Beranda blog Halaman 1042

Karang Taruna Loktuan Rayakan Ulang Tahun dengan Berbagai Lomba

0

BONTANG – Dalam rangka merayakan HUT Karang Taruna Loktuan yang jatuh pada 26 September, para pemuda Loktuan mengadakan beberapa lomba untuk meningkatkan kreatifitas.

Di antaranya, turnamen E-Sport yang diadakan pada 17-18 September dan lomba fashion show pada 25 September. Tema dari perayaan HUT kali ini adalah “Katalok Youth Competition” atau kompetisi pemuda Karang Taruna Loktuan. Sehingga hal-hal yang dilombakan merujuk pada kegiatan anak-anak muda sekarang.

Alfiqri Noor Hidayat selaku ketua Panitia Lomba sekaligus Wakil Karang Taruna Loktuan menyatakan, kegiatan ini diadakan pertama kali oleh karang taruna dan diharapkan kembali dilakukan di tahun-tahun berikutnya.

“Ini tahun pertama kita, direncakannya akan ada setiap tahun. Ini gebrakan baru juga sih yang dilakukan oleh pemuda-pemuda sini,” ujarnya.

Selain lomba, perayaan HUT Karang Taruna Loktuan juga membantu peningkatkan UMKM dengan mengadakan fun fair pada 25-26 September. Di mana disediakan stan di Lapangan Kelurahan Loktuan untuk para pedagang sekitar.

Adanya dukungan yang diberikan oleh Kelurahan Loktuan, Pemerintah Kota Bontang dan PT Pupuk Kaltim membuat perayaan HUT Karang Taruna Loktuan berjalan dengan lancar. Hadi Jumianto selaku Lurah Loktuan menyatakan bahwa kegiatan ini membantu menghidupkan kembali semangat pemuda serta meningkatkan kretifitas dan seni melalui karang taruna.

“Ini kegiatan yang positif. Kami harapkan untuk adik-adik karang taruna ke depannya, program-program yang berhubungan dengan kesadaran masyarakat mengenai pentinngnya budaya dan juga pariwisata akan semakin banyak. Kami akan selalu memberikan dukungan melalui kelurahan dan Pemerintah Kota Bontang,” Ujarnya.

Acara ini ditutup tadi malam, dengan disaksikan para pejabat dan pengurus kelurahan serta warga Loktuan mulai pukul 08.00 Wita. (sc)

Pekan Raya Bontang 2022 Sudah Bergulir

0

BONTANG – Pekan Raya Bontang kembali diselenggarakan Eska Fm, Senin (26/9/2022) sore hingga 1 Oktober 2022 di Koperasi Karyawan PKT Bontang. Acara ini sejalan dengan visi misi wali kota yang ingin menjadikan Bontang sebagai kota yang memiliki daya tarik pariwisata.

Kegiatan tahunan ini sempat tertunda tahun 2020 dan 2021 karena pandemi Covid-19. Pada akhir 2021 sempat mengadakan event di Kodim dengan nama acara berbeda. Acara Pekan Raya kali ini didukung PT Pupuk Kaltim, Koperasi Pupuk Kaltim, dan Polres Bontang.

“Nanti di akhir tahun tepatnya bulan Desember akan diadakan Pelangi Expo. Biasanya untuk memperingati ulang tahun PT Pupuk Kaltim,” jelas Oktavianto Ezra selaku panitia.

Stan yang berada dalam gedung dan selasar terdapat 60 stan dan yang di lapangan terdapat 70 stan. UMKM terdapat 130 lebih yang dalam satu stannya bisa terdapat dua UMKM. Pengisi stan ini tidak hanya dari Bontang, ada juga dari Samarinda, Balikpapan, hingga Jogjakarta.

Adapun pengisi acara terdapat band-band lokal, tari daerah, dan tari modern.

Kegiatan ini sekaligus merayakan Hari Pariwisata yang diperingati setiap 27 September 2022, sekaligus menyambut HUT Kota Bontang.

“Nanti malam akan ada penampilan-penampilan yang terkait dengan pariwisata, untuk penampil fashion kemungkinan akan ada pada Expo Khatulistiwa pada Desember nanti,” jelas Ezra.

Menurutnya, walaupun sempat ada kendala dalam perizinan, tapi acara ini tetap berjalan sesuai rencana. (sya)

Basri Siapkan Bontang Sebagai Kota UMKM dan Pariwisata

0
Basri Rase saat ditemui awak media. (Yahya/Media Kaltim)

BONTANG– Kota Bontang tak lama lagi bakal berusia ke-23 tahun. Sebagai pimpinana kota berjuluk Kota Taman, Wali Kota Basri Rase menyebut, punya harapan besar terhadap masa depan kota yang dipimpinnya itu.

Basri ingin menjadikan Bontang sebagai kota pasca-industri yang dapat dikelola mandiri. Caranya dengan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana seperti UMKM dan pariwisata.

“Mempersiapkan kota untuk pasca-industri dengan UMKM dan pariwisata. Itu yang benar-benar harus kita galakkan ke depannya,” papar Basri, Selasa (27/9/2022).

Selain pasca-industri di sektor UMKM dan pariwisata, Basri menyebut, dirinya akan mendorong industri hilir dengan mewujudkan Bontang sebagai kota ramah investasi. “Ada ramah investasi, supaya mereka (investor) datang,” jelas Basri.

Basri meyakini, selain UMKM dan pariwisata, industri hilir juga akan berkembang di Bontang. “Banyak yang bilang tidak bisa. Bisa. Ada contohnya,” kata Basri.

Dia ingin memanfaatkan sumber daya yang dapat dikelola untuk Bontang yang mencontoh salah satu negara. “Dengan cara apa, ya dengan ramah investasi kita siapkan. Kita permudah agar mereka (investor) datang,” tambahnya.

Untuk mewujudkannya, Basri mewanti-wanti soal perizinan, agar jajarannya tidak main-main dalam memberikan izin, sebagai bentuk komitmen dan memonitoring agar tidak ada permasalahan. “Yang bermasalah itu ketika ada aparaturnya yang main-main terkait perizinan dan sebagainya,” kata Basri.

Dirinya menegaskan, jika ditemukan aparatur yang bermain-main dengan perizinan, dirinya tidak segan untuk menjatuhkan sanksi.

“Pasti, kalau ada yang main-main mengenai perizinan, termasuk pelayanan ada yang bermain akan saya evaluasi,” tandasnya. (yah)

Ketua Komisi III Minta Pemkot Gandeng Perusahaan Tangani  Banjir Bontang

0
Ketua Komisi III Amir Tosina saat dimintai keterangan. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina menanggapi  penanganan banjir yang dilakukan Pemerintah Kota Bontang. Menurut dia, hingga kini, penanganan banjir belum sepenuhnya terealisasi.

Agar maksimal, Amir menyarankan  Pemkot bersinergi dengan perusahaan yang ada untuk mengalokasikan dana dalam penanganan banjir di Kota Taman.

“Untuk penanganan banjir butuh kerja sama dengan semua pihak, termasuk perusahaan,” kata Amir Tosina kepada awak media, Senin (26/9/2022).

Amir melanjutkan, untuk menangani  masalah ini Pemkot bisa menggandeng forum CSR  Bontang. “Akan kami sampaikan juga kepada pemkot dari pandangan fraksi,” sebutnya.

Dalam penanganan banjir, menurut dia, Pemkot Bontang tidak hanya terus memberikan usul tapi juga harus fokus dalam satu daerah penanganan banjir. Amir menyebut, jika anggaran pemerintah belum cukup, dirinya selalu menyarankan agar pemkot menggandeng seluruh perusahaan.

“Libatkan semua perusahaan dalam penanganan banjir. Untuk mengurai sedikit demi sedikit masalah banjir di Bontang. Akan selesai ini (masalah) banjir,” kata Amir.

Amir meyakini, perusahaan akan bersedia membantu pemerintah dalam penanganan banjir. “Daripada setiap hujan khawatir terjadi banjir dan masyarakat tidak bisa tidur. Kasihan masyarakat terdampak,” katanya lagi.

Oleh karenanya, dia meminta Pemkot Bontang untuk tegas  meminta perusahaan terlibat dalam penanganan banjir.

“Salah satunya pada saat ada forum CSR, dapat disampaikan dengan tegas. Ini tanggung jawab kita bersama. Itulah manfaat perusahaan yang ada di Bontang untuk membantu  mengurangi beban masyarakat saat banjir,” jelas Amir. (yah/adv)

Ini Pandangan Fraksi DPRD Bontang Terkait RAPBD 2023

0

BONTANG – DPRD Bontang mengadakan rapat kerja bersama Pemerintah Kota terkait pandangan fraksi-fraksi, mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2023, Senin (26/9/2022).

Rapat mendengarkan seluruh pandangan fraksi DPRD Bontang. Pandangan pertama mengenai RAPBD tahun 2023 disampaikan Fraksi Golkar bersama Nasdem yang disampaikan oleh Faisal.

Faisal menyebutkan, Rancangan APBD tahun 2023 yang sebesar Rp 1,299 triliun dapat digunakan untuk peningkatan kualitas kesehatan dan peningkatan kualitas tenaga kerja.

“Fraksi Golkar bersama Nasdem mendukung pemerintah dalam pembangunan program-program infrastruktur,” kata Faisal.

Pandangan fraksi selanjutnya yakni dari PPP, PKB dan PDIP yang disampaikan oleh Abdul Haris. Dia  mengatakan Rancangan APBD  agar dimaksimalkan untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas di Bontang.

Selanjutnya, pandangan Fraksi Gerindra dan Berkarya dibacakan Amir Tosina, yang menyebutkan agar dalam penggunaan anggaran dapat terealisasi penuh.

Pandang selanjutnya, Fraksi PKS yang disampaikan oleh Sumarno. PKS meminta penjelasan mengenai rencana urban farming dan mengawal penggunaan anggaran.

Sementara itu, pandangan dari Fraksi Annur disampaikan oleh Muhammad Irfan mengatakan, Pemkot harus fokus terhadap pemulihan ekonomi dan reformasi sosial.

“Rancangan APBD ini akan menjadi instrumen dalam merealisasikan program-program pemerintah,” sebut Irfan. (yah/adv)

Irfan Minta Bantuan BLT BBM Tepat Sasaran

0
Anggota Komisi I, Irfan saat ditemui awak media. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Anggota Komisi I DPRD Bontang, Muhammad Irfan menyarankan kepada pemerintah untuk mendata dengan baik  penerima bantuan langsung tunai (BLT) BBM yang telah dianggarkan Pemkot Bontang sebesar Rp 13 miliar.

Muhammad Irfan meminta, saat pendataan atau penyalurannya bantuan harus tepat sasaran . Dimana menurutnya ini memang program dari pusat yang dijalankan daerah. Agar tepat sasaran, Irfan menyarankan Pemkot  melibatkan ketua RT setempat yang mengetahui kondisi wilayahnya.

“lArtinya ada kelurahan, ada RT yang paham terkait kondisi yang ada di lapangan,” jelas Muhammad Irfan saat ditemui Mediakaltim.com, Senin (26/9/2022).

Saran lain terkait update atau validasi ulang data penerima BLT. Mungkin saja ada penerima yang sudah tidak dapat masuk dalam daftar penerima bantuan yang harus difokuskan pada pembaruan data.

“Data-data yang lama harus diupgrade lagi. Verifikasi ulang. Misalnya ada penerima yang sudah tidak miskin lagi. Atau ada data warga yang sudah meninggal masih masuk dalam daftar penerima, sehingga BLT tidak dapat direalisasikan,” papar Irfan. Kondisi lain yang harus diperhatikan terkait kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan ulang statusnya. “Pemerintah (dinas terkait) harus jeli dalam mendata penerima bantuan. Dinas terkait jangan sampai asal menerima laporan. Paling tidak ada verifikasi,” sebutnya.

Masalah lainnya yakni penerima bantuan yang masih sering berKTP tidak sesuai dengan domisili. “Banyak beberapa yang tidak sesuai dengan domisili yang seharusnya dapat (bantuan) menjadi tidak dapat (bantuan),” ungkapnya.

Sementara untuk besaran anggaran sebesar Rp 13 miliar, Irfan mengatakan agar bantuan dapat disalurkan secara merata kepada masyarakat. “Sesuai dengan porsinya dan pemerintah lebih paham kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa Pemerintah Kota Bontang telah menganggarkan Bantuan Langsung Tunai BBM sebesar Rp 13 miliar atau sebesar 2 persen dari APBD-Perubahan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang Aji Erlynawati mengatakan, sesuai peraturan Menteri Keuangan nomor 134/PMK.07/2022, daerah harus melakukan refocusing. Aji menambahkan, dana refocusing akan diambil dari APBD perubahan.

“Nilainya lebih kurang Rp 13 miliar. Diambil dari APBD Perubahan dari dana transfer umum,” kata Aji saat dikonfirmasi Mediakaltim.com. Rabu (14/9/2022) lalu. (yah/adv)

Babinsa Kelurahan Bontang Baru Jadi Inspektur Upacara Sekolah, Sampaikan Wawasan Kebangsaan

0

BONTANG – Babinsa Kelurahan Bontang Baru Koramil 0908-01/ Loktuan, Pelda Humam menjadi inspektur upacara pada upacara pengibaran bendera Merah Putih di halaman SDN 006 RT 23, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Senin (26/09/2022)

Komandan Koramil 01/Loktuan Kapten Inf Rukito membenarkan, kegiatan Babinsa menjadi inspektur upacara bendera di sekolah di wilayah binaannya. “Selain itu, Babinsa juga menjalin silaturahmi dengan tenaga pengajar sekaligus memberikan semangat, edukasi, dan pesan moril kepada murid SDN sebagai generasi penerus bangsa,” kata perwira berpangkat kapten tersebut.

Sementara Pelda Humam mengatakan dalam upacara meyampaikan pesan kepada murid-murid agar taat kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai agama masing-masing dan tetap menjaga kebersihan diri, lingkungan di sekolah, patuh terhadap nasihat guru dan orang tua serta selalu rajin belajar.

“Upacara yang kita laksanakan ini banyak sekali makna dan manfaat yang  dapat dipetik, salah satunya penerapan proses pembelajaran kepada adik-adik. Disamping itu dapat membentuk karakter yang berjiwa kebangsaan dan disiplin, serta membentuk jiwa patriotisme,” jelasnya.

“Saya berharap kepada adik adik untuk mematuhi aturan selama jam sekolah, selalu menjaga kesehatan diri dan tetap menggunakan masker di masa pandemi ini dan harus saling kompak sesama teman sekolah biar terjalin hubungan yang baik, ” tandas Pelda Humam. (Pendim Btg)

Kunjungan ke Bontang, Salurkan Bantuan untuk Buruh dan Nelayan di Loktuan

0

BONTANG – Kapolda Kalimantan Timur  Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si bersama Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur Fibri Utari Istandiah Sugiarto  melakukan Kunjungan Kerja ke Polres Bontang, Senin (26/09/2022). Dalam kunjungan Kerja tersebut Kapolda Kaltim didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltim.

Setibanya di Bandara Badak LNG, Kapolda Kaltim beserta Ketua Bhayangkari Daerah Kaltim dan rombongan langsung disambut Forkopimda Kota Bontang dan Pimpinan Badak LNG. Pengalungan bunga dilakukan Walikota Bontang Basri Rase dan Wakil Walikota Bontang Najirah.

Tiba di Mapolres Bontang, rombongan disambut Kapolres Bontang  AKBP Yusep Dwi Prastiya S.H.,S.I.K.,M.H. dan Ketua Bhayangkari Cabang Bontang Arum Yusep Dwi Prastiya.

Penyambutan ditandai dengan pengalungan selendang dan pemberian buket bunga oleh Murid TK Kemala Bhayangkari Polres Bontang. Selanjutnya digelar upacara adat Pemberian Tepung Tawar dengan Tarian Jepen, dilanjutkan jajar kehormatan.

Kegiatan Kunjungan Kerja Kapolda Kaltim bersama rombongan di Polres Bontang diawali dengan  paparan dari Kapolres Bontang mengenai situasi wilayah hukum Polres Bontang, situasi kesatuan, situasi personel, serta beberapa permasalahan yang telah berhasil diselesaikan oleh Polres Bontang dan jajaran.

Usai kegiatan, Kapolda Kaltim dan Ketua Bhayangkari melakukan tatap muka bersama Forkopimda, Tokoh Agama dan tokoh Masyarakat Kota Bontang di Hotel Equator.

Dalam Sambutannya Kapolda Kaltim mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Harkamtibmas. Antara lain menjaga Kota Bontang agar tetap aman dan nyaman.

Kapolda Kaltim juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bontang dan masyarakat yang selama ini telah membantu Polres Bontang khususnya dalam memelihara keamanan dan ketertiban sehingga situasi tetap aman dan nyaman.

Usai melaksanakan tatap muka bersama Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Bontang, Kapolda Kaltim bersama rombongan melanjutkan kegiatan bakti sosial pemberian bansos kepada buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan Nelayan di Pelabuhan umum Loktuan.  Sebanyak 1.000 paket sembako disalurkan untuk masyarakat Kota Bontang.

“Semoga dengan pembagian sembako ini bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya nelayan, TKBM, dan masyarakat pesisir Kota Bontang,” kata Kapolda.

Salam penyaluran bantuan ini didampingi Wali Kota Bontang Basri Rase, Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya, Dandim 0908 Bontang Letkol Inf Priyo Handoyo, dan Direktur Utama PT PKT Rahmad Pribadi.

Kegiatan juga dilaksanakan di seluruh kabupaten kota di Kalimantan Timur. Sebanyak 22 ribu paket sembako telah disalurkan.

Kapolda berharap Pemkot Bontang dan stakeholder terkait bisa juga turut membantu dan memperhatikan masyarakat terdampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Pihak ketiga juga diminta berpartisipasi.

“Saya dengar bulan Oktober, Pemkot juga menyalurkan BLT bagi masyarakat terdampak. Semoga bisa meringankan beban masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya mengatakan, pemberian sembako ini juga akan menyasar wilayah pesisir lainnya.  Sebelumnya pemberian sembako telah disalurkan kepada pedagang pentol keliling dan ojek online di Kota Bontang.

“Kami terus rutin memberikan bantuan sosial sembako kepada masyarakat Bontang. Baik itu kelompok Ojol, pedagang keliling, nelayan, TKBM, pemulung, dan masyarakat lainnya,” ucapnya.

”Kami beserta staf dan jajaran Polres Bontang  Kaltim juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda dan Ketua Bhayangkari Kaltim beserta Pejabat Utama Polda Kaltim yang berkenan mengunjungi Polres Bontang,” pungkas Kapolres. (mk)

Kantor Pos Bontang Buka Pengambilan BLT BBM hingga Akhir September

0

BONTANG – Penyaluran BLT BBM telah dilaksanakan di seluruh kelurahan di Kota Bontang. Tetapi masih ada beberapa masyarakat yang tidak datang ke lokasi pembagian dengan berbagai kendala.

Setelah kegiatan pembagian BLT BBM di seluruh kelurahan berakhir pada 21 September 2022, Kantor Pos Cabang Bontang akan terus membuka pengambilan dana bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang sebelumnya tidak dapat hadir pada saat pembagian di kelurahan masing-masing.

Masyarakat yang terdaftar sebagai penerima BLT BBM tetapi merasa belum mendapat dana bantuan, bisa langsung menghubungi kelurahan masing-masing atau bisa langsung datang ke Kantor Pos Cabang Bontang yang ada di Jl MT Haryono dengan membawa KTP dan surat pemberitahuan penerima.

Hamid Wahidin selaku Kepala Kantor Pos Cabang Bontang menyatakan, masih ada perpanjangan waktu sampai dengan akhir bulan ini. Nanti otomatis akan di hold cek tidak aktif.

“Warga penerima KPM masih ada waktu, kami biasanya memberikan info ke grup kelurahan” ujarnya.

Total alokasi dan BLT BBM seharusnya mencapai 5.978 penerima. Realisasinya sudah mencapai 5.721 KPM. Berarti  tersisa 258 KPM yang belum mendapatkan BLT tersebut. (sc)

Terkait Pelayanan RS Yabis, DPRD Bontang Gelar Rapat Dengar Pendapat

0

BONTANG – Komisi gabungan DPRD Bontang menggelar rapat terkait adanya keluhan masyarakat soal pelayanan di Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB), Senin (26/9/2022).

Rapat tersebut dihadiri oleh Direktur RS Yabis, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia Kota Bontang, Ikatan Dokter Indonesia Kota Bontang, Manajemen RSUD Taman Husada Bontang, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang.

Anggota Komisi I DPRD Bontang Abdul Haris mengatakan, Rapat dengar pendapat (RDP) ini dilakukan untuk mempertanyakan kejelasan seperti apa kronologi tindakan medis yang dilakukan pihak RS Yabis, terhadap salah satu pasien yang dinyatakan meninggal dunia lantaran di diagnosa Covid-19.

“Berita ini ramai di media sosial, yang katanya ada salah satu pasien meninggal karena di Covidkan. Sehingga, pihak keluarga merasa keberatan karena tidak ada rincian riwayat penyakit (komorbit) pasien,” ujarnya Abdul Haris saat rapat.

Anggota Komisi I DPRD Bontang Abdul Haris mengatakan, Rapat dengar pendapat (RDP) ini dilakukan untuk mempertanyakan kejelasan seperti apa kronologi tindakan medis yang dilakukan pihak RS Yabis

Ia pun meminta pihak rumah sakit memberi penjelasan terkait masalah ini, agar berita yang beredar tidak semakin simpang siur dan menimbulkan citra negatif terhadap RS Yabis.

“Kita tau RS Yabis ini salah satu rumah sakit kebanggaan masyarakat Bontang, maka perlu penjelasan seperti apa sebenarnya yang terjadi, bagaimana mekanisme pelayanan di RS Yabis ini agar berita yang beredar tidak semakin kemana-mana,” sambungnya.

Menanggapi itu, Direktur Utama RS Yabis Hari Prasetyo mengungkapkan seperti apa kronologis pasien saat tiba di rumah sakit. Dimana pada hari Selasa (13/9) sekitar pukul 09.40 WITA, pasien datang dengan keluhan sesak batuk dan pilek.

Dia (pasien) mengeluh sakit sesak sejak 5 hari, kata dia sesaknya sangat berat dan sudah berobat sebelumnya ke Puskesmas. Namun, tak kunjung sembuh dan sesaknya tambah berat.

“Pasien kemudian kami cek kesehatan dan ternyata ada riwayat sakit asma dan belum pernah vaksin,” ungkapnya.

Karena kondisi pasien terus menurun dengan saturasi hanya 82 persen, pihak rumah sakit pun membawa pasien ke ruang Instalasi Gawat Darurat atau IGD dan dipasangi selang oksigen untuk membantu memperlancar pernafasan.

“Biasanya dalam kondisi normal saturasi harusnya 92-100 persen. Karena sangat sesak kita masukan ruang isolasi UGD. Itu adalah ruang untuk kasus-kasus yang menular, dalam hal ini penyakit sesak kami kategorikan dalam ruang isolasi,” bebernya.

Lanjut hari menjelaskan, selama pasien di ruang UGD pihaknya telah melakukan penanganan medis dan sebagainya. Diantaranya melakukan pemeriksaan Rapid test, dan hasilnya, pasien positif Covid-19.

“Setelah pemeriksaan Rapid dan ternyata pasien positif Covid, kondisi pasien makin sesak saturasinya semakin turun jadi 72 persen,” terangnya.

Karena kondisi pasien semakin memburuk, pihak RS kemudian berinisiatif memindahkan pasien ke ruang ICU Isolasi. Namun, karena ruang ICU penuh pihak rumah sakit kemudian berinisiatif memindahkan pasien ke RSUD untuk mendapatkan perawatan insentif dengan peralatan yang lebih lengkap, sesuai persetujuan pihak keluarga. Namun lagi-lagi ruang isolasi RSUD juga penuh.

“Kami kemudian menghubungi Rumah Sakit PKT sekitar jam 11.00 WITA untuk dipindahkan ke sana, tapi belum ada konfirmasi dari RS PKT dan kondisi pasien terus menurun, sampe saturasi turun 31 persen. maka kami panggil keluarga terdekat dalam hal ini suaminya kami beri tahu kondisinya,” bebernya.

Kemudian di jam 12.55 WITA, pasien mengalami kejang-kejang dan urat nadi sudah tidak terasa. Pasien pun meninggal sekira pukul 13.10 WITA.

“Kami beri tahu keluarganya bahwa pasien sudah tidak tertolong. Dan Kami kemudian lapor Dinkes Bontang terkait pemulasaraan jenazah. Pukul 16.00 WITA dilakukan pemakaman jenazah,” tukasnya.

Hari pun merasa pelayanan yang dia lakukan sudah maksimal. Bahkan, sebelumnya tidak ada keluhan dari pihak keluarga.

“Pada saat itu keluarga tidak ada masalah dan berjalan tanpa konflik dan perselisihan. Dan kami merasa penanganan medis yang kami lakukan sudah sesuai standar rumah sakit pada umumnya,” tandasnya. (adv)