Jenlap Aksi 214 Sebut Sempat Ditawari Rp50 Juta Agar Mundur

SAMARINDA — Jenderal Lapangan (Jenlap) Aliansi Rakyat Kaltim, Fathur Rahman mengungkap adanya dugaan upaya penyuapan yang menyasar dirinya menjelang aksi demonstrasi besar pada 21 April 2026 lalu di Kota Samarinda.

Ia mengaku sempat ditawari uang tunai senilai Rp50 juta agar bersedia mundur dari posisi komando lapangan dan menghentikan pergerakan aksi tersebut.

Pengakuan itu disampaikan Fathur usai menghadiri diskusi publik bertajuk “Kepung 7 Fraksi DPRD Kaltim: Menguji Keberanian dan Integritas DPRD Provinsi Kaltim dalam Melaksanakan Hak Angket” di Samarinda, Sabtu (16/5/2026).

Fathur menegaskan upaya tersebut tidak diarahkan kepada aliansi secara kelembagaan, melainkan secara personal kepada dirinya.

“Betul adanya, tapi sogokan itu bukan ke aliansi, melainkan ke diri saya sendiri, nominalnya ada di kisaran 50 juta,” kata Fathur.

Ia menceritakan dugaan upaya penggembosan gerakan massa itu terjadi sekitar tiga hari sebelum pelaksanaan “Aksi 214” di Samarinda.

Menurutnya, modus dilakukan melalui pihak ketiga yang menghubunginya untuk melakukan pertemuan.

“Kronologinya saya diminta bertemu oleh salah satu teman, dikatakan ada pesan dari seseorang yang dia nggak tahu juga siapa, dia bilang ada titipan dengan syarat mundur dari posisi jendlap,” ujarnya.

Baca Juga:  Dugaan Pungutan di Pusban Semayang, Operasional Jadi Alasan

Meski demikian, Fathur menegaskan dirinya menolak tawaran tersebut karena perjuangan yang dilakukan aliansi disebut murni untuk kepentingan masyarakat.

“Saya menolak, karena apa yang kita perjuangkan hari ini murni dari rakyat, maka kepercayaan yang harus kita jaga bukan masalah materi ataupun nominal,” tegasnya. (MK)

Penulis: Abika Ramadhan
Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.