Proyek Bandara Ujoh Bilang Sesuai Perencanaan, Tinggal Tunggu Peresmian

UJOH BILANG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Mahakam Ulu, Didik Subagya, memastikan pembangunan Bandar Udara Ujoh Bilang telah dilaksanakan sesuai Penetapan Lokasi (Penlok) Kementerian RI serta Master Plan dan Detail Engineering Design (DED) yang disusun oleh Dinas Perhubungan Mahulu.

Menurutnya, pembangunan landasan pacu dan fasilitas pendukung mengacu pada petunjuk teknis serta DED yang telah direkomendasikan Kementerian Perhubungan RI, termasuk melalui proses monitoring dan supervisi secara berkala.

“Seluruh pekerjaan mengacu pada juknis dan DED yang direkomendasikan Kementerian Perhubungan, serta telah dimonitor dan disupervisi,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Ia menegaskan, progres pembangunan bandara telah berjalan sesuai target dan anggaran yang tersedia untuk tahun 2023 hingga 2025.

Untuk operasional bandara, kewenangan berada pada Kementerian Perhubungan RI, dengan sistem monitoring internal dilakukan secara berjenjang mulai dari konsultan pengawas, PPTK, PPK hingga kepala dinas. Sementara monitoring eksternal melibatkan Dishub Mahulu, BP4D, serta Kementerian Perhubungan.

Didik juga menyebut, proyek tersebut telah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk tahun anggaran 2023, 2024, dan 2025.

Baca Juga:  Satpol PP Kutim Gerak Cepat Cegah Prostitusi Terselubung di Sejumlah Wilayah

Dari hasil tinjauan Direktorat Kebandaraan Kementerian Perhubungan, Bandara Ujoh Bilang dinyatakan layak untuk skala bandara perintis. Namun, masih terdapat dua sarana yang perlu dilengkapi, yakni pagar sisi bandara dan akses jalan dari kantor pemadam ke airstrip.

Runway bandara memiliki panjang 750 meter dan telah dapat didarati pesawat jenis caravan. Untuk pesawat lebih besar seperti ATR 72, diperlukan perpanjangan runway hingga 1.200 meter.

Selain itu, terminal penumpang telah selesai dibangun dan juga telah melalui pemeriksaan BPK RI.

Didik menambahkan, sejumlah fasilitas yang dibangun melalui anggaran Provinsi Kaltim meliputi kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), gedung pemadam kebakaran, ground tank, serta power house.

Meski secara fisik pembangunan telah rampung, peresmian bandara masih menunggu arahan dari Bupati Mahakam Ulu.

Secara keseluruhan, pembangunan mencakup runway sepanjang 750 x 23 meter, taxiway 89,5 x 15 meter, fillet taxiway sepanjang 145 meter, serta apron berukuran 62 x 70 meter.

Ke depan, masih terdapat sekitar 16 fasilitas sisi darat yang telah diusulkan untuk dilanjutkan melalui APBD Provinsi Kaltim guna mendukung operasional bandara secara optimal.

Baca Juga:  Audit Struktur Jembatan Mahulu Dimulai, KSOP Hentikan Sementara Arus Kapal Sungai Mahakam

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.