spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kisah Sugito, Karyawan Tambang yang Persiapkan Masa Pensiunnya dengan Berkebun Alpukat

BONTANG – Masa pensiun kerap menjadi momok bagi sebagian orang. Berbeda halnya dengan Sugito, yang sudah mempersiapkan masa purna tugasnya itu jauh-jauh hari.

Sebagai persiapan, karyawan tambang ini telah membeli lahan 2 hektar yang ditanami buah-buahan ekonomis, dan sudah dirawatnya sejak ia masih berstatus sebagai karyawan. Begitu masa pensiun itu tiba, ia berharap sudah bisa menikmati hasilnya.

Sugito menceritakan, bahwa angan-angannya setelah purna tugas nanti ingin menjadi petani sepertinya akan terwujud. Lahan 2 hektar yang dibelinya di Desa Martadinata, Kutai Timur itu sudah mulai memperlihatkan hasilnya, bahkan sebelum dirinya memasuki pensiun.

Lahan itu ia tanami sekitar 300 pohon alpukat, karena ia tahu harga buah hijau lonjong itu stabil dan sangat diminati masyarakat.

“Melihat potensi ekonomis buah alpukat ini, akan indah waktunya setelah pensiun kerja. Saya tidak risau lagi setelah purna tugas, karena sudah ada aktivitas untuk mengisi waktu luang,” beber pria berputra tiga ini.

Tak hanya ditanami alpukat sebagai tanaman utama, namun ada juga tanaman lain seperti pohon langsat, lemon, pisang, dan lombok. Selain itu, fasilitas seperti sumur, pondok, serta toiletnya sudah tertata dengan baik.

Baca Juga:   Hetifah: Guru Penggerak Adalah Agen Transformasi Ekosistem Pendidikan

“Saya juga punya impian kebun ini bisa jadi tempat wisata belanja buah alpukat. Pengunjung bisa memetik sendiri dan memilih dengan sepuasnya,” ujar perantauan asal Magetan yang juga Ketua RT ini.

Ditambahkannya, aligator merupakan jenis alpukat yang buahnya sangat bagus dan rasanya nikmat sekali. Hal itu sudah dibuktikkan dengan kawan – kawannya yang sudah pernah membeli hasil panennya, setelah membeli pasti kembali membeli lagi.

“Bahkan teman-teman sering pesan, kalau panen lagi tolong diantarkan saja ke rumah. Jadi jualnya tidak merepotkan, modal whatshap saja sudah laris manis,” seru karyawan yang punya hobi ngonthel dan anggota Bontang Onthel Comunity Bontang itu.

Penulis: Darman

Editor: Yusva Alam

Most Popular