pemantauan lapangan secara langsung, dan kegiatan timbang balita yang telah dilakukan tim dalam beberapa waktu lalu.
”Sehingga data ini penting sebagai dasar pengambilan keputusan, untuk intervensi program gizi, termasuk PMT,” tutupnya. (Dwi/Adv)
Editor: Yusva Alam




