TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengingatkan mahasiswa baru Universitas Kutai Kartanegara agar tidak menjadikan nilai akademik sebagai satu-satunya target selama kuliah.
Mahasiswa justru diminta aktif berorganisasi untuk mengasah kepemimpinan, empati, kemampuan bekerja sama dan kepedulian terhadap persoalan sosial.
Pesan itu disampaikan Aulia saat menghadiri hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unikarta 2026, Rabu (26/8/2026).

Sebanyak 440 mahasiswa baru mengikuti PKKMB yang berlangsung 25–27 Agustus 2026.
Menurut Aulia, kemampuan akademik tetap penting. Namun, bekal tersebut belum cukup untuk menghadapi dunia profesional maupun kehidupan di tengah masyarakat.
Pengalaman organisasi dinilai dapat membantu mahasiswa belajar mengambil keputusan, memimpin, bekerja sama dan memahami persoalan sosial yang tidak selalu diperoleh di ruang kuliah.
Aulia kemudian menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Di tengah kesibukan akademik, ia juga aktif dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Pengalaman itu menjadi contoh bahwa kehidupan mahasiswa tidak harus berhenti pada kegiatan perkuliahan.
“Ada pesan-pesan kami terhadap tiga tanggung jawab itu tadi. Salah satunya bisa diselesaikan dengan mengikuti, bukan hanya mengikuti kegiatan akademik formal saja, akan tetapi juga mengikuti organisasi kemahasiswaan selama mereka menjadi mahasiswa,” jelas Aulia.
Tiga tanggung jawab yang dimaksud mencakup tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, organisasi dapat menjadi salah satu ruang pembentukan kapasitas untuk menjalankan ketiga tanggung jawab tersebut.
Aktivitas organisasi juga dinilai mampu membangun soft skill yang tidak selalu terbentuk melalui proses akademik. Di antaranya kepemimpinan, empati dan jiwa sosial.
Kemampuan itu penting karena mahasiswa nantinya akan berhadapan dengan masyarakat yang memiliki latar belakang dan persoalan berbeda.
“Nah, ini tentunya bisa ditempuh, dipupuk, dan dibina melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan,” kata Aulia.
Ia meminta mahasiswa mulai membuka diri terhadap berbagai aktivitas kemahasiswaan tanpa mengabaikan kewajiban akademik.
Pengalaman berorganisasi diharapkan menjadi bekal ketika mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan mulai mengambil peran di tengah masyarakat.
Aulia juga menempatkan mahasiswa baru sebagai bagian penting dari proses regenerasi Kutai Kartanegara.
Menurutnya, mahasiswa yang saat ini memulai pendidikan merupakan generasi yang kelak mengambil alih berbagai peran dalam pembangunan daerah.
Ia menggunakan perumpamaan “matahari terbit” untuk menggambarkan posisi mahasiswa baru. Sementara generasi yang saat ini menjalankan pemerintahan berada pada fase menuju akhir pengabdian, mahasiswa adalah generasi yang sedang tumbuh menuju puncak.
“Teman-teman mahasiswa baru ini merupakan salah satu generasi penerus Kutai Kartanegara. Mereka merupakan matahari terbitnya Kutai Kartanegara,” tutup Aulia.
Pemkab Kukar berharap masa kuliah tidak hanya menghasilkan lulusan dengan ijazah dan nilai akademik tinggi, tetapi juga generasi yang memiliki pengalaman organisasi, kapasitas kepemimpinan dan kepekaan sosial.
Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.




