BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, berharap harga bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil agar tidak menambah beban masyarakat dan dunia usaha.
Menurutnya, harga BBM non-subsidi tidak dapat dinaikkan secara sepihak karena berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan telah mendapat jaminan dari Presiden. Sementara itu, Pertalite masih mendapat subsidi pemerintah sehingga relatif lebih terjaga.
“Untuk BBM non-subsidi tidak mungkin dinaikkan begitu saja karena ada garansi dari Bapak Presiden dan ini juga merupakan kebijakan pemerintah pusat. Pemerintah masih memberikan subsidi untuk Pertalite, tetapi Pertamax mengikuti harga global,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Andi Faizal menjelaskan, berbeda dengan Pertalite, harga Pertamax sebagai BBM non-subsidi sangat dipengaruhi perkembangan harga minyak dunia dan situasi geopolitik internasional.
Menurutnya, dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga minyak mentah dunia.
Jika hubungan kedua negara membaik dan perundingan berjalan positif, harga minyak dunia berpotensi turun sehingga dapat berdampak pada penurunan harga Pertamax. Sebaliknya, jika ketegangan kembali meningkat, harga minyak berpotensi naik.
“Kalau nanti hubungan atau perundingan antara Amerika dan Iran berjalan baik, otomatis harga Pertamax bisa turun. Tetapi kalau perundingannya gagal lagi, tentu ada kemungkinan harga kembali naik karena mengikuti kondisi pasar global,” jelasnya.
Meski demikian, Andi Faizal berharap pemerintah pusat dapat terus menjaga stabilitas harga energi agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Menurutnya, kepastian harga BBM menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan dunia usaha.
“Kita inginnya semuanya bisa stabil. Dengan harga yang stabil, masyarakat juga lebih tenang dan dunia usaha bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Adv)
Pewarta: Dwi S.
Editor: Agus S.




