Central Park Borneo Bay Siapkan 1.000 Lapangan Kerja, Warga Lokal Diminta Diprioritaskan

SAMARINDA – Central Park Borneo Bay Balikpapan diproyeksikan menyerap lebih dari 1.000 pekerja pada tahap awal operasional. Pemprov Kaltim meminta peluang kerja tersebut tidak lewat begitu saja bagi warga lokal, khususnya pencari kerja di Balikpapan dan sekitarnya.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji meminta pengelola melibatkan pemerintah sejak tahap persiapan perekrutan. Kebutuhan tenaga kerja dapat disandingkan dengan data pencari kerja maupun program pelatihan yang dimiliki pemerintah daerah.

“Kita tentu berharap ini bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja di Kaltim, khususnya Balikpapan dan sekitarnya. Kalau ada mal baru, pemerintah bisa terlibat sejak awal, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan pelibatan UMKM,” kata Seno saat menerima jajaran pengelola Central Park Borneo Bay di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, keterlibatan pemerintah penting agar kebutuhan tenaga kerja dari pengelola dapat dipertemukan dengan pencari kerja yang memiliki kompetensi sesuai.

“Harapan kita tenaga kerja bisa terserap lebih banyak, mengingat angka pengangguran masih cukup tinggi,” ujarnya.

Permintaan tersebut berkaitan dengan kondisi pasar kerja Balikpapan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Balikpapan pada Agustus 2025 mencapai 5,84 persen.

Baca Juga:  Hunian Baru di Palaran Makin Dikebut, Rain Realty Pacu Pembangunan Samara Residence

Dari 382.815 orang dalam angkatan kerja, sebanyak 360.464 orang tercatat bekerja. Selisihnya sekitar 22 ribu orang yang belum terserap dalam pekerjaan.

Sebagian besar penduduk yang bekerja di Balikpapan berada di sektor jasa, yakni 270.880 orang atau 75,15 persen. Kehadiran pusat perbelanjaan baru berpotensi menambah kebutuhan pekerja di sektor ritel, makanan dan minuman, keamanan, kebersihan, logistik hingga pengelolaan gedung.

General Manager Plaza Balikpapan dan Central Park Borneo Bay Aries Adriyanto mengatakan kebutuhan tenaga kerja pada tahap awal diperkirakan lebih dari 1.000 orang.

“Harapan kami ini bisa menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, sekitar 1.000 lebih pekerja. Tentu saja ini juga dapat meningkatkan pendapatan daerah,” kata Aries.

Namun, dalam audiensi tersebut belum dijelaskan secara rinci jadwal perekrutan, jenis pekerjaan, jumlah kebutuhan pada masing-masing posisi maupun mekanisme penerimaan tenaga kerja.

Selain penyerapan pekerja, Pemprov Kaltim meminta Central Park Borneo Bay memberikan ruang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

“Kita ingin mengangkat ribuan UMKM baru di Kaltim. Kalau memang bisa dipermudah persyaratannya, kita ingin tahu apa yang harus dilakukan agar pelaku UMKM bisa ikut serta, berkontribusi, dan terlibat langsung dalam pengembangan mal baru ini,” kata Seno.

Baca Juga:  Komplotan Perampok Konter Brilink Dibekuk, Tiga Tersangka dan Satu Buron

Pengelola menyatakan telah menyiapkan trade center yang dilengkapi zona UMKM dan area pujasera untuk menampung produk serta usaha lokal.

“Di trade center zona UMKM dan food court akan ada banyak UMKM yang masuk. Kami ingin pelaku usaha lokal ikut berkontribusi, bukan hanya sebagai penonton, tetapi benar-benar terlibat dalam kegiatan ekonomi,” ujar Aries.

Peluang tersebut cukup besar mengingat Balikpapan memiliki sekitar 93 ribu UMKM aktif hingga November 2025. Sekitar 87 ribu di antaranya masuk kategori usaha mikro.

Meski demikian, pembahasan belum masuk ke rincian teknis mengenai jumlah ruang untuk UMKM, tarif sewa, mekanisme kurasi maupun bentuk kemudahan yang akan diberikan kepada pelaku usaha lokal.

Seno juga membuka peluang kolaborasi pusat perbelanjaan dengan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Pameran produk lokal, kegiatan budaya hingga agenda pariwisata dapat dimanfaatkan untuk menarik pengunjung sekaligus memperluas pasar UMKM.

“Kami optimistis ini bisa menjadi magnet baru bagi Kaltim, khususnya Balikpapan. Apalagi tahun depan IKN akan semakin aktif dan Wakil Presiden juga akan berkantor di sana,” kata Seno.

Baca Juga:  Andi Harun Ingatkan Bahaya Penyusup dalam Aksi Demonstrasi

Aries juga berharap pemerintah daerah dapat menghubungkan aktivitas pusat perbelanjaan dengan sektor pariwisata untuk meningkatkan kunjungan dan transaksi tenant.

“Pemerintah daerah bisa mendorong pariwisata, sehingga roda perekonomian juga bisa meningkat,” harapnya.

Central Park Borneo Bay merupakan bagian dari kawasan Borneo Bay City di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 1, Balikpapan Kota. Kawasan superblok tersebut dikembangkan PT Agung Podomoro Land Tbk di atas lahan reklamasi seluas 4,9 hektare di tepi Teluk Balikpapan.

Borneo Bay City mencakup 1.220 unit apartemen dalam dua menara, Plaza Balikpapan, Balikpapan Trade Centre, serta Central Park Borneo Bay.

Audiensi turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaltim Rozani Erawadi serta Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kaltim Heni Purwaningsih.

Dari pengelola Central Park Borneo Bay hadir Assistant General Manager Eko Prasetyo dan Manager Marketing Communication Adistya Rian Pratama. (adm/MK)

Editor: Agus S.

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.