SAMARINDA — Pertemuan Orang dengan HIV (ODHIV) tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Tranz MAV Hotel berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan yang berlangsung pada 6–8 Mei 2026 tersebut menghadirkan berbagai materi penguatan kapasitas, kesehatan mental, hingga dukungan sebaya bagi peserta dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Materi pertama disampaikan Ketua Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Provinsi Kalimantan Timur, Marliana Wahyuningrum. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya peran komunitas dan dukungan sebaya dalam membantu ODHIV menjalani kehidupan yang sehat, percaya diri, dan produktif.
Menurutnya, stigma dan diskriminasi masih menjadi tantangan besar yang dihadapi ODHIV. Karena itu, komunitas menjadi ruang aman untuk saling menguatkan dan berbagi pengalaman.
“ODHIV tidak boleh merasa sendiri. Dukungan sebaya memiliki kekuatan besar untuk membantu proses penerimaan diri, menjaga kepatuhan pengobatan, dan meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya.
Sementara itu, materi kesehatan mental disampaikan Trainer IPPRISIA Kalimantan Timur, Endro S Efendi yang juga dikenal sebagai hipnoterapis klinis di Kalimantan Timur.
Dalam sesinya, Endro mengajak peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari proses penerimaan diri dan peningkatan kualitas hidup ODHIV.
Menurutnya, tantangan terbesar yang sering dihadapi bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga tekanan psikologis seperti rasa takut, stigma, kecemasan, hingga overthinking berkepanjangan.
“Kadang yang paling melelahkan bukan penyakitnya, tetapi pikiran negatif yang terus dipendam sendiri,” ungkapnya.
Materi disampaikan dengan pendekatan experience learning yang interaktif dan emosional. Peserta mengikuti sesi refleksi diri, afirmasi positif, teknik relaksasi, hingga permainan penguatan mental untuk membantu membangun rasa percaya diri.
Suasana kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Sejumlah peserta tampak terharu saat sesi berbagi pengalaman dan dukungan emosional berlangsung.
Dalam kesempatan itu, Endro juga menegaskan bahwa ODHIV tetap memiliki hak untuk hidup bahagia dan diterima di tengah masyarakat.
“Status boleh berubah, tetapi nilai diri seseorang tidak pernah berubah,” pesannya kepada peserta.
Ketua Kelompok Penggagas Mahakam Plus Kalimantan Timur, Siwi Arianti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan bersama agar ODHIV semakin memiliki semangat hidup dan saling mendukung satu sama lain.
Menurutnya, pendampingan komunitas tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga membantu anggota menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup yang lebih baik.
Pertemuan ini diikuti peserta dari Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara yang tergabung dalam kelompok dukungan sebaya di wilayah masing-masing.
Kegiatan diselenggarakan KP Mahakam Plus Kalimantan Timur dengan dukungan Yayasan Spiritia sebagai bagian dari upaya penguatan komunitas dan peningkatan kualitas hidup ODHIV di Kalimantan Timur. (MK)
Editor: Agus S




