BONTANG – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Bontang masih sering terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mempertahankan status siaga, menyusul minimnya curah hujan dan prediksi fenomena El Nino, yang berpotensi berlangsung hingga Desember 2026 mendatang.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail mengatakan bahwa potensi karhutla masih sangat perlu diwaspadai. Kondisi lahan yang kering membuat kebakaran berpeluang kembali terjadi, meski kalender telah memasuki Oktober.
“Terpantau di lapangan, untuk kasus karhutla masih ada, jadi kita masih tetap waspada dan siaga. Karena prediksi BMKG El Nino ini sampai di Desember mendatang,” katanya saat di konfirmasi, Jumat (9/10/2036).
Berdasarkan catatan yang dimiliki oleh BPBD, di sepanjang 2026 hingga Sabtu (3/10/2026) kemarin, telah tercatat ada sebanyak 63 kasus kebakaran lahan di wilayah Bontang. Bahkan, pada awal Oktober saja, kebakaran lahan sudah terjadi dua kali, tepatnya di Kamis (1/10/2026) lalu dan Sabtu (3/10/2026).
Selain itu Ismail juga menyebutkan bahwa, masih minimnya potensi curah hujan di wilayah Bontang, menjadi salah satu faktor yang membuat potensi kebakaran masih terbilang tinggi.
Sebab, Bontang baru kembali diguyur hujan, Minggu (27/9/2026), setelah sekitar tiga bulan mengalami kemarau. Hujan yang turun belum cukup untuk mengakhiri kondisi kering di sejumlah wilayah. Akibatnya, beberapa titik lahan kembali terbakar, meski Oktober biasanya mulai memasuki periode musim penghujan.
Maka dari itu, BPBD pun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama selama kondisi cuaca masih kering. Masyarakat sangat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kewaspadaan masyarakat dinilai penting, untuk mencegah kebakaran meluas dan menekan penambahan kasus karhutla di Bontang. Jadi jangan asal membakar atau membuka lahan secara sembarangan,” pungkasnya.
Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam




