BONTANG – Komisi C DPRD Kota Bontang bersama Komisi A menyoroti keterlambatan pengerjaan proyek jalan, di Jalan Gotong Royong, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan, DPRD menegaskan agar kontraktor segera mengejar progres pekerjaan, sehingga dapat rampung sesuai tenggat waktu.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mengatakan progres pekerjaan saat ini masih di tahap sekitar 45 persen. Ia meminta pihak kontraktor memaksimalkan pengerjaan, agar proyek tersebut tidak kembali mengalami keterlambatan.
“Penegasan dari kami DPRD, terutama Komisi C dan teman-teman Komisi A, proyek ini harus selesai sesuai waktu yang ditentukan. Sehingga kami meminta dengan tegas agar bisa dikejar,” ujarnya saat ditemui, Selasa (13/10/2026).
Selain menyoroti progres pekerjaan, DPRD juga memberi perhatian terhadap rencana penutupan akses jalan, selama beberapa hari ke depan. Penutupan tersebut diperlukan, untuk mendukung pengerjaan turap dan pemasangan gorong-gorong di kawasan tersebut.
Maka dari itu, Sahib meminta pihak kelurahan, kecamatan, serta ketua RT setempat agar bisa menyosialisasikan rencana penutupan jalan kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting, agar warga mengetahui kondisi tersebut sejak awal, dan dapat menyesuaikan aktivitas maupun akses perjalanan mereka.
Ia juga mengingatkan, minimnya informasi kepada warga berpotensi menimbulkan pertanyaan dan kebingungan di tengah masyarakat, terutama ketika akses jalan tiba-tiba ditutup untuk kepentingan pengerjaan proyek.
“Jangan sampai jalan ini ditutup, tetapi warga tidak tahu, sehingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan lagi kepada pemerintah,” tegasnya.
Sahib menyebutkan, proyek tersebut ditargetkan bisa rampung di 22 November mendatang. Untuk proses pengerjaan pun telah berlangsung selama beberapa bulan, tetapi mengalami keterlambatan akibat sejumlah faktor yang disampaikan kepada kontraktor saat sidak berlangsung.
DPRD berharap sisa pekerjaan dapat segera dituntaskan sesuai jadwal. Di sisi lain, koordinasi antara kontraktor dan pemerintah setempat juga perlu diperkuat, khususnya dalam menyampaikan informasi.
“Agar aktivitas masyarakat tetap dapat diantisipasi, selama proses pengerjaan berlangsung,” pungkasnya.
Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam




