PENAJAM PASER UTARA – Atlet esports Penajam Paser Utara (PPU) masih diperjuangkan agar dapat tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 yang dijadwalkan berlangsung November mendatang. Persoalannya, ESI PPU sebelumnya tidak mengikuti Babak Kualifikasi (BK) Porprov karena kepengurusan saat itu dibekukan.
Setelah kepengurusan baru terbentuk, Esports Indonesia (ESI) PPU mulai mencari jalan agar persoalan administrasi tersebut tidak menutup kesempatan atlet daerah berlaga di Porprov.
Upaya itu mendapat dukungan Bupati PPU Mudyat Noor. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak terkait di tingkat Provinsi Kaltim untuk membuka peluang keikutsertaan atlet esports PPU.
“Tadi sudah kita komunikasikan, harusnya sih bisa tanpa halangan. Pada prinsipnya Porprov itu kan pestanya kabupaten/kota, kalau ada daerah yang ingin mengirim atletnya, harusnya tidak ada pembatasan,” kata Mudyat saat menerima audiensi pengurus ESI PPU, Selasa (1/9/2026).
Menurut Mudyat, keikutsertaan atlet esports bukan hanya persoalan kompetisi. Cabang olahraga tersebut juga dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus mengarahkan minat mereka menuju prestasi.
“Kegiatan yang dilakukan oleh ESI ini dalam rangka membina atlet dan generasi muda kita untuk meraih prestasi serta mengarahkan ke hal yang positif. Sehingga kegiatan ini bisa menghasilkan atlet-atlet terbaik,” ujarnya.
Ketua ESI PPU Muhammad Bijak Ilhamdani menjelaskan, ketidakhadiran PPU pada BK Porprov terjadi ketika kepengurusan ESI PPU sedang dibekukan.
“Karena kita tidak ikut BK Porprov, tapi saya pikir kesalahan bukan ada di kita karena pada waktu itu pengurus dibekukan. Namun mudah-mudahan, karena semangatnya lagi bagus dan pengurus terbentuk, kita upayakan agar bisa berpartisipasi,” katanya.
Kepengurusan baru ESI PPU terbentuk setelah mendapat rekomendasi dari ESI Provinsi Kaltim. Pengurus kemudian mulai memetakan atlet potensial melalui sejumlah komunitas esports di PPU.
Beberapa nama bahkan telah dikantongi berdasarkan rekam jejak dan potensi prestasinya.
“Penjaringan atlet sebenarnya kita sudah punya beberapa titik komunitas yang dianggap punya potensi. Bahkan ada beberapa nama yang sudah kami kantongi melihat rekam jejaknya,” ujar Bijak.
Namun, peluang tampil di Porprov masih membutuhkan penyelesaian aspek administrasi. Disdikpora PPU selanjutnya akan berkoordinasi dengan KONI dan Bidang Pembinaan Prestasi untuk memastikan kemungkinan keikutsertaan sekaligus kesiapan kontingen.
“Harapan kita, koordinasi ini bukan hanya di internal cabor, tetapi juga dengan para pembina agar target prestasi bisa terwujud,” tegas Bijak. (MK)
Pewarta: Robbi Lalat
Editor: Agus S.




