BALIKPAPAN – Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur memetakan pola kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026. Hasilnya menunjukkan bahwa sepeda motor masih menjadi penyumbang terbesar dalam insiden kecelakaan.
KBO Ditlantas Polda Kaltim, AKBP Feby Febriana, menyebut selama operasi berlangsung tercatat 33 kejadian yang melibatkan kendaraan roda dua, meningkat dari 22 kasus pada tahun sebelumnya atau naik 50 persen.
Selain itu, peningkatan juga terjadi pada kendaraan roda empat. Kecelakaan mobil penumpang naik dari 5 menjadi 13 kasus atau meningkat 160 persen, sedangkan mobil barang naik dari 4 menjadi 8 kejadian.
“Terjadi perubahan pola kecelakaan yang perlu menjadi perhatian serius dalam pengelolaan lalu lintas ke depan,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Dari jenis tabrakan, insiden depan-depan menjadi yang paling dominan dengan 10 kasus, disusul tabrakan depan-belakang sebanyak 5 kejadian. Sementara itu, tabrakan depan-samping mengalami lonjakan signifikan dari 2 menjadi 7 kasus.
Analisis juga menyoroti kelengkapan berkendara. Pengendara tanpa SIM masih cukup tinggi dengan 12 kasus. Di sisi lain, pemegang SIM A meningkat dari 4 menjadi 9 kasus, sedangkan SIM C tercatat 4 kejadian.
Dari kelompok usia, kecelakaan didominasi usia produktif. Rentang usia 41–45 tahun meningkat dari 3 menjadi 6 kasus, diikuti usia 46–50 tahun dari 1 menjadi 4 kejadian. Bahkan, kelompok usia di atas 60 tahun mulai muncul dengan 2 kasus.
Sementara dari latar belakang pekerjaan, karyawan swasta menjadi kelompok paling banyak terlibat, dengan jumlah kasus meningkat dari 8 menjadi 16 kejadian.
Lokasi kecelakaan didominasi kawasan permukiman dengan 28 kasus, meningkat dari 13 kejadian sebelumnya. Selain itu, kecelakaan di jalan nasional naik dari 6 menjadi 15 kasus, serta di jalan kabupaten/kota dari 7 menjadi 12 kejadian.
Dari sisi waktu, kecelakaan paling sering terjadi pada sore hari pukul 15.00 hingga 18.00 Wita dengan 9 kejadian, disusul periode pukul 12.00 hingga 15.00 Wita sebanyak 7 kasus.
Feby menegaskan bahwa pemetaan ini akan menjadi dasar bagi kepolisian dalam merumuskan langkah penanganan yang lebih efektif, baik melalui pendekatan preventif maupun edukasi kepada masyarakat.
“Pendekatan berbasis data ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan secara lebih optimal,” tutupnya. (MK)
Penulis: Aprianto
Editor: Agus S




