PTMB Percepat Program Air Bersih, Tekan Kebocoran dan Perluas Layanan

BALIKPAPAN — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mulai menjalankan agenda besar Transformasi PTMB 2026 sebagai langkah mempercepat penyelesaian persoalan air bersih di Kota Balikpapan. Program ini menitikberatkan pada peningkatan produksi, efisiensi distribusi, pengurangan kebocoran, hingga penguatan sistem layanan berbasis digital.

Rencana strategis tersebut disampaikan Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, dalam konferensi pers di Platinum Hotel Balikpapan, Selasa (3/3/2026). Menurutnya, transformasi yang dijalankan bukan sekadar perubahan administratif, tetapi pembenahan menyeluruh pada sistem layanan air bersih, mulai dari hulu hingga hilir.

“Transformasi ini menyentuh seluruh lini. Mulai dari peningkatan produksi, efisiensi distribusi, hingga digitalisasi layanan agar suplai air semakin stabil sampai ke pelanggan paling jauh,” ujar Yudhi.

Ia menjelaskan bahwa secara kinerja produksi air di Balikpapan menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun terakhir, produksi air tercatat mencapai 46,6 juta meter kubik, dengan cakupan layanan sekitar 79,32 persen dari total kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, PTMB menilai capaian tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan distribusi. Masih terdapat sejumlah wilayah yang mengalami tekanan air rendah atau suplai yang belum stabil.

Baca Juga:  APBD Bontang Turun Rp 1 Triliun, Wali Kota: Kesejahteraan Masyarakat Tetap Paling Utama

Karena itu, tahun 2026 ditetapkan sebagai fase akselerasi dalam transformasi layanan air bersih. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah penguatan sumber air baku, termasuk optimalisasi Waduk Manggar untuk meningkatkan kapasitas produksi air.

Selain itu, PTMB juga menyiapkan eksplorasi sumur dalam sebagai cadangan strategis. Langkah ini difokuskan di wilayah timur dan utara Balikpapan guna memastikan ketahanan pasokan, terutama saat musim kemarau atau ketika terjadi peningkatan kebutuhan akibat pertumbuhan kota.

“Cadangan sumber air sangat penting. Sumur dalam menjadi opsi strategis agar pasokan tetap terjaga saat terjadi tekanan kebutuhan yang meningkat,” jelasnya.

Di sisi distribusi, PTMB mengusung program yang disebut “Perang Melawan Kebocoran”. Program ini menargetkan penurunan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) hingga 28,48 persen.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, PTMB berencana mengganti lebih dari 32.500 meter pelanggan yang dinilai sudah tidak akurat atau berpotensi menyebabkan inefisiensi distribusi.

“Setiap tetes air yang berhasil kita selamatkan adalah tambahan pasokan bagi warga. Karena itu, pengurangan kebocoran menjadi strategi yang paling rasional dan berdampak langsung,” kata Yudhi.

Baca Juga:  Kaltim Beri Insentif Guru Honorer Rp500 Ribu, Lampaui Standar Nasional

Transformasi PTMB juga diarahkan untuk memperluas akses air bersih melalui penambahan sambungan rumah baru, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemerataan layanan air bersih di seluruh wilayah kota.

Di saat yang sama, perusahaan daerah ini memperkuat digitalisasi sistem pelayanan dengan mengintegrasikan satu sumber data yang lebih akurat. Melalui sistem ini, keluhan pelanggan diharapkan dapat ditangani lebih cepat, transparan, dan terukur.

“Fokus kami sederhana dan tegas: memastikan air bersih semakin pasti, distribusi semakin merata, dan pelayanan semakin cepat,” tegasnya.

Melalui agenda Transformasi PTMB 2026, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan menargetkan sistem layanan air bersih yang lebih andal, modern, dan berkelanjutan guna mendukung kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta peningkatan kualitas hidup warga Kota Balikpapan.(MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.