SANGATTA – Skala kebakaran hebat yang melanda Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur (Kutim), Kamis (26/3/2026), ternyata jauh lebih besar dari perkiraan awal. Jika sebelumnya dilaporkan sebanyak 75 rumah terbakar, hasil pendataan lanjutan menunjukkan jumlah bangunan yang ludes mencapai 103 unit rumah.
Perubahan data ini terungkap setelah petugas melakukan penyisiran dan verifikasi ulang di seluruh titik terdampak. Sejumlah rumah yang sebelumnya belum terdata, khususnya di area padat penduduk, akhirnya masuk dalam rekapitulasi terbaru.
Berdasarkan laporan sementara hingga pukul 17.30 Wita, kebakaran ini berdampak pada 155 kepala keluarga (KK) dengan total 465 jiwa yang kini kehilangan tempat tinggal.
Upaya penanganan pun terus diperkuat. Selain tim pemadam yang sudah berada di lokasi sejak awal kejadian, personel tambahan dari Pos Pemadam Muara Bengkal dan Pos Pemadam Muara Ancalong turut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutai Timur, Failu, membenarkan adanya penambahan personel tersebut.
“Kami juga mengirimkan sejumlah personel dari Pos Muara Bengkal dan Muara Ancalong untuk membantu penanganan kebakaran di Batu Ampar,” ujarnya melalui pesan singkatnya, Jum’at (27/3/2026).
Menurutnya, keterlibatan tim lintas kecamatan sangat penting mengingat besarnya kobaran api yang sempat meluas dan mengancam permukiman lainnya.
Sementara itu, pemerintah setempat bersama instansi terkait terus melakukan pendataan lanjutan sekaligus menyalurkan bantuan darurat bagi para korban terdampak.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Warga diimbau tetap waspada dan saling membantu di tengah situasi sulit ini.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




