BONTANG – Pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bontang, Senin (17/8/2026), menjadi momen berkesan bagi para anggota Paskibraka yang dipercaya menjalankan tugas pengibaran bendera Merah Putih.
Salah satunya Natasya Aulia Putri, siswi SMK Negeri 1 Bontang yang dipercaya sebagai pembawa baki. Ia mengaku senang setelah berhasil melewati rangkaian seleksi bersama peserta lainnya.
“Perasaannya senang karena sudah melewati banyak seleksi dari teman-teman yang lain. Alhamdulillah jadi salah satu Paskibraka Kota Bontang tahun ini,” ujar Natasya.
Ia mengatakan, selama proses seleksi hingga latihan tidak ada bocoran mengenai siapa yang akan mendapat posisi tertentu. Penetapan dirinya sebagai pembawa baki juga baru dipastikan pada akhir Juli atau awal Agustus.
“Memang fair dari awal sampai akhir seleksinya, tidak ada yang seperti ada bocoran,” katanya.
Menurutnya, rasa tegang tetap muncul ketika harus mengambil bendera dari Wali Kota Bontang. Namun, latihan yang telah dijalani menjadi bekal untuk mengendalikan rasa gugup tersebut.
Natasya yang bercita-cita menjadi apoteker ini, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari petugas upacara tahun ini.
Sementara itu, Komandan Pokok (Danpok) Paskibraka Bontang, Rahmat Putra Grom, mengatakan persiapan menjelang pelaksanaan upacara lebih banyak difokuskan pada pematangan kemampuan masing-masing anggota.
Meski hari sebelumnya merupakan waktu tenang, para anggota tetap berlatih di barak. Kondisi tersebut dilakukan karena medan saat pelaksanaan upacara dinilai berbeda dengan lokasi latihan.
“Kita tahu medan yang kita jalani sekarang pasti bakal beda saat kita latihan,” ujarnya.
Ia juga tak kuasa menahan haru hingga menangis setelah pelaksanaan tugas. Ia mengatakan, momen tersebut menjadi luapan emosi setelah menjalani latihan dengan kondisi cuaca yang cukup berat.
“Terharu. Selama ini kita latihan setengah mati. Apalagi cuaca di Bulan Juli sampai Agustus full panas. Akhirnya latihan selesai, tanggung jawab selesai,” katanya.
Sementara itu, Muhammad Alviansyah yang bertugas sebagai pembentang bendera mengaku sempat merasa gugup saat menjalankan tugas. Namun, ia berusaha tetap tenang agar dapat menjalankan perannya dengan baik.
Berbeda dengan pembentang, petugas pengerek bendera, Muhammad Alfan Akbar, memiliki tanggung jawab mengatur tempo pengibaran, agar posisi bendera sesuai dengan iringan lagu Indonesia Raya.
Ia menjelaskan, petugas pengerek telah diberikan hitungan khusus sebagai acuan saat menarik tali bendera.
“Kita diajari ada yang namanya hitungan. Kita dapatnya 24 hitungan, jadi sekali tarik satu, dua sampai selesai,” jelas Alfan.
Alfan sendiri mengaku bangga ketika akhirnya dipercaya menjadi bagian dari pasukan delapan. Ia sempat mengalami masa sulit saat awal latihan hingga harus mendapat penanganan medis.
“Awal latihan saya sempat down, sempat masuk medis. Saya sudah berharap tidak bisa jadi pasukan delapan. Ternyata saya bisa jadi pengerek,” ujarnya.
Adapun Natasya sebagai pembawa baki telah mengetahui penugasannya sejak akhir Juli. Sementara petugas dalam tim pengibaran baru mengetahui posisi masing-masing saat pengukuhan pada Sabtu malam, dua hari sebelum pelaksanaan upacara.
Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam




