BONTANG – Komunitas Kopinicus kembali menggelar kompetisi menyeduh kopi bertajuk Seduh Rusuh Vol. 20 di Melali Coffee, Kelurahan Api-Api, Minggu (18/10/2026). Ajang bulanan ini menghadirkan konsep pertandingan yang unik dan tidak biasa, yakni tanpa dewan juri khusus.
Sebanyak 24 peserta yang terdiri atas barista, home brewer, dan pencinta kopi bertarung dalam format “tarung tiga”.
Dalam sistem ini, tiga peserta menyeduh kopi secara bersamaan di setiap kelompok. Uniknya, para peserta sendiri yang bertindak sebagai juri untuk menilai hasil racikan lawan.
Untuk menjamin objektivitas, panitia mengacak posisi cangkir kopi sebelum proses penilaian dimulai. Setiap peserta kemudian mencicipi dan memilih seduhan yang dianggap memiliki karakter rasa terbaik. Konsep tersebut tidak hanya menguji ketepatan teknik manual brewing, tetapi juga melatih ketajaman sensorik serta kepekaan peserta terhadap selera komunitas.
Panitia acara, M. Farouk, menjelaskan bahwa kompetisi ini sengaja dirancang untuk menempa mental para peracik kopi lokal.
“Event kali ini sungguh rusuh dan sangat melatih mental untuk para barista yang ada di Bontang,” ujar Farouk.
Setelah melalui babak penyisihan hingga semifinal, tiga finalis—Dermawan G. Pasarela (Dg. Pasarela), Ramadaniansyah, dan Ervin—saling beradu pada babak puncak. Dg. Pasarela akhirnya keluar sebagai juara setelah mengumpulkan dua poin tertinggi. Ia berhak memboyong piala bergilir, biji kopi, serta uang pembinaan.
Dg. Pasarela menilai ajang semacam ini sangat krusial bagi perkembangan ekosistem kopi di Bontang.
“Event Seduh Rusuh tiap bulan harus diadakan oleh Kopinicus karena bagus untuk melatih mental,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada para peracik kopi di Bontang agar tidak cepat puas dan terus meningkatkan profesionalisme. “Untuk teman-teman barista Bontang, mentalnya harus diperkuat dengan training bersertifikat,” kata Dg. Pasarela.
Selain menjadi sarana kompetisi, Seduh Rusuh Vol. 20 menjadi wadah silaturahmi untuk bertukar pengetahuan seputar suhu air, takaran, hingga teknik penggilingan biji kopi. (Rls/Rian)
Editor: Yusva Alam




