BALIKPAPAN – Insiden kapal miring yang terjadi di atas KM Dharma Kartika IX rute Parepare–Balikpapan saat sandar di Pelabuhan Semayang, Selasa (27/1/2026) pagi, menelan satu korban jiwa dan menyebabkan tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Kantor SAR Balikpapan, Dody Setiawan, memastikan seluruh korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan sekitar pukul 12.00 WITA. Proses evakuasi, terutama terhadap korban terakhir, berlangsung cukup lama karena posisi korban terjepit di dalam kendaraan di dek kapal.
“Evakuasi memang memerlukan waktu panjang karena korban berada di dalam kendaraan yang tertindih kendaraan lain dan muatannya,” ujar Dody.
Ia menjelaskan, operasi evakuasi dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Balikpapan, Endrow Sasmita. Setibanya di lokasi, tim SAR segera berkoordinasi dengan TNI AL, kepolisian, Pelindo, dan pihak kapal untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman di tengah kondisi kapal yang tidak stabil.
Dalam kejadian tersebut, terdapat empat korban yang terjepit di dalam sebuah truk, terdiri dari tiga orang dewasa dan satu orang anak. Identitas para korban adalah:
* Idham Rapi (52) asal Kabupaten Berau – meninggal dunia
* Nurma (64) asal Kabupaten Luwu – luka-luka
* Nur Asisah (10) warga Kelurahan Teritip, Balikpapan – luka-luka
* Rosnaini (43) asal Kabupaten Wajo – luka-luka
“Hasil evakuasi menunjukkan tiga korban berhasil diselamatkan dalam kondisi luka-luka, sementara satu korban atas nama Idham Rapi dinyatakan meninggal dunia,” jelas Dody.
Selain korban manusia, kecelakaan tersebut juga menimbulkan kerugian materiil. Sebuah truk pengangkut beras dilaporkan terbalik ke sisi kanan dan menimpa satu unit kendaraan pikap L300 bermuatan telur serta satu unit kendaraan Triton yang berada di dekatnya.
Pasca-evakuasi korban, tim SAR gabungan masih melakukan pemindahan muatan dan pengecekan menyeluruh di area dek kapal untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal. (MK)
Editor: Agus S




