SAMARINDA – Dini hari di bantaran Sungai Mahakam berubah mencekam setelah dua unit tongkang bermuatan batu bara kehilangan kendali dan menabrak kaki Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), sebelum menghantam rumah warga di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 01.17 Wita.
Insiden pelayaran ini menyebabkan kerusakan serius pada permukiman warga di tepian sungai. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian dapur yang ambruk dan terseret arus Sungai Mahakam.

Ketua RT 17 Kelurahan Sengkotek, Setia Budi, mengatakan warga sempat mendengar suara mesin kapal yang tidak normal sebelum benturan terjadi. Dari arah sungai, terdengar teriakan kru kapal yang memberi peringatan bahwa tongkang sudah tidak dapat dikendalikan.
“Dari jarak sekitar 50 meter sudah terdengar teriakan kru kapal. Mereka teriak tidak mampu mengendalikan tongkang,” ujar Setia Budi.
Saksi mata menyebutkan, dua tongkang tersebut terlihat berputar di tengah arus sungai, seolah berusaha mencari tempat sandar darurat. Namun upaya itu gagal, hingga bagian buritan menghantam dapur rumah warga yang posisinya menjorok ke sungai.
Salah satu warga terdampak, Ribut Waluyo, menceritakan kepanikan yang dialaminya saat kejadian. Ia bersama istri dan anak-anaknya tengah tertidur ketika suara benturan keras terdengar dari arah sungai.
“Semua sedang tidur. Begitu dengar suara keras, saya langsung bangunkan anak-anak dan suruh keluar rumah,” kata Ribut.
Seluruh anggota keluarganya berhasil menyelamatkan diri. Namun, kerugian materiil tak terelakkan. Bagian dapur rumahnya roboh total dan hanyut, termasuk berbagai peralatan rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, kompor, dan tabung gas.
“Kerugiannya besar. Saya sudah tinggal di sini sekitar 10 tahun dan baru kali ini kejadian seperti ini. Harapan saya, tentu ada ganti rugi,” ujarnya.
Pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan sekitar pukul 01.30 Wita. Berdasarkan data awal, dua tongkang yang terlibat yakni Tongkang Roby 311 yang ditarik Tugboat Bloro 7, serta Tongkang Danny 95 yang ditarik Tugboat Raja Laksana 166. Keduanya diketahui bermuatan penuh batu bara.
Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio, membenarkan seluruh Anak Buah Kapal (ABK) dari kedua kapal telah diamankan untuk dimintai keterangan oleh Unit Polairud.
“Kami langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Seluruh ABK sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Selain kerusakan rumah warga, perhatian petugas saat ini juga tertuju pada kondisi struktur kaki Jembatan Mahakam Ulu. Unit Gakkum Polairud tengah melakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan tidak ada kerusakan fatal pada jembatan serta menelusuri penyebab pasti insiden, apakah akibat kelalaian manuver atau gangguan teknis kapal.
Garis polisi telah dipasang di sekitar rumah warga yang terdampak untuk mencegah risiko runtuhnya sisa bangunan ke sungai.
Pewarta: Dimas
Editor: Agus S




