Kasus Dugaan Penipuan Menimpa Selebgram Naomi Sachie Belum Temui Titik Terang

SANGATTA – Kasus dugaan penipuan yang menimpa selebgram Naomi Sachie kian berlarut. Meski telah dilaporkan ke pihak kepolisian, hingga kini belum ada titik terang terkait penyelesaian perkara tersebut.

Peristiwa ini bermula dari kedekatan Naomi dengan Fajriani, yang disebut sebagai mantan karyawan di Erafone. Awalnya, Fajriani kerap datang dengan cerita kesulitan hidup dan memohon bantuan keuangan.

Merasa iba, Naomi pun memberikan pinjaman. Hubungan keduanya kemudian semakin dekat hingga berlanjut ke kerja sama bisnis. Fajriani menjalankan usaha berupa dana pinjaman dan kredit handphone dengan meminjam modal dari Naomi.

Kesepakatan pun dibuat. Fajriani diwajibkan mengembalikan dana sesuai waktu dan nominal yang telah disepakati. Pada awalnya, pembayaran berjalan lancar. Namun, seiring waktu, pembayaran mulai tersendat hingga akhirnya macet.

Hingga kini, Fajriani disebut masih memiliki sisa pokok utang sebesar Rp218,2 juta yang belum dilunasi kepada Naomi.

“Awalnya saya bantu karena iba, dia datang dengan cerita kesulitan hidup. Tapi lama-lama justru kepercayaan saya disalahgunakan,” ungkap Naomi Sachie kepada Radar Bontang, Selasa (24/3/2026).

Baca Juga:  Laba Tembus Rp462 Miliar, SPJM Lampaui Target Tahunan dan Perkuat Fondasi Ekspansi

Kekecewaan Naomi semakin dalam mengingat kedekatan hubungan mereka. Ia bahkan sempat memberikan kejutan ulang tahun berupa bouquet uang yang sempat viral di media sosial sebagai bentuk perhatian kepada Fajriani.

Namun, alih-alih berterima kasih, Naomi justru mengaku dituding mencari popularitas.

“Emang prestasi kamu apa sampai aku mau pansos ke kamu? Tahun 2015 kamu masih bocil SD, saya sudah endorse beberapa produk,” tegasnya.

Tak tinggal diam, Naomi sempat melaporkan kasus ini ke polisi. Namun, proses hukum yang berjalan belum membuahkan hasil.

Upaya penyelesaian juga sempat dilakukan melalui pertemuan langsung pada awal Februari lalu. Dalam pertemuan tersebut, Naomi bersama asistennya didampingi seorang kanit bernama Yoyo. Sementara Fajriani hadir bersama kekasihnya, Rustan, yang disebut bekerja sebagai satpam di Bank Negara Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Fajriani disebut tidak banyak bicara dan lebih banyak tertunduk. Justru sang kekasih yang aktif memberikan penjelasan.

“Dia tidak berani banyak bicara, hanya tertunduk. Malah pacarnya yang lebih banyak menyampaikan,” ujar Naomi.

Baca Juga:  Jelang Idulfitri, Daging Sapi di Tenggarong Tembus Rp170 Ribu

Pada akhir pertemuan, Fajriani berjanji akan melunasi seluruh sisa utang paling lambat akhir Februari. Namun, janji tersebut tidak ditepati. Setelah melewati batas waktu yang disepakati, Fajriani justru menghilang dan sulit dihubungi.

Ironisnya, Naomi juga mengungkap adanya unggahan di media sosial yang diduga dibuat Fajriani untuk membangun opini seolah utang tersebut telah lunas.

“Dia malah buat story di Instagram bilang utangnya sudah lunas. Tapi story itu disembunyikan dari saya dan teman-teman dekatnya. Seolah ingin memperbaiki citra di media sosial,” tegas Naomi.

Kasus ini tidak hanya menimpa Naomi. Sejumlah korban lain juga mulai bermunculan dengan modus serupa.

Salah satunya Brygta yang mengalami kerugian sebesar Rp13 juta. Modusnya, Fajriani mengaku memiliki teman yang ingin kredit handphone, namun menggunakan data palsu atas nama Mulia. Setelah ditelusuri, Mulia mengaku tidak pernah melakukan kredit, dan handphone tersebut diduga digunakan oleh Fajriani sendiri.

Korban lainnya adalah Askia, yang merupakan rekan kerja Fajriani. Dalam kasus ini, Fajriani membeli iPhone 15 menggunakan skema cicilan atas nama Askia. Namun hingga kini masih terdapat sisa pembayaran sebesar Rp8,9 juta yang belum dilunasi.

Baca Juga:  Nama Dicoret Saat Registrasi, Mahasiswa Unikarta Gagal Terima Beasiswa GratisPol

Saat ini, Naomi berharap adanya itikad baik dari pihak Fajriani untuk menyelesaikan kewajibannya. Ia juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Fajriani atau Yani agar segera menghubunginya, mengingat yang bersangkutan sudah sulit ditemui dan dihubungi.

“Kalau ada yang melihat atau mengetahui keberadaannya, saya harap bisa menghubungi saya. Karena sampai sekarang dia sudah sangat sulit dihubungi,” tutup Naomi.

Kasus ini pun menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam urusan pinjam-meminjam, bahkan dengan orang yang sudah dikenal dekat sekalipun.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.