PASER – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Polres Paser memperkuat kemampuan penanganan di lapangan. Sebanyak 13 mobil patroli double cabin kini dibekali tandon air berkapasitas 1.200 liter dan peralatan pemadam sehingga dapat langsung dikerahkan ketika ditemukan titik api.
Armada tersebut disiagakan di Polres Paser dan jajaran Polsek, Jumat (4/9/2026). Selain untuk patroli dan pencegahan, kendaraan dipersiapkan sebagai unit pemadaman awal sebelum api meluas.
Kapolres Paser AKBP Sofyan mengatakan setiap kendaraan dilengkapi tandon air, selang hingga mesin pompa.
“Masing-masing kendaraan dilengkapi 1 tandon air kapasitas 1.200 liter, 3 buah selang air sepanjang 90 meter, nosel, dan mesin alkon,” kata Sofyan.
Dengan 13 kendaraan, kapasitas air yang dapat dibawa armada patroli tersebut secara keseluruhan mencapai 15.600 liter dalam sekali pengisian.
Polres Paser juga menyiagakan satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Jika seluruh kendaraan membawa muatan penuh secara bersamaan, sedikitnya 20.600 liter air dapat dibawa untuk mendukung penanganan kebakaran.
Penguatan armada dilakukan ketika Paser masih menghadapi ancaman karhutla. Kondisi tersebut sebelumnya juga membuat Dinas Kesehatan Paser meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat asap kebakaran.
Namun, upaya Polres Paser tidak hanya difokuskan pada pemadaman. Pencegahan dilakukan dengan menyebarkan 100 spanduk berisi Maklumat Kapolda Kaltim dan imbauan Kapolres Paser tentang larangan membakar hutan dan lahan.
Spanduk akan disebarkan melalui seluruh Polsek dan dipasang terutama di kawasan rawan karhutla serta lokasi yang banyak dilalui masyarakat.
“Spanduk itu nantinya akan kita pasang di titik-titik rawan dan pusat keramaian, agar dapat dilihat masyarakat,” ujarnya.
Sofyan juga meminta personel tidak sekadar memasang imbauan. Petugas diminta turun memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai risiko membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Berikan edukasi dan imbauan secara langsung dengan pendekatan humanis. Jelaskan bahaya karhutla dan dampaknya bagi kesehatan serta lingkungan,” pungkasnya.
Pewarta: Nash
Editor: Agus S.




