BONTANG – Direktur Perumda Tirta Taman, Suramin, menegaskan bahwa penggunaan sambungan rumah air bersih, harus sesuai ketentuan guna menghindari lonjakan tagihan yang signifikan.
Ia menjelaskan, bahwa idealnya satu sambungan rumah digunakan oleh satu keluarga dengan jumlah maksimal empat orang. Maka dengan penggunaan tersebut, air rata-rata berada di kisaran 10 meter kubik per bulan.
“Kalau digunakan lebih dari satu Kepala Keluarga (KK), maka pemakaiannya akan meningkat. Apalagi jika melebihi 30 meter kubik, otomatis tarifnya masuk golongan niaga atau usaha yang lebih tinggi dari kategori rumah tangga,” jelasnya, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, aturan tersebut diterapkan agar subsidi air dari pemerintah dapat tepat sasaran bagi masyarakat. Penggunaan satu meteran untuk beberapa KK, justru dinilai menyebabkan beban biaya meningkat karena melampaui batas subsidi.
“Aturannya satu meteran untuk satu keluarga. Kalau lebih dari satu dan pemakaian di atas 30 meter kubik, otomatis masuk golongan usaha dengan tarif lebih tinggi,” tambahnya.
Sehingga sebagai solusinya, Suramin menyarankan masyarakat agar memasang sambungan meteran baru, di masing-masing rumahnya. Langkah ini dinilai efektif, untuk mengontrol penggunaan air sekaligus menekan lonjakan tagihan yang tinggi.
Contohnya seperti pemasangan baru, biaya yang dibutuhkan sekitaran Rp2,3 juta dengan uang muka Rp500 ribu. Sementara sisa pembayaran dapat dicicil, hingga jangka waktu satu tahun. Sehingga akhir tahun saat waktu tutup buku, cicilan untuk pemasangan baru telah lunas.
“Saran dan solusi saya, lebih baik tambah meteran air saja. Syaratnya tidak rumit dan bisa dicicil hingga tutup buku di akhir tahun,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa inspeksi mendadak yang dilakukan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
“Kehadiran kami untuk mengetahui langsung penyebab lonjakan tagihan dan mencarikan solusi terbaik bagi masyarakat, dimana masyarakat mengeluhkan tagihan air yang membengkak,” paparnya.
Maka dirinya mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan keluhannya secara langsung, baik kepada pemerintah maupun pihak Perumda Tirta Taman. Sebab, adanya komunikasi aktif menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan pelayanan publik.
“Silahkan sampaikan keluhannya. Kami hadir untuk memastikan dan memberikan solusi terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




