Hadapi El Nino, OIKN Perketat Pengawasan dan Bentuk Satgas Khusus

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersiap menghadapi ancaman El Nino yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026 di Kalimantan Timur, termasuk kawasan IKN. Salah satu langkah yang disiapkan yakni pembentukan satuan tugas khusus untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kekeringan hingga penurunan debit air.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, mengatakan arahan pembentukan Satgas tersebut disampaikan langsung Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

“Overall, arahan Bapak Kepala kemarin kepada kami, menghadapi El Nino ini secara khusus akan membentuk Satgas, bahasa sederhananya Satgas El Nino di Otorita IKN,” ujar Myrna saat ditemui di Sentra Massa Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, Satgas tersebut tidak hanya fokus pada pengendalian Karhutla, tetapi juga mengantisipasi dampak lain akibat musim kemarau panjang seperti kekeringan dan penurunan pasokan air bersih.

“Itu nanti akan menjadi tugas dari Satgas El Nino tersebut,” jelasnya.

OIKN sendiri telah beberapa kali menggelar rapat koordinasi guna mematangkan kesiapan menghadapi fenomena iklim tersebut. Salah satu fokus utama ialah pencegahan kebakaran di kawasan IKN yang diperkirakan rawan terjadi saat puncak El Nino pada Agustus hingga Oktober mendatang.

Baca Juga:  Otorita IKN Gandeng Dinkes dan BKKBN Edukasi Pelajar soal Stunting

Myrna mengungkapkan pengawasan terhadap pengunjung kawasan IKN juga mulai diperketat, terutama terkait aktivitas merokok sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran.

“Sudah pernah juga kejadian kami melihat orang buang putung rokok sembarangan,” ungkapnya.

Selain pengawasan lapangan, OIKN juga menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) internal terkait sistem peringatan dini kebakaran yang terhubung dengan command center OIKN.

Sensor-sensor pemantau titik api yang telah dipasang di sejumlah lokasi strategis akan terus dipantau secara real time untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

“Melalui sensor-sensor yang terpasang itu nantinya bisa mendeteksi kemungkinan titik api sampai proses pemadaman dini,” katanya.

OIKN juga menggandeng berbagai pihak dalam upaya pengendalian Karhutla, mulai dari BPBD, Dinas Kehutanan, hingga perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan KIPP IKN.

“Karena ini objek vital nasional, tentu kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Sekadar diketahui, sistem sensor kebakaran di IKN merupakan bagian dari konsep smart city berbasis Internet of Things (IoT). Sedikitnya 40 unit sensor telah dipasang untuk melindungi kawasan hutan maupun bangunan penting di IKN.

Baca Juga:  Tahura Bukit Soeharto Jadi PR Besar IKN, Satgas Klaim Sudah Tindak Tambang dan Perambahan Ilegal

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga sempat memerintahkan penambahan sensor panas di kawasan IKN guna memperkuat deteksi dini potensi kebakaran hutan.

Otorita IKN memastikan langkah mitigasi tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan ibu kota baru di tengah ancaman musim kemarau dan El Nino tahun ini. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.