BONTANG – Dalam lima bulan pertama 2026, tercatat 59 pasien hamil di bawah usia 20 tahun di Kota Bontang. Angka itu menjadi perhatian serius Komisi A DPRD Kota Bontang.
Ketua Komisi A, Heri Keswanto, menyebut maraknya kehamilan pelajar bukan lagi persoalan pribadi, melainkan ancaman terhadap masa depan generasi.
“Keprihatinan ini sama dengan yang dirasakan orang tua. Kita ingin anak-anak tumbuh baik dan bisa menyelesaikan pendidikan tanpa hambatan,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Ia mendorong keluarga, sekolah, pemerintah, hingga masyarakat memperkuat pendidikan karakter, edukasi kesehatan reproduksi, dan pengawasan terhadap remaja.
Komisi A DPRD Bontang menyatakan akan terus mengawal isu perlindungan anak dan pendidikan agar remaja dapat tumbuh di lingkungan yang sehat dan aman. (Sya/adv)
Editor: Yusva Alam




