Karhutla Kembali Terjadi di Kutim, Tiga Hektare Gambut Terbakar

SANGATTA – Kebakaran melanda sekitar tiga hektare lahan gambut di Jalan Swadaya Ujung, RT 35, Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur, Minggu (30/8/2026). Api berhasil dikendalikan, tetapi petugas masih mewaspadai bara yang bertahan di bawah permukaan tanah.

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 16.10 WITA. Tiupan angin cukup kencang membuat api cepat menjalar di kawasan tersebut.

Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan personel gabungan bergerak menuju lokasi sekitar pukul 16.15 WITA. Pemadaman dimulai sekitar 12 menit kemudian.

“Sekitar pukul 16.15 WITA, personel gabungan menuju titik api dan pada pukul 16.27 WITA langsung melaksanakan upaya pemadaman,” ujar Bambang.

Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 17.45 WITA. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.

Meski api di permukaan berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan pendinginan dan pemantauan. Kondisi lahan gambut membuat bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan berpotensi kembali memunculkan titik api.

Penanganan melibatkan personel TNI, Polri, BPBD Kutim, Damkar, pemerintah kecamatan, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, dan sejumlah instansi terkait.

Baca Juga:  TMMD ke-127 Berakhir, Infrastruktur Desa Linggang Amer Ditingkatkan

Armada yang dikerahkan antara lain mobil water supply dan kendaraan patroli BPBD Kutim, mobil tangki Lanal Sangatta, mobil supply Damkar, serta kendaraan supply KPHP Bengalon.

Personel di lapangan berasal dari Lanal Sangatta, Pos Muara Sangatta, Polsubsektor Sangatta Selatan, BPBD Kutim, Kecamatan Sangatta Selatan, MPA Singa Geweh, Laskar Kebangkitan Kutai, Tagana, Koramil Sangatta Utara, Damkar, Brimob BKO Samarinda, dan KPHP Bengalon.

Bambang mengatakan karakteristik lahan gambut membutuhkan kewaspadaan lebih dalam proses pemadaman. Api yang tidak lagi terlihat di permukaan belum memastikan seluruh bara di dalam tanah telah padam.

Petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama saat cuaca panas dan angin kencang.

Penyebab kebakaran belum diketahui. Aparat masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber awal api.

Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas pembakaran terbuka dan kegiatan lain yang berpotensi memicu kebakaran selama kondisi cuaca kering. (MK)

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S.

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.