Dewan Soroti Kondisi Warga Miskin di Sekitar Industri, Minta Perusahaan Terapkan Program “Tengok Tetangga”

BONTANG – Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, meminta perusahaan besar di Kota Bontang, khususnya PT Badak LNG, untuk turut menerapkan program pemerintah seperti “Tengok Tetangga”, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar.

Menurut Heri, program tersebut bukan hanya dimaknai sebagai hubungan antarwarga bertetangga, melainkan juga keterlibatan perusahaan terhadap kondisi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional industri.

Ia mencontohkan salah satu warga yang berada di lingkungan sekitar perusahaan, dan hingga kini masih hidup dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan, warga tersebut telah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp300 ribu per bulan, namun masih mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

“Masih ada warga tinggal di samping HOP, yang masuk dalam lingkungan PT Badak, hidupnya masih susah untuk makan. Bahkan kalau mau makan, dia harus mengumpulkan sisa-sisa makanan dari tong sampah untuk dijual menjadi makanan babi. Ini tentu sangat miris,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Selain itu, Heri juga menyoroti kondisi warga di wilayah Bontang Lestari (Bonles), tepatnya di RT.01 dan RT.02, yang disebut masih ada belum memiliki lantai rumah layak, meski berada berdampingan dengan kawasan industri.

Baca Juga:  Pogba Bontang Juara I FJL, Wakili Kaltim di Tingkat Nasional

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa program “Tengok Tetangga” perlu dijalankan secara bersama-sama, antara pemerintah dan perusahaan agar masyarakat sekitar industri juga dapat merasakan dampak kesejahteraan.

“Di sinilah arti dari program Tengok Tetangga dari Pemkot Bontang. Mudah-mudahan dengan adanya program ini, perusahaan bisa masuk dan terlibat. Kita harus kerja sama dalam satu frekuensi,” katanya.

Ia berharap pihak perusahaan dapat turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

“Jangan sampai ada isu kota besar karena industri, tetapi masih ada masyarakat yang susah untuk makan. Minimal kita bisa membantu walaupun sekadar membelikan beras,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.