Perumdam Telusuri Pemilik Tongkang dan Siapkan Langkah Hukum

SAMARINDA – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Samarinda pada Senin (15/6/2026) siang memicu insiden serius di perairan Sungai Mahakam. Sebuah kapal ponton atau tongkang menyenggol kawasan Teras Samarinda dan menghantam jalur pipa distribusi utama milik Perumdam Tirta Kencana sekitar pukul 13.30 WITA.

Hujan deras disertai jarak pandang yang terbatas diduga menjadi penyebab tongkang kehilangan kendali hingga hanyut terlalu dekat ke daratan.

Menindaklanjuti laporan warga yang beredar di media sosial, Tim Divisi Humas dan Perencanaan Perumdam Tirta Kencana langsung melakukan pengecekan di lokasi kejadian untuk memastikan kondisi jaringan distribusi air bersih.

Staf Humas Perumdam Tirta Kencana, Taufik, membenarkan adanya dampak benturan terhadap pipa distribusi berdiameter 700 milimeter yang berada di kawasan tersebut.

“Kami menemukan beberapa klem penahan pipa terbuka dengan panjang kurang lebih 20 meter. Pipanya sendiri bergeser dari posisi semula sekitar 10 sentimeter lebih,” ujar Taufik saat dikonfirmasi, Senin sore.

Meski mengalami pergeseran, Perumdam memastikan hingga saat ini belum ditemukan kebocoran pada jaringan pipa. Distribusi air bersih ke pelanggan di Kota Samarinda juga masih berjalan normal.

Baca Juga:  Kampung Sumber Sari Siapkan Perayaan HUT ke-62 pada 1 Juli

Namun demikian, petugas tetap meningkatkan kewaspadaan karena terdapat satu titik yang mengalami benturan cukup keras dan berpotensi menimbulkan kerusakan lebih lanjut apabila tidak segera ditangani.

“Kondisi saat ini air tetap mengalir dan belum ada kebocoran. Tetapi ada risiko pipa pecah ketika tekanan debit air berada pada titik tertinggi. Saat ini tim distribusi dan perencanaan sedang mengkaji apakah perlu dilakukan penurunan debit sementara selama proses perbaikan,” jelasnya.

Perumdam Tirta Kencana kini melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi pipa untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, hingga saat ini belum ada konfirmasi maupun itikad baik dari pihak kapten atau perusahaan pemilik tongkang yang terlibat dalam insiden tersebut.

Perumdam bersama Satpolairud Polresta Samarinda tengah menelusuri identitas pemilik tongkang sekaligus menghitung besaran kerugian akibat kerusakan fasilitas publik tersebut.

“Kami sedang menelusuri pemilik tongkang bersama Satpolairud Polresta Samarinda. Tim distribusi dan perencanaan juga masih menghitung estimasi kerugian di lapangan. Setelah selesai, kami akan membuat laporan resmi,” tegas Taufik.

Baca Juga:  Hardiknas di Kutim, Mahasiswa Demo Soroti Bus Listrik hingga Sekolah Rakyat

Perumdam Tirta Kencana memastikan akan menempuh langkah hukum dan meminta pertanggungjawaban penuh kepada pihak yang menyebabkan kerusakan tersebut demi menjaga keberlangsungan layanan air bersih bagi masyarakat Samarinda. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.