SAMARINDA – Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur 2026 kembali menemui jalan buntu. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) belum mencapai titik temu terkait penyusunan ulang postur belanja pembangunan setelah terjadinya koreksi besar dari pemerintah pusat.
Kebuntuan ini dipicu keputusan Pemerintah Pusat memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam jumlah besar. Akibat pemangkasan tersebut, APBD yang sebelumnya diproyeksikan Rp21,3 triliun dalam dokumen KUA-PPAS harus direvisi tajam menjadi sekitar Rp15 triliun.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim yang juga anggota Banggar, M. Darlis Pattalongi, mengatakan pembahasan menjadi tersendat karena pemerintah provinsi pada awalnya masih berharap pemotongan TKD bisa dibatalkan. Namun upaya lobi dan audiensi ke Kementerian Keuangan tidak membuahkan hasil.
“Ketika pemotongan dipastikan tetap ada, pembahasan langsung tersendat. Untuk sementara harus ditunda dulu,” ujar Darlis.
Menurutnya, Banggar berharap pemerintah pusat dapat memberikan kelonggaran dengan mengurangi besaran pemangkasan. “Bayangkan, yang terpotong itu Rp6,3 triliun. Tentu kami sangat tidak siap,” tegasnya.
Banggar dan TAPD sebelumnya telah menjadwalkan pembahasan maraton selama tiga hari. Namun perubahan angka yang begitu besar membuat diskusi tidak bisa dilanjutkan sesuai rencana dan harus diperpanjang.
“Masih butuh pembahasan yang lebih mendalam,” kata Darlis.
Politikus PAN itu menegaskan pembahasan APBD tidak akan berhenti total. Saat ini, kedua pihak meminta waktu untuk rapat internal guna menyusun ulang skenario dan prioritas anggaran sebelum kembali duduk bersama.
“Akan ada pembahasan ulang dengan persiapan yang lebih matang,” ujarnya.
Darlis mengingatkan bahwa perubahan drastis pada struktur anggaran akan berdampak luas pada berbagai program pembangunan di Kaltim. Pemerintah daerah kini menghadapi tantangan berat untuk menjaga agar manfaat pembangunan tetap dirasakan masyarakat meski ruang fiskal semakin terbatas.
“Termasuk program Gratispol, kemungkinan besar juga terdampak pengurangan,” tutupnya. (MK)
Editor: Agus S




