SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, membantah dengan tegas adanya isu bantuan beras pemerintah yang dikabarkan dicampur dengan pakan ternak.
Mahyunadi menilai informasi yang beredar di masyarakat itu tidak masuk akal, dan hanya bertujuan menyesatkan. Ia menggunakan logika harga untuk mematahkan isu tersebut.
“Barusan saya dapat informasi, katanya beras yang dibagikan dicampur pakan ternak. Saya jawab, untuk apa? Logikanya saja, harga makanan ternak itu lebih mahal daripada beras,” tegas Mahyunadi, Minggu (28/9/2025).
Menurutnya, isu liar semacam ini sangat berbahaya karena berpotensi menciptakan keresahan dan bisa mengikis kepercayaan publik terhadap program pemerintah daerah. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi atau menyebarkan informasi yang tidak memiliki dasar faktual.
“Informasi menyesatkan seperti inilah yang bisa membuat kondisi ngeri-ngeri sedap. Mari kita redam bersama. Jangan sampai memicu keresahan apalagi meluas menjadi polemik,” tambahnya.
Mahyunadi kembali menegaskan, bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh menjaga kualitas bantuan pangan. Ia memastikan kabar mengenai pencampuran beras dengan pakan ternak adalah murni hoaks dan meminta warga Kutim untuk tetap tenang.
“Sekali lagi, saya tegaskan, tidak ada beras bantuan yang dicampur pakan ternak. Itu hoaks. Masyarakat jangan sampai terprovokasi,” pungkasnya.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




