Fenomena ‘Anak Melahirkan Anak’ di Bontang Mengkhawatirkan, Dokter Badi Ungkap Data Kehamilan dan Persalinan Remaja

BONTANG – Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Fakhruzzabadi, Sp.OG, mengungkapkan data yang ia temui selama praktik, menunjukkan tingginya angka kehamilan remaja, bahkan sebagian di antaranya terjadi pada anak yang belum menikah.

Berdasarkan catatan praktiknya, sejak Januari hingga akhir Mei 2026 terdapat 59 kunjungan pasien hamil berusia di bawah 20 tahun yang menjalani kontrol kehamilan.

“Menurut pengalaman saya di praktik, kehamilan pada usia muda, khususnya di bawah 20 tahun, bukan lagi lumayan banyak, tetapi angkanya sangat tinggi. Dalam lima bulan terakhir saja ada sekitar 59 pasien usia muda yang kontrol hamil,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2026).

Dari puluhan pasien tersebut, tidak semuanya berstatus menikah. Sebagian masih berstatus lajang atau belum memiliki pasangan resmi.

“Mereka yang kontrol hamil ada yang berstatus nyonya karena sudah menikah, tetapi banyak juga yang masih berstatus nona atau belum menikah. Jadi menurut saya, angka kehamilan di bawah umur ini sangat fantastis,” katanya.

Tak hanya kehamilan, dr. Badi sapaannya, juga mengaku prihatin dengan tingginya angka persalinan pada anak di bawah umur. Bahkan ia menyebut kondisi tersebut sebagai fenomena “anak-anak melahirkan anak.” Dalam satu bulan terakhir saja, ia menangani enam kasus persalinan anak di bawah umur.

Baca Juga:  UAS Safari Dakwah di Bontang, Polres Rekayasa Lalu Lintas

Mengejutkannya lagi, empat dari enam pasien tersebut datang ke rumah sakit melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD), bukan karena mengetahui dirinya akan melahirkan.

“Ada yang datang karena nyeri perut hebat, ada yang mengeluh mengalami perdarahan. Setelah diperiksa di IGD baru diketahui, ternyata mereka sedang hamil dan sudah akan bersalin,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, dari empat kasus persalinan yang masuk melalui IGD tersebut, dua bayi berhasil diselamatkan karena memiliki berat lahir di atas dua kilogram, meski masih tergolong rendah.

“Sementara dua bayi lainnya, meninggal dunia akibat lahir dengan berat badan yang sangat kecil,” bebernya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.