Sabtu (16/5) siang itu kawasan Gedung Nommensen Balikpapan terlihat cukup ramai.
Parkiran di depan gedung sudah penuh. Banyak tamu akhirnya memarkir kendaraan di area bawah, lalu berjalan menuju lokasi acara yang berada di samping Gereja Sopo Nommensen HKBP Balikpapan, tidak jauh dari Hotel Sagita.
Saya datang bersama rombongan keluarga besar Media Kaltim Network (MKN). Ada Direktur MediaKaltim.com Rini Ernawati, Direktur Radarmedia.id Adhi Abdian, Direktur RadarKukar.com Muhammad Rafii, Direktur RadarBalikpapan.com Andrie Aprianto, para wartawan, tim multimedia, dan beberapa kru redaksi dari berbagai daerah.
Hari itu, Direktur RadarPaser.com, Tontong Bhakti Sihombing resmi menikahi Theresia Anna Fransiska Samosir.
Sesuai undangan, pemberkatan dijadwalkan pukul 10.00 WITA di Gereja Katolik Santo Martinus Lanud Balikpapan. Setelah itu dilanjutkan resepsi adat Batak mulai pukul 11.30 WITA hingga selesai di Gedung Nommensen. Sementara jamuan makan bersama nasional dijadwalkan pukul 13.00 sampai 15.00 WITA.
Saat kami tiba sekitar pukul 13.00 WITA, suasana di lokasi acara masih cukup padat. Tamu undangan resepsi nasional mulai berdatangan dan diarahkan menuju meja prasmanan di luar gedung. Dari dalam aula, musik gondang Batak masih terdengar karena prosesi adat masih berlangsung.
Di tengah suasana itu, kami melihat Bhakti dan istrinya berada di depan pintu masuk gedung sebelum kembali masuk ke dalam aula. Akhirnya kami sempat “menculik” Bhakti untuk foto bersama lebih dulu.
Begitu bertemu, suasananya langsung akrab. Rombongan kami yang tadi sebagian sedang makan dan berbincang kemudian berkumpul menyapa Bhakti. Semua langsung ikut bergabung untuk foto bersama. Bhakti dan istrinya juga terlihat santai melayani satu per satu.
Karena sudah cukup lama mengenal Bhakti, suasana siang itu memang terasa berbeda.
Bhakti menjadi bagian dari perjalanan Media Kaltim sampai tumbuh seperti sekarang. Saya masih ingat saat dia pertama kali bergabung. Waktu itu masih berstatus wartawan biasa, lalu pelan-pelan ikut berkembang bersama perjalanan media ini.
Dia termasuk orang yang lebih banyak bekerja daripada banyak bicara. Pelan-pelan ritme kerjanya mulai terlihat. Dari liputan biasa, ikut memahami ritme redaksi, membangun relasi, sampai akhirnya saya percaya memimpin media RadarPaser.com.

Media itu memang kami siapkan untuk menyasar segmen pembaca di Kabupaten Paser dengan pendekatan media digital yang lebih dekat dengan masyarakat daerah.
Dan Bhakti ikut tumbuh bersama proses itu. Karena itu, saat melihat dia berdiri sebagai pengantin, rasanya memang berbeda.
Begitu masuk ke dalam aula Gedung Nommensen, suasana adat Batak langsung terasa. Musik gondang terus mengiringi jalannya acara. Keluarga besar kedua mempelai dipanggil satu per satu sesuai posisi adat dan marganya.
Ada prosesi mangulosi atau pemberian ulos sebagai simbol restu keluarga. Setelah itu dilanjutkan manortor atau tarian adat Batak yang diikuti keluarga besar secara bergantian.
Bhakti tampil mengenakan jas abu-abu gelap lengkap dengan penutup kepala adat Batak. Sementara Theresia mengenakan kebaya adat bernuansa cokelat keemasan.
Prosesi adat berlangsung cukup panjang, tapi suasananya tetap terasa akrab. Banyak keluarga besar yang saling menyapa dan berbincang di sela-sela acara.

Setelah doa penutup prosesi adat selesai, keluarga besar Media Kaltim mendapat kesempatan pertama naik ke atas panggung untuk memberikan ucapan selamat sekaligus foto bersama pengantin.
Tim redaksi dan direktur media jaringan langsung naik ke atas panggung. Sebagian masih sempat bercanda sambil mengatur posisi foto.
Begitu berkumpul, suasananya terasa seperti reuni kecil. Banyak cerita lama keluar lagi. Ada yang mengenang masa-masa awal Media Kaltim berkembang. Ada juga yang sekadar meledek Bhakti karena akhirnya resmi melepas lajang.
Tontong Bhakti Sihombing bukan sekadar direktur media jaringan. Dia sudah menjadi bagian dari perjalanan panjang Media Kaltim sampai sekarang.
Dari wartawan biasa, kini berdiri sebagai pemimpin media daerah sekaligus kepala keluarga baru. Dan saya senang bisa melihat proses itu dari awal. (*)
Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.




