BALIKPAPAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berulang di Balikpapan. Hingga Kamis (3/9/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 53 kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 24,4 hektare.
Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali mengatakan puluhan kejadian tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Sebagian besar kebakaran masih dalam skala relatif kecil dan dapat ditangani petugas di lapangan.
“Dari 53 kejadian itu, secara keseluruhan ada 24,4 hektare atau 244.666 meter persegi lahan yang terbakar,” ujar Usman, Kamis (3/9/2026).

Balikpapan Utara menjadi kecamatan dengan kejadian terbanyak, yakni 17 kasus. Dari jumlah tersebut, delapan kejadian tercatat di Kelurahan Graha Indah.
Menurut Usman, kondisi geografis Balikpapan Utara menjadi salah satu faktor yang membuat wilayah tersebut rawan kebakaran. Kecamatan dengan luas sekitar 132,16 kilometer persegi itu masih memiliki banyak lahan kosong, semak belukar dan ilalang.
Sejumlah wilayah juga berbatasan dengan kawasan hijau maupun hutan lindung. Ketika cuaca panas dan lahan mengering, vegetasi tersebut lebih mudah terbakar apabila terdapat sumber api.
Balikpapan Selatan berada di urutan berikutnya dengan 14 kejadian. Kelurahan Sepinggan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak di kecamatan tersebut, yakni delapan kejadian.
Sementara Balikpapan Timur mencatat 13 kejadian dan Balikpapan Barat tiga kejadian. Berdasarkan data yang disampaikan BPBD, Balikpapan Kota belum mencatat kejadian karhutla.
Data tersebut masih bersifat sementara. Pada Kamis (3/9/2026), petugas kembali menangani kebakaran lahan di Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat.
“Untuk saat ini, sedang dalam penanganan petugas,” tegas Usman.
Dengan adanya kebakaran terbaru di Kariangau, rekapitulasi jumlah kejadian maupun luas lahan terbakar masih berpotensi bertambah setelah penanganan dan pendataan lapangan selesai dilakukan.
BPBD mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah selama kondisi kering. Api dalam skala kecil dapat dengan cepat merambat ke semak dan vegetasi kering di sekitarnya.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas. (MK)
Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S.




