Hilang Kabar Sejak Jumat, Istri Laporkan Nelayan Hilang di Perairan Muara Berau

BONTANG – Seorang nelayan asal Bontang dilaporkan hilang. Laporan tersebut disampaikan oleh istrinya, Nasriani (40), kepada pihak berwenang.

Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail, mengatakan Kapal pemancing bernama Nur Hikmah yang dinakhodai Saharuddin diketahui berangkat sejak Senin, 23 Maret 2026 sekitar pukul 07.00 WITA dari Pelabuhan Berbas Pantai. Kapal tersebut menuju area kapal bor di sekitar perairan Muara Berau.

Namun, sejak Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WITA, korban dilaporkan hilang kontak. Diduga, hal ini disebabkan kerusakan mesin saat berada di tengah perjalanan, dengan perkiraan jarak sekitar 60 mil dari pelabuhan Berbas Pantai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas langsung melakukan pencarian dan sempat bermalam di Muara Pegah. Rencana awal pencarian difokuskan di sekitar lokasi pengeboran Wesenol, Selat Makassar, sesuai dengan titik terakhir komunikasi korban.

Namun, setelah dilakukan koordinasi lanjutan dengan Basarnas Balikpapan serta analisis terhadap arah angin dan arus laut sejak 27 hingga 29 Maret 2026, strategi pencarian pun diubah.

Baca Juga:  Materi Inti Pembinaan UMKM: Bagaimana Cara Bertahan dan Kembangkan Usaha

Ia menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan karena adanya pergeseran potensi lokasi korban.

“Awalnya pencarian tidak langsung mengarah ke Balikpapan karena berdasarkan titik hilang kontak berada di sekitar Muara Berau. Namun setelah dianalisis arah angin dan arus beberapa hari terakhir, pergerakan cenderung ke Laut Balikpapan,” ujarnya.

Dengan pertimbangan tersebut, operasi pencarian pada hari ini difokuskan ke perairan Balikpapan. BPBD Bontang bersama Basarnas dan unsur terkait terus berupaya maksimal untuk menemukan korban.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Balikpapan, agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun kapal.

“Koordinasi terus kami lakukan. Kami berharap korban segera ditemukan,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.