Gelombang Tinggi, BPBD Bontang Minta Warga Tunda Aktivitas di Laut

BONTANG – Kondisi cuaca yang masih tidak bersahabat membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mengingatkan masyarakat, untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan.

BPBD mengimbau warga, khususnya yang hendak berwisata ke laut maupun memancing, untuk menunda kegiatan tersebut hingga kondisi cuaca lebih aman.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail Abdullah, mengatakan gelombang tinggi sewaktu-waktu dapat membahayakan keselamatan warga di laut.

“Kalau ingin wisata ke laut atau mancing sebaiknya tunda dahulu, takutnya membahayakan,” katanya, Kamis (20/8/2026).

Imbauan tersebut juga berkaitan dengan sejumlah kejadian di perairan dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya kapal wisata yang karam, serta seorang nelayan Bontang yang ditemukan meninggal dunia setelah terseret hingga wilayah Kutai Timur (Kutim).

Kondisi tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika hendak melaut. Terlebih, perubahan cuaca dan gelombang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Tapi kalau memang ada keperluan harus beraktivitas ke laut perlengkapan keselamatan harus dipersiapkan, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Dibangun Dua Lantai, Lokasi Uji Kir Ditetapkan di Bonles

Ia menekankan penggunaan perlengkapan keselamatan, terutama pelampung atau life jacket, bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di laut.

Adapun dari hasil rapat koordinasi bersama pemerintah tingkat provinsi, kondisi cuaca ekstrem yang dipengaruhi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun.

Sementara itu, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian karena dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di wilayah perairan.

Karena itu, BPBD meminta masyarakat mengutamakan keselamatan dan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum memutuskan untuk melaut.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.