Data Pencari Kerja di Bontang Ditarget Rampung Desember, Mulai Disalurkan ke Perusahaan 1 Januari

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan proses pendataan pencari kerja akan tuntas pada Desember 2025. Mulai 1 Januari 2026, data tersebut akan langsung disalurkan kepada seluruh perusahaan di Kota Bontang sebagai dasar perekrutan tenaga kerja.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa penyelesaian data kini memasuki tahap akhir di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).

“Kita secepatnya berikan data tersebut. Januari tanggal 1 kalau bisa sudah disebar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Disnaker telah melaporkan bahwa pendataan hampir rampung. Selanjutnya, data itu akan diplenokan secara internal dan disusun mulai dari nama, alamat, nomor telepon, hingga keterampilan masing-masing pencari kerja.

Pendataan dilakukan per kelurahan, untuk memudahkan pemantauan sekaligus mempermudah pemerintah melakukan intervensi kebijakan.

“Data ini harus dibuat dalam sistem satu data. Supaya mudah dicari dan pemerintah bisa cepat mengambil langkah,” jelasnya.

Setelah diperbaiki dan disahkan oleh Wali Kota, data akan dikirimkan ke 135 perusahaan di Kota Bontang. Perusahaan nantinya akan menyeleksi calon pekerja berdasarkan kebutuhan masing-masing.

“Hasil akhirnya tetap di perusahaan. Kita tidak boleh mencampuri urusan skill yang mereka butuhkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Kadir Tappa: Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Perkuat Prinsip Negara

Salah satu prioritas pemerintah adalah menyalurkan lebih dahulu data pencari kerja dari keluarga tidak mampu. Langkah ini dilakukan untuk sekaligus menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

“Ini pengangguran sekaligus pengentasan kemiskinan. Dua-duanya kita jawab,” tambahnya.

Selanjutnya, bagi pencari kerja yang belum diterima perusahaan, pemerintah akan menyiapkan program lanjutan seperti pelatihan, pembinaan, hingga peningkatan keterampilan agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Pendataan pencari kerja berjalan paralel dengan pendataan kemiskinan. Kelak, perusahaan juga akan menerima data warga tidak mampu untuk melihat kebutuhan bantuan, baik berupa permodalan maupun pelatihan.

“Kita berdoa mudah-mudahan data kemiskinan dan pengangguran ini kelar. Karena ini simbiosis mutualisme: pengangguran selesai, kemiskinan juga bisa kita tekan,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.