Karhutla Kaltim Menguat, Pemerintah Tambah Pompa dan Ribuan Personel

BALIKPAPAN – Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur diperkuat besar-besaran. Pemerintah pusat mengirim 39 unit pompa pemadam beserta perlengkapannya, sementara TNI mengerahkan 5.334 personel untuk membantu penanganan di berbagai wilayah.

Penguatan dilakukan ketika data BPBD Kaltim mencatat 1.082 titik panas tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota.

Sebanyak 39 pompa tiba di Kaltim, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 10.55 WITA menggunakan pesawat Hercules C-130/A-1337 dari Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

Bantuan diserahkan Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Muzafar kepada Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan di Lanud Dhomber Balikpapan.

Muzafar mengatakan pemerintah menyiapkan total 100 pompa untuk membantu penanganan karhutla. Sebanyak 25 unit berasal dari Kementerian Pertahanan, sedangkan 75 unit lainnya merupakan bantuan Kementerian Pertanian.

“Pada tahap distribusi terbaru, sebanyak 39 pompa beserta perlengkapannya telah dikirim ke wilayah yang membutuhkan,” ujarnya.

Total peralatan yang dikirim memiliki berat sekitar 12,9 ton.

Selain tambahan peralatan, TNI juga menurunkan ribuan personel di bawah koordinasi Kodam VI/Mulawarman.

Baca Juga:  Hak Angket DPRD Kaltim Masuk Tahap Penjadwalan Banmus

“Jajaran TNI sudah menurunkan pasukan di bawah koordinator Kodam VI/Mulawarman sebanyak 5.334 personel,” jelas Muzafar.

Penguatan tersebut dilakukan seiring tingginya jumlah hotspot di Kaltim. Kutai Timur tercatat paling banyak dengan 276 titik panas.

Penajam Paser Utara berada di posisi berikutnya dengan 160 titik, kemudian Kutai Kartanegara 141 titik, Paser 108 titik, Berau 58 titik, Balikpapan 40 titik dan Samarinda 31 titik.

Mahakam Ulu tercatat 25 titik, Kutai Barat 18 titik dan Bontang satu titik.

“Seluruhnya ada 1.082 hotspot,” kata Muzafar.

Pemerintah daerah kini menyiapkan pola distribusi pompa berdasarkan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah.

Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan data karhutla akan dipadukan dengan kondisi kekeringan serta kebutuhan sektor pertanian.

Wilayah dengan tingkat kebutuhan lebih besar, termasuk Paser, Berau dan Kutai Kartanegara, diproyeksikan mendapat porsi bantuan lebih banyak.

“Sesegera mungkin. Kami setelah ini akan rapat dengan beberapa tim, termasuk BPBD kota,” ujarnya.

Distribusi juga akan mempertimbangkan jumlah titik api, kondisi kekeringan hingga kebutuhan sumber air di lapangan.

Baca Juga:  Simbol Baru Hukum Kutim: Proyek Rp58 M Kejari Kutim Janjikan Pelayanan Publik Kelas Atas

Buyung mengingatkan penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman. Pencegahan menjadi bagian penting karena kondisi kemarau membuat api lebih mudah menyebar.

Ia meminta masyarakat maupun perusahaan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Bapak Presiden sudah menekankan akan ditindak tegas. Saya ingatkan lagi, akan ditindak tegas,” tegas Buyung.

Larangan tersebut berlaku untuk perseorangan maupun korporasi.

“Jadi, kami mengimbau kepada masyarakat ataupun personal maupun korporat untuk tidak membakar lahan yang mengakibatkan bencana seperti ini,” katanya.

Dengan tambahan pompa dan ribuan personel, pemerintah berharap respons terhadap titik api dapat dilakukan lebih cepat, terutama di daerah dengan hotspot tinggi dan akses pemadaman yang sulit.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S.

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.