TENGGARONG – Jalan poros Tenggarong–Loa Janan di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali ambles. Kondisi tersebut membuat ruas jalan yang menjadi salah satu akses vital masyarakat ditutup total, Sabtu (15/8/2026).
Amblesnya badan jalan terjadi setelah warga mendapati retakan sejak beberapa hari sebelumnya. Kondisinya kemudian mengalami penurunan signifikan pada Sabtu dini hari hingga tidak lagi aman untuk dilintasi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar langsung mengerahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan peninjauan dan penanganan awal.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kukar Muhammad Iriyanto bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Wiyono turun langsung memantau kondisi jalan sekaligus menggelar rapat koordinasi di lokasi.
Rapat tersebut membahas langkah penanganan terhadap badan jalan yang terputus total. Salah satu opsi yang dibahas adalah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dampak penutupan ruas jalan.
Selain badan jalan, pergeseran tanah turut berdampak terhadap saluran air PDAM di sekitar lokasi. Perbaikan saluran tersebut juga menjadi perhatian dalam penanganan awal.
OPD terkait bersama unsur TNI dan Polri masih melakukan koordinasi untuk menentukan langkah konkret di lapangan.
Penanganan dinilai mendesak karena ruas Tenggarong–Loa Janan merupakan salah satu jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.
Warga sekitar, Rozikin, mengatakan tanda-tanda kerusakan badan jalan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir. Penurunan badan jalan kemudian semakin parah pada Sabtu dini hari.
Warga bahkan sempat mendengar suara retakan dari arah badan jalan sebelum kondisinya mengalami penurunan.
“Pas subuh, jadi orang pas subuhan itu kan mulai dia terturun. Ini (amblesnya) subuh. Dari malam itu sudah bunyi keretek-keretek. Namanya sekitar jam 04.30 atau jam 05.00 pagi tadi,” ujarnya.
Menurut Rozikin, jalan masih sempat dilintasi kendaraan hingga sekitar pukul 06.00 Wita. Namun, kondisinya terus memburuk, terlebih ketika air mulai pasang.
Petugas akhirnya menutup akses secara total dan memasang garis polisi di sekitar lokasi.
“Jam 07.00-an lah jalannya ditutup sudah ini,” katanya.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.




