BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Sekretariat Daerah resmi menerbitkan surat edaran tentang himbauan kesiapsiagaan dini dalam memasuki musim penghujan dan cuaca ekstrem di wilayah Kalimantan Timur, tertanggal 16 September 2025.
Surat tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati, dan ditujukan kepada jajaran OPD, camat, lurah, serta relawan penanggulangan bencana.
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Bontang, Eko Mashudi, menjelaskan bahwa surat tersebut sebenarnya telah disusun sejak 9 September 2025. Namun, karena perlu adanya penandatanganan berjenjang, edaran baru resmi diterbitkan pada 16 September 2025, bertepatan dengan terjadinya banjir di Kota Bontang.
Bontang memiliki kerawanan tinggi terhadap empat jenis bencana utama, yaitu banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang laut tinggi.
“Selain itu, ada pula potensi kegagalan teknologi mengingat keberadaan kawasan industri petrokimia, pertolium, gas, dan pengolahan minyak kelapa sawit,” ungkap Eko, Sabtu (26/9/2025)
BPBD telah mencatat, sepanjang September 2025 saja telah terjadi dua kali banjir, tujuh kali karhutla, dan enam kali longsor di sejumlah titik, seperti Tanjung Laut, Gunung Elai, Belimbing, dan Telihan. Meski berskala kecil, kejadian tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerugian material.
Kondisi ini sesuai dengan prediksi BMKG yang memperkirakan adanya peningkatan intensitas hujan. Selain itu, Kota Bontang juga sempat mengalami suhu udara tinggi mencapai 34°C, yang memperbesar risiko karhutla karena semak belukar kering mudah terbakar.
Dengan fenomena perubahan cuaca ekstrem yang cepat, dari panas terik tiba-tiba turun hujan deras, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Beberapa langkah antisipasi yang ditekankan, seperti menyimpan dokumen dan barang berharga di tas khusus agar mudah dibawa saat evakuasi, bergotong royong membersihkan saluran drainase untuk mencegah banjir, membantu pengawasan potensi karhutla di lingkungan sekitar, meningkatkan koordinasi antar-OPD dan relawan dalam persiapan kondisi darurat.
“Surat edaran ini adalah bagian dari upaya mitigasi dan early warning system, agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana,” tegasnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




