Beranda blog Halaman 1008

Bontang Akan Gelar Tiga Event Internasional Tahun Depan

0

BONTANG – Panitia lomba lari maraton internasional yang diselenggarakan di Kota Bontang dibubarkan pada 11 Oktober 2022 di Batavia Cafe Bontang Kuala.

Penutupan kepanitiaan acara ini dihadiri Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang, serta Wakil Ketua DPRD Kota Bontang Junaidi dan para panitia yang terlibat dalam penyelenggaran acara Internasional Ultra Trail Kota Bontang.

Dalam penutupan kepanitiaan ini, Ahmad Asnem selaku Kepala Dispopar Kota Bontang menyampaikan bahwa acara ini merupakan salah satu pencapaian Kota Bontang, di mana kota ini berhasil menyelenggarakan acara Internasional secara sukses.

“Ini berarti bahwa Kota Bontang telah berkontribusi dalam menyelanggarakan event internasional,” ujarnya. Asnem juga menyampaikan bahwa harapannya ke depan, potensi-potensi pariwisata Kota Bontang bisa lebih digali lagi

“Saya yakin, bila Kota Bontang ini dikelola dengan baik, maka akan banyak loncatan-loncatan yang bisa kita lakukan. Sehingga Kota Bontang bisa terbuka namanya” ujarnya

Internasional Ultra Trail sendiri adalah lomba lari maraton internasional yang mana para pesertanya bukan hanya dari dalam Indonesia, tetapi juga dari manca negara.

Untuk tahun 2023 Kota Bontang akan menggelar 77 event dari yang sebelumnya hanya 9 event. Di mana, 3 di antaranya adalah event Internasional termasuk Internasional Ultra Trail ini. (sc)

Camat Bontang Utara Launching PMT di Loktuan

0

BONTANG – Pemberian Makanan Tambahan (PMT) rutin dilakukan di seluruh posyandu di Bontang. Jumat lalu (4/11/2022), seluruh anggota posyandu yang terdapat di Kelurahan Loktuan melakukan launching PMT.

PMT ini dihadiri langsung Camat Bontang Utara Sutrisno. PMT merupakan program pemerintah yang bertujuan agar gizi bayi dan balita dapat terpenuhi dan terhindar dari stunting.

“Kegiatan PMT ini sangat berpengaruh kepada warga yang memiliki bayi dan balita agar mereka mendapatkan gizi yang cukup sehingga Angka penderita stunting di Kota Bontang bisa turun,” kata Sutrisno.  (adv/sya)

Kecamatan Bontang Utara Bantu Warga Lewat Ketan Ori

0

BONTANG – Salah satu inovasi Kecamatan Bontang Utara, yaitu Kecamatan Bontang Utara Peduli dan Berbagi (Ketan Ori). Tujuannya dalam rangka membantu warga yang kondisinya tidak mampu. Minggu (6/11/2022), keluarga lansia yang tinggal di Kelurahan Bontang Baru menerima paket sembako Ketan Ori. Camat Bontang Utara, Sutrisno mengatakan, selain paket sembako, pihaknya juga memberikan sedikit rezeki untuk keperluan lain. “Misalnya untuk membeli obat-obatan,” jelasnya.

Kecamatan Bontang Utara sebelumnya mendapatkan informasi melalui kelurahan dan warga. Setelah melapor, pihak kecamatan melakukan kunjungan hingga nanti mendapatkan bantuan melalui program Ketan Ori. (adv/sya)

Pansus DPRD Kaltim Gelar Raker, Bahas Kesepakatan Substansi Raperda RTRW

0

BALIKPAPAN – Pansus RTRW menggelar rapat kerja bersama sejumlah Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kaltim guna membahas pasal per pasal, kemudian penyandingan antara draf awal dengan draf usulan penyempurnaan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kaltim tahun 2022 – 2042 serta membahas kesepakatan substansi Ranperda Provinsi Kalimantan Timur tentang RTRW Provinsi Kaltim 2022 – 2042 di Hotel Platinum Balikpapan, Jumat (11/11/22).

Kegiatan yang digelar secara langsung dan daring selama dua hari tersebut, Kamis – Jumat (10- 11/11/2022), dibuka Ketua Pansus RTRW Baharuddin Demmu didampingi Wakil Ketua Pansus RTRW Sapto Setyo Pramono dan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud.

Tampak hadir anggota Pansus RTRW yakni Harun Al Rasyid, H Baba, Jawad Sirajuddin, dan Bagus Susetyo, Tenaga Ahli DPRD Kaltim, serta Dinas PUPR-PERA Kaltim, Dinas Perhubungan Kaltim, Dinas Kehutanan Kaltim, Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, Dinas Perkebunan Kaltim, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kaltim, Bappeda Kaltim dan Biro Hukum Setda Kaltim.

Wakil Ketua Pansus RTRW Sapto Setyo Pramono mengatakan, mulai dari dua hari pertemuan banyak ditemukannya pasal-pasal yang harus diperbaiki, seperti pasal yang mengatur bagaimana di provinsi Kaltim harus menjaga kesediaan bahan pangan. “Bagaimana kita mengunci lahan dan meminta untuk dibuatkan kajiannya. Kajian itu harus jelas oleh data, selama ini datanya tidak ada,” ucap Sapto.

Selanjutnya Sapto panggilan akrabnya mengatakan, bahwa di dokumen KLHS Kalimantan Timur itu rentan akan pangan. Maka dari itu harus lebih konsen untuk daerah-daerah pertanian. “Jangan sampai ahli fungsi menjadi tambang. Intinya kami tidak akan memihak koporasi yang merugikan Kaltim,” pungkasnya. (Hms/adv/DPRD Kaltim)

Pansus Tambang Tak Ingin Ikut Campur Polemik Ismail Bolong

0
 Wakil Ketuan Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim, M. Udin

SAMARINDA– Meski tengah menjadi polemik, Panitia Khusus (Pansus) Investigasi Pertambangan, tak ingin ikut masuk dalam permasalahan Ismail Bolong yang menuding ada keterlibatan petinggi Polri dalam pertambangan ilegal di Kaltim.

Menurut Wakil Ketua Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim, M.Udin, pansus akan fokus  mengurai benang kusut 21 IUP palsu, jaminan reklamasi dan realisasi CSR perusahaan tambang di Bumi Etam. Sebab, tujuan pembentukan pansus memang berangkat dari tiga persoalan tersebut.

“Tidak ingin masuk kesana (polemik Ismail), tim investigasi akan memberikan rekomendasi tentang 21 IUP, Jamrek dan CSR. Tetapi sembari kita jalan investigasi, kunjungan dan rapat dengar pendapat itu (polemik Ismail) juga akan kita sampaikan,” tegasnya belum lama ini.

Kedepannya, pansus akan memanggil pengelola atau pemilik IUP yang beroperasi di Kaltim. Tak luput, Pansus juga akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pemilik Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

“Kita sudah rapat dengan DPMPTSP dan Dinas ESDM. Berikutnya kita akan RDP dengan pemilik IUP, dan PKP2B sehingga apa kontribusi terhadap masyarakat Kaltim itu terealisasi,” terangnya.(eky/Adv/DPRDKaltim)

Fun Volley On The Sea Malahing Cup Bakal Digelar Tiap Tahun

0

BONTANG – Wali Kota Bontang Basri Rase bersama camat Bontang Selatan, kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporpar), lurah Tanjung Laut Indah, dan manajemen PT Pupuk Kaltim VP TJSL hadir dalam penutupan turnamen Fun Volley On The Sea Malahing Cup yang dilaksanakan pada Minggu (6/11/22).

Turnamen di atas pulau ini merupakan yang pertama di Indonesia. Event ini direncanakan diadakan setiap tahun dan mendapat apresiasi dari wali kota Bontang.  “Selamat kepada yang juara, semoga turnamen ini menjadi event jam terbang bagi para pemain dan dapat memberi kesan yang bisa dibawa pulang,” kata Basri.

Ia menilai, kegiatan yang berkolaborasi dengan Dispopar Bontang, Kelurahan Tanjung Laut Indah, dan PT Pupuk Kaltim itu sebagai upaya untuk meningkatkan pariwisata khususnya di Pulau Malahing.

Camat Bontang Selatan Kamsal mengungkapkan, pada prinsipnya pihaknya mendukung urnamen Fun Volley On The Sea Malahing Cup 2022. Selain sebagai ajang silaturahmi juga sebagai rekreasi dengan berolahraga di laut Malahing.

“Ke depan muda-mudahan pesertanya lebih banyak dan lebih meriah. Tentu dengan persiapan yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Pulau Malahing termasuk dalam desa wisata yang ikut program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 bersama 10 ribu Desa Wisata se-Indonesia. Basri menutup event ini dengan harapan agar bersama-sama meningkatkan kesan dan kenangan yang baik bagi pariwisata Bontang, khususnya Pulau Malahing. (adv/sya)

Seminar Jurnalistik FJB: Jurnalisme Data dan “Dosa-dosa” Media

0
Narasumber saat sedang menyampaikan materi. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG–  Media dan jurnalis masih kerap melakukan kesalahan dalam melakukan peliputan soal isu perempuan dan anak. Alih-alih membangun masyarakat yang inklusif, akibatnya media justru melanggengkan stigma atau pelabelan negatif dan peminggiran terhadap mereka sebagai kelompok rentan.

Direktur Eksekutif Remotivi Yovantra Arief menjelaskan, untuk mewujudkan masyarakat inklusif, diperlukan ekosistem media yang peka terhadap kelompok terpinggirkan. Kepekaan ini perlu mesti terjadi di seluruh level; mulai manajemen media, ruang redaksi, sampai individu jurnalis. Namun, dalam praktiknya media justru kerap melanggengkan stigma dan peminggiran kelompok rentan.

Hal ini disampaikan Yovantra Arief dalam seminar hari jadi ke-6 Forum Jurnalis Bontang (FJB) yang bertajuk “Jurnalisme Verifikasi dan Dosa-dosa Media.” Kegiatan ini dihelat di Ruang Rapat Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (10/11/2022).

Pria yang akrab disapa Yoyon ini mengatakan, sebenarnya media mulai memperbaiki kualitas pemberitaannya untuk isu-isu lain. Misalnya, tidak menggunakan gambar sadistis ketika memberitakan soal kecelakaan. Namun untuk isu perempuan dan anak, media seolah tidak belajar. Pola kesalahannya pun tampak sama.

Menurutnya ada 4 kesalahan media kala meliput isu anak dan perempuan. “Dosa-dosa” ini yakni melakukan mengobjektifikasi, stereotiping atau pelabelan negatif, kekerasan ganda, serta pengungkapan identitas anak dan korban. Ini justru membuat media seolah melanggengkan stigmatisasi dan peminggiran terhadap perempuan dan anak.

“Ini dosa yang paling sering dilakukan media. Polanya selalu berulang, berputar di sini. Media seolah tidak belajar dari kesalahannya terdahulu,” tegasnya.

Dia mencontohkan, ketika seringnya media mengeksploitasi bagian tubuh korban yang umumnya perempuan, dalam berita pemerkosaan. Seharusnya media mengedukasi publik untuk tidak melakukan pemerkosaan, bukannya menyalahkan korban atas tubuhnya. Belum lagi ketika media menggunakan diksi atau metafora yang cabul dan merendahkan. Seperti “digagahi” atau “digenjot”.  Akibat dari stereotip dan objektifikasi itu, media seolah “mewajarkan” tindakan pemerkosaan itu.

“Akibatnya muncul dosa ketiga media, yaitu kekerasan ganda terhadap korban. Pemberitaan media malah semakin memojokkan korban sebagai pihak yang bersalah,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan, anak dan perempuan  merupakan kelompok yang rentan mengalami kekerasan. Dalam kasus anak dan remaja menjadi pelaku pun, media perlu berhati-hati dalam pemberitaannya agar tidak mengungkap identitas anak, baik melalui foto, nama orang terdekat, atau alamat rumah.

“Kenapa ini harus dilakukan, karena media mesti melindungi anak dan korban, serta keluarga, dari stigma dan trauma. Jangan sampai karena pemberitaan anak yang bermasalah itu, anak tidak punya masa depan,” ujar pria berkacamata ini.

Oleh karenanya, ia mendorong agar media fokus pada akar persoalan alih-alih pada remah-remah yang ada di sekitar persoalan. Media mesti mendorong publik untuk merasionalisasi akar persoalan. Bukannya menulis serampangan dan tanpa etika hanya demi klik dan views.

Dia menawarkan 4 model pemberitaan guna mendorong pemberitaan anak dan perempuan yang lebih jernih dan mengedukasi publik. Pertama, berorientasi pada korban. Media perlu berupaya mengangkat suara-suara mereka yang lemah dan dilemahkan secara sosial, dengan orientasi menciptakan sistem, kebijakan, dan implementasi yang tepat guna. Bukan eksploitasi penderitaan warga terpinggirkan. Kedua, mendorong akuntabilitas publik.

Ketiga, mendorong literasi publik. Ini dibutuhkan untuk membantu publik membuat keputusan rasional berdasarkan informasi yang akurat serta pemahaman yang baik mengenai akar persoalan. Dan keempat, menginspirasi gerakan perubahan.

Sementara pemateri kedua, Mantan Ketua Dewan Pers 2016-2019 Yosep Adi Prasetyo menyampaikan soal jurnalisme data. Dia mengatakan bahwa tugas jurnalis bukan sekadar wawancara, tapi juga berurusan dengan riset.

“Inti jurnalisme itu ada tiga VKK. Yakni verifikasi, konfirmasi, dan klarifikasi. Itu saja,” tegasnya.

Di era menjamurnya media siber, jurnalis kerap terjebak dalam melakukan liputan singkat, liputan “mencecap” alias hanya keterangan tokoh tertentu dijadikan berita, namun minim verifikasi dan ketepatan data.

Model pemberitaan seperti ini, yang dimulai akhir 90-an hingga awal tahun 2000-an sudah mulai ditinggalkan. Publik jenuh dengan model pemberitaan singkat-singkat, terpecah dan tidak utuh seperti ini. Sebanya jurnalis mesti melangkah lebih jauh dengan menyuguhkan pemberitaan yang dalam dan bermakna, melalui jurnalisme data yang memikat.

Menurut pria yang akrab disapa Stanley ini, jurnalisme data memberikan banyak manfaat. Bukan saja membuat berita lebih utuh dan memperjelas maksud. Ini juga bakal membuat kerja jurnalis lebih efisien sebab data-data yang berserak dapat dikumpul menjadi satu dan dapat menekan berita bohong (hoaks).

“Kita bisa lihat, media yang menulis berita pendek-pendek  secara bisnis mulai turun. Sementara yang mendalam malah naik. Karena publik jenuh dengan berita pendek, tidak memberi makna dan membingungkan publik,” sebutnya.

Selain membahas soal jurnalisme data, Stanley juga menyentil soal penyelesaian sengketa pers. Dia menegaskan sengketa pemberitaan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik tidak bisa masuk ranah pidana, tapi harus melalui Dewan Pers.

“Wartawan itu orang yang menjalankan amanat undang- undang. Tidak boleh dipidana selama kerja jurnalisnya sesuai kode etik. Orang yang bisa menafsirkan kerja jurnalis itu sudah sesuai etik atau tidak itu hanya Dewan Pers. Jadi tidak bisa ditafsirkan sendiri,” tegasnya.

Ini menjadi persoalan lantaran banyak jurnalis yang dipolisikan ketika menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya. Semakin problematik sebab tak semua anggota kepolisian paham soal keberadaan MoU antara Polisi dan Dewan Pers untuk mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis. Ia kemudian mengimbau bila terjadi sengketa berita yang dilaporkan ke polisi, maka jurnalis maupun perusahaan media agar bisa bersurat ke Dewan Pers.

“Laporkan saja ke Dewan Pers, nanti pasti dipantau,” tandasnya. (rls/yah/mk)

Wujudkan SDM Unggul di Indonesia Timur, Program Vokasi Pupuk Kaltim Luluskan 49 Peserta

0

SEBANYAK 49 peserta pendidikan vokasi setara Diploma 1 selesaikan masa studi di PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), setelah menempuh pendidikan selama sembilan bulan pada Februari – November 2022. Kelulusan peserta program kerjasama Pupuk Kaltim dengan Politeknik ATI Makassar ini, ditandai Yudisium di Gedung Wijaya Kusuma Kantor Pusat Pupuk Kaltim, Selasa (8/11/2022).

SVP SDM Pupuk Kaltim Endang Murtiningsih, mengungkapkan program pendidikan vokasi ini digagas sebagai upaya mempersiapkan sumberdaya manusia yang andal dan terampil sesuai kebutuhan dunia industri, khususnya pengembangan kompetensi generasi muda di kawasan timur Indonesia agar siap masuk dalam dunia kerja.

Program ini juga tindaklanjut kerjasama Pupuk Kaltim dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian RI, guna mendukung transformasi bisnis Perusahaan dalam menghadapi era Volatility, Uncertainly, Complexity dan Ambiguity (VUCA).

“Para peserta berasal dari berbagai daerah di kawasan timur Indonesia. Diantaranya Kota Bontang, Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruhnya terbagi dalam dua jurusan yakni Teknik Kelistrikan dan Pengelasan,” ujar Endang.

Menurut Endang, program ini selaras dengan semangat Pupuk Kaltim dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi di Indonesia, yang diimplementasikan melalui pengembangan kapasitas masyarakat untuk mencetak sumberdaya manusia unggul dan siap kerja di berbagai bidang. Selama pendidikan, para peserta mendapatkan materi link and match sesuai kebutuhan industri dengan komposisi materi 40 persen teori dan 60 persen praktik.

“Program pendidikan vokasi ini diupayakan berjalan berkesinambungan, dengan cakupan wilayah yang jauh lebih luas kedepannya,” lanjut Endang.

Dirinya berharap seluruh pengetahuan yang didapat selama pendidikan bisa menjadi bekal kompetensi para peserta untuk lebih siap memasuki dunia kerja, maupun berkontribusi dalam pembangunan di masing-masing daerah. Budaya kerja positif yang selama ini dibina diharap menjadi karakter diri para peserta, dimana soft skill maupun sikap dan etos kerja merupakan hal penting yang wajib dimiliki dalam dunia kerja profesional.

“Pupuk Kaltim mengucapkan selamat atas pencapaian seluruh peserta pendidikan vokasi, semoga dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki makin berdampak terhadap penguatan kapasitas SDM di wilayah timur Indonesia,” tambah Endang.

Direktur Politeknik ATI Makassar Muhammad Basri, menyampaikan 49 peserta yang mengikuti yudisium kali ini merupakan bagian dari 209 peserta pendidikan vokasi di wilayah timur Indonesia untuk periode 2022, yang terselenggara melalui kerjasama dunia industri dan pemerintah daerah dengan Politeknik ATI Makassar. Sejauh ini pihaknya kata Basri, telah meluluskan 803 peserta sejak dimulainya program pendidikan vokasi tahun 2016 dengan dua program studi.

“Kami berpesan agar para peserta dapat terus mengembangkan kapasitas diri pasca menempuh pendidikan, sehingga apa yang telah didapat makin terasah kedepannya,” ucap Basri.

Amina Fuad, salah satu peserta pendidikan vokasi jurusan Kelistrikan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bimbingan dan pembinaan Pupuk Kaltim selama masa pendidikan. Selain pengetahuan dan peningkatan kompetensi, para peserta juga dibekali wawasan kebangsaan sebagai salah satu penguat karakter diri, guna mendorong pengabdian terbaik untuk kemajuan daerah, bangsa dan negara.

“Program ini sangat bagus, yang kami harap bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Pupuk Kaltim. Terima kasih atas bimbingan yang diberikan kepada kami sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja,” kata Amina.

Senada, Fernando Maniani dari jurusan Pengelasan pun menyebut program pendidikan vokasi ini tak hanya sekadar transfer knowledge untuk penguatan kapasitas dan kemampuan, tapi juga memberikan pengalaman langsung dalam tataran praktis dunia kerja.

Dirinya menyebut program ini memberikan kesempatan bagi putra putri dari Indonesia timur untuk lebih maju dan berkembang, baik dari pola pikir maupun daya saing dan keterampilan, sehingga ke depan dapat bermanfaat bagi pembangunan SDM di daerah masing-masing.

“Terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang telah memfasilitasi kami pada program ini, sehingga kami bisa belajar dan menimba pengetahuan untuk peningkatan kompetensi diri,” ucap Fernando.(adv)

MTQ VI Korpri Tingkat Nasional, Kaltim Tembus 6 Besar

0

PADANG – Plh Ketua DP Korpri Provinsi Kaltim HM Jauhar Efendi mengabarkan berdasarkan Keputusan Dewan Hakim MTQ VI Korpri Tingkat Nasional, Nomor 02/Kep-DH/MTQ VI/KORPRI yang diketuai Prof Dr HM Darwis Hude, tanggal 9 November 2022, Kaltim masuk 6 besar untuk Cabang Khath Al-Qur’an Golongan dekorasi, atas nama Nurkhalis.

Mantan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim itu mengatakan, pesaing Kaltim untuk golongan cukup berat ini, yaitu Provinsi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, tuan rumah Sumatera Barat, Banten, dan Provinsi Riau.

“Masih pada cabang yang sama, yaitu cabang Khath Al-Qur’an, tetapi golongan Kontemporer Putra, Kaltim juga masuk 6 besar nasional, atas nama Bambang Winaryadi,” kata Jauhar Efendi kepada Tim Publikasi Biro Adpim Setdaprov Kaltim, Rabu (9/11/2022).

Ditambahkan, lima provinsi lain yang juga masuk 6 besar golongan kontemporer adalah Provinsi Banten, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan DKI Jakarta.

“Saat ini kita juga masih menunggu hasil musabaqah untuk cabang-cabang yang lain. Mohon doa seluruh warga Kaltim, agar kafilah Kaltim mampu berbicara di tingkat nasional,” pesan Jauhar Efendi.

Penyelengaaraan MTQ VI Korpri Tingkat Nasional di Provinsi Sumatera Barat tahun 2022. Dewan Pengurus Korpri Kaltim mengirim 16 kafilah untuk mengikuti 9 cabang atau golongan Musbaqah pada Musabaqah Tilawatil Qur’an VI Korpri Tingkat Nasional di Padang. Saat ini MTQ masih berlangsung hingga 12 November 2022. (adv/diskominfokaltim)

Serahkan Hadiah Pemenang Taat Pajak, Gubernur Isran: Kalian Adalah Pahlawan Pembangunan

0

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor mengapresiasi masyarakat, baik perseorangan maupun perusahaan yang taat membayar pajak. Baik pajak kendaraan bermotor, pajak air permukaan dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor.

“Terima kasih kepada masyarakat atau wajib pajak yang sudah taat membayar pajak, kalian adalah pahlawan pembangunan,” ucap Isran Noor pada acara Gebyar Pajak Daerah 2022 yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltim, di Grand Ballroom Hotel Platinum, Kamis (10/11/2022) pagi.

Gubernur Isran Noor mengatakan pajak-pajak yang didapatkan di Kaltim memang pajak yang jadi bagian pendapatan asli daerah (PAD). Dan wajib disyukuri kondisi peneriman daerah Kaltim dalam keadaan pandemi Covid-19 masih ada gerakan kenaikan.

“Dan kenaikan itu cukup membahagiakan bahkan menjadi salah satu rekor penerimaan PAD di seluruh Indonesia. Tahun lalu Kaltim menerima penghargaan peningkatan penerimaan PAD nomor dua dibawah Gorontalo. Ini dinilai bukan dari volumenya tetapi persentase kenaikan penerimaannya,” kata Isran Noor.

Gubernur Isran menyebut penerimaan daerah merupakan sumber pembiayaan pembanguan. Dan penerimaan PAD Kaltim memberikan kontribusi jauh lebih besar dari dana transfer pusat ke daerah yang diterima Kaltim.

Setelah melakukan peluncuran pelayanan pajak Gerakan Bersama Rukun Tangga (Geber RT) Laku Pandai. Gubernur Isran Noor didampingi Kepala Bapenda Kaltim Ismiati menyerahkan hadiah kepada pemenang taat pajak kendaraan bermotor, pajak air permukaan dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor baik untuk kategori perseorangan maupun perusahaan.

Tampak hadir, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun, Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiono, Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso, Irdam VI Mulawarman Brigjen TNI Amrin Ibrahim, Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Sonny Irawan, Dirut Bankaltimtara Muhammad Yamin dan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kaltim Nashjwin. (adv/diskominfokaltim)