Beranda blog Halaman 1043

Personel Kodim 0908/Bontang Latihan Menembak

0
Prajurit Kodim 0908/Bontang berlatih menembak. (ist)

BONTANG – Kodim 0908/Bontang kembali menggelar latihan menembak (latbak) senjata ringan (jatri) laras panjang. Latihan pada triwulan l tahun 2023 itu, dilaksanakan di Lapangan Tembak Denarhanud Rudal 002/ABC, Kelurahan Gunung Elai, Rabu (8/3/2023).

Kapten Inf, Norkem selaku Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim 0908/Bontang juga sebagai koordinator latihan menembak mengungkapkan, latbak jatri merupakan salah satu program pembinaan latihan bidang operasi. Dilaksanakan setiap triwulan, untuk pembinaan prajurit Kodim 0908/Bontang secara terprogram dan terencana. Tujuannya untuk memelihara dan mengasah kemampuan prajurit dalam hal menembak.

“Kemampuan menembak merupakan salah kemampuan dasar prajurit yang harus dikuasai dan dipelihara, sehingga dapat tercapai prajurit yang profesional di bidangnya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sebelum melaksanakan latihan, terlebih dahulu diadakan apel pengecekan sekaligus penyampaian, bahwa latihan menembak merupakan program dari komando atas yang dijabarkan oleh satuan bawah ke dalam kalender latihan satuan.

“Dengan dilaksanakannya latihan menembak diharapkan, kemampuan menembak personel Kodim 0908/Bontang dapat terpelihara dengan baik,” ujarnya.

“Latihan akan dikatakan berhasil, bila dalam latihan itu tidak ada yang mengalami kecelakaan. Karena itu saya tekankan kepada seluruh peserta latihan, untuk selalu perhatikan faktor keamanan. Ikuti prosedur, mulai dari pengambilan senjata, amunisi, serta pergerakan di dalam lapangan tembak,” katanya. (Pendim Btg)

Basri: Buktikkan Bontang Laik Tuan Rumah Rakor Damkar Nasional!

0
Basri Rase, Wali Kota Bontang saat memberikan sambutan. (Syakurah)

BONTANG – Rapat Koordinasi (Rakor) Dinas  Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) se-Kalimantan Timur (Kaltim) dilaksanakan Rabu (8/3/23) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Rakor ini dibuka oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase dan dihadiri 10 dinas pemadam kebakaran seluruh kabupaten/kota yang ada di Kaltim.

Basri mengatakan, Bontang menjadi salah satu list kota yang direncanakan oleh pemerintah pusat, untuk dijadikan tuan rumah dalam rangka rakor tingkat nasional. Sebab itu ia berharap DPKP Bontang dapat membuktikan kepantasannya.

Rakor Damkar tingkat nasional rencananya berlangsung Maret 2024 mendatang. “Harus kita usahakan agar diadakan di Bontang, mari kita buktikan ke pemerintah pusat” harapnya.

Dilanjutkan, petugas damkar harus memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Petugas damkar tidak hanya bertugas untuk memadamkankan api, tapi juga membantu masyarakat.

“Damkar itu banyak bisanya, menangkap ular, buaya, dan setahu saya pekerjaan paling kecil yang dilakukan itu memotong cincin yang tidak bisa lepas dari jari, itu ada loh,” ungkap Basri.

Pemerintah kota juga sudah banyak melengkapi sarana di Damkar Bontang. Ia meyakini Bontang memilik SDM yang berkualitas, sehingga kelengkapan alat juga harus ditunjang.

“Kunci keberhasilan Damkar Bontang adalah memiliki peralatan yang lengkap, jadi pekerjaan Damkar tidak akan tertunda.” jelasnya. (adv/sya)

Banjir Rob dan Salah Arah Pengelolaan Kawasan

0
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Sejumlah warga terdampak banjir rob di Kelurahan Bontang Kuala sebanyak 800 warga, Kelurahan Tanjung Laut Indah sekitar 900 orang, Kelurahan Berbas Pantai sekitar 850 orang, dan Kelurahan Api-api sekitar 100 orang. Empat fasilitas pendidikan juga turut terendam. Diantaranya MAN Bontang, MTS Al-Ikhlas, SD Negeri 001 Bontang Utara, dan TK Negeri 3. (klikkaltim.com, 21/2/2023)

Banjir rob (Remaining On Board) Bontang hanya sebagian kecil dari wajah bopeng kapitalisme yang salah arah mengelola kawasan.

Pembangunan Kawasan Pesisir

Banjir rob terjadi akibat luapan air laut. Terjadinya air pasang di laut ini menahan aliran sungai yang seharusnya menuju ke laut. Namun karena tumpukan air sungai berlebih yang kemudian menyebabkan tanggul jebol akibat tak mampu menampung luapan air dan membuat air meluap ke daratan.

Banjir rob memang disebabkan faktor kombinasi antara naiknya permukaan laut akibat perubahan iklim dan penurunan muka tanah. Faktor lain yang berhubungan dengan aktivitas manusia adalah pembangunan infrastruktur yang melebihi daya dukung fondasi tanah dan pengambilan air tanah secara berlebihan. Jika penurunan tanah lunak ini terjadi di bibir pantai, akan terjadi rob seperti di Bontang Kuala.

Kondisi lahan pesisir tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini tidak semestinya menjadi pemukiman. Kawasan pesisir harus terjaga aspek lingkungan dan konservasinya sehingga tidak mudah menjadi lahan kritis.

Visi perikanan maritim semestinya dapat dimajukan. Aspek budidaya dan pengolahan hasil perikanan juga bisa menjadi bagian dari konsep yang potensial untuk pemanfaatan kawasan pesisir.

Tetapi realitas pengelolaan kawasan pesisir saat ini dalam kacamata kapitalisme. Maka akibatnya atas nama asas kemanfaatan ekonomi, kapitalisme merestui industrialisasi. Sehingga, krisis demi krisis pun marak terjadi dan lingkungan makin rusak.

Menjadi tabiat kapitalisme, yakni rakus dalam memanfaatkan suatu kawasan. Karakter materialistis kapitalisme telah gelap mata membuahkan pembangunan ekonomi berupa industrialisasi yang ugal-ugalan dan berakibat pada parahnya kerusakan lingkungan.

Bukan hanya karena pasang air dan tingginya curah hujan, banjir sebabnya karena pembukaan lahan oleh tambang, sawit, deforestasi, dan pemukiman. Rusaknya kapitalisme yang mengeksploitasi alam sehingga merusak lingkungan.

Kebijakan dan tata kelola pejabat saat ini wajar banjir berulang. Percuma jika hanya perkara teknis menangani banjir dalam keadaan tata ruang dan tata kelola SDAE yang masih materialis liberalis. Persoalan banjir termasuk dalam perkara sistemik ideologis tidak lagi teknis.

Banjir rob Bontang hanya sebagian kecil dari wajah bopeng kapitalisme yang salah arah mengelola kawasan. Masyarakat pesisir jadi gigit jari. Keahlian dan ekonomi kearifan lokal mereka dalam memanfaatkan potensi pesisir teramputasi, dan terpaksa menjadi bagian kawasan industri kapitalisme karena ketiadaan visi ideologis yang sahih.

Visi dalam Sistem Islam

Hal yang berbeda dengan sistem Islam. Allah Taala berfirman dalam QS Al-A’raf [7]: 96, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Islam mengajarkan untuk mengelola suatu kawasan berdasarkan potensinya agar terjaga dari kerusakan, sehingga tidak ada lahan kritis sehingga yang menyebabkan rob. Tidak perlu memaksakan kondisi lahan pesisir yang tidak bisa digunakan sebagai kawasan industri ataupun permukiman, walaupun kawasan pantai potensial untuk menjadi pelabuhan.

Seperti dalam sejarah masa kesultanan Islam di kawasan Pantura Jateng adalah kawasan perdagangan dan pelabuhan, bahkan menjadi bagian dari pertahanan militer angkatan laut sebagaimana kisah Ratu Kalinyamat maupun Kesultanan Demak yang saat itu mampu mengirimkan pasukan untuk menghadapi Portugis di Malaka.

Hal ini menunjukkan potensi kawasan pesisir saat itu bervisi jihad. Tetapi, saat ini pesisir telah bergeser menjadi kawasan industri dan pemukiman padat tanpa menyisakan visi politik.

Maka itu, penting adanya visi ideologi Islam untuk pembangunan kawasan pesisir sehingga potensinya tidak hanya demi kemanfaatan ekonomi melainkan dapat menjadi aset masa depan generasi berikutnya. Visi ini tidak terwujud dalam konteks kapitalisme yang selalu sarat eksploitasi.

Islam Mengatasi Banjir

Islam memberikan solusi untuk mengatasi kerusakan lingkungan dengan fokus pada akar masalah penyebab segala kurusakan lingkungan. Islam akan menghentikan tata kelola SDAE liberalistik dengan mengembalikannya kepada tata kelola SDAE Islam.

Islam melarang kepemilikan SDAE dikuasai oleh individu, swasta, atau asing. SDAE dalam Islam kepemilikan umum akan dikuasai oleh negara untuk kesejahteraan umat. Islam memiliki kebijakan canggih dan efisien untuk mengatasi banjir dan genangan. Kebijakan tersebut mencakup sebelum, ketika, dan pascabanjir.

Pertama, banjir karena keterbatasan daya tampung tanah terhadap curahan air, maka akan dibangun bendungan yang bisa menampung curahan air dari aliran sungai, curah hujan, dan lain sebagainya.

Islam akan memetakan daerah rendah yang rawan genangan air dan melarang membangun di sana atau jika dana cukup maka akan dibangun kanal-kanal baru atau resapan agar air yang mengalir di daerah tersebut bisa dialihkan alirannya, atau bisa diserap oleh tanah secara maksimal. Dengan cara ini, maka daerah-daerah dataran rendah bisa terhindar dari banjir atau genangan.

Adapun daerah pemukiman yang awalnya aman dari banjir dan genangan, namun sebab tertentu terjadi penurunan tanah sehingga terkena genangan atau banjir, maka akan ditangani genangan tersebut. Jika tidak memungkinkan, maka akan dievakuasi penduduknya, dipindahkan ke daerah lain dengan memberikan kompensasi.

Secara berkala, akan dikeruk lumpur di sungai atau daerah aliran air agar tidak terjadi pendangkalan. Akan dilakukan penjagaan ketat kebersihan sungai, danau, dan kanal dengan cara memberikan sanksi bagi siapa saja yang mengotori atau mencemarinya. Dan juga akan dibangun sumur resapan di kawasan tertentu yang sewaktu-waktu juga bisa digunakan untuk kemarau.

Kedua, dalam aspek undang-undang dan kebijakan, akan dibuat kebijakan pembukaan pemukiman dengan menyertakan variabel-variabel drainase, penyediaan daerah serapan air, penggunaan tanah berdasarkan karakteristik tanah dan topografinya. Dengan kebijakan ini, Islam mampu mencegah kemungkinan banjir atau genangan.

Islam menetapkan daerah-daerah tertentu sebagai daerah cagar alam yang harus dilindungi. Ditapkan juga kawasan hutan lindung dan kawasan buffer yang tidak boleh dimanfaatkan kecuali dengan izin.

Dalam menangani korban bencana alam Islam akan bertindak cepat dengan melibatkan warga terdekat. Akan did ediakan tenda, makanan, pakaian, dan pengobatan. Selain itu, akan dikerahkan para alim ulama untuk memberikan taushiyyah bagi korban agar mereka mengambil pelajaran sekaligus menguatkan keimanan mereka agar tetap tabah, sabar, dan tawakal.

Demikianlah kebijakan penguasa Islam mengatasi banjir. Kebijakan tersebut tentu berbeda dengan sekarang yang pandangannya kapitalis sehingga SDA dibabat tanpa peduli aturan Ilahi.

Wallahu’alam.

30 Peserta Berlatih Komposisi Musik dan Lagu

0
Penyajian materi komposisi lagu menggunakan software dan hardware musik digital. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang mengadakan Pelatihan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengkomposisi karya musik dan lagu, Selasa (7/3/2023). Kegiatan ini bekerjasama dengan Studio Taman Musik yang bertempat di Jalan Gendang I, Kelurahan Bontang Baru.

Kegiatan ini berupa pelatihan bagaimana membuat sebuah lagu, mengaransemen, hingga memproduksinya menjadi sebuah lagu yang layak disajikan ke telinga penikmat musik. Menggunakan piranti-piranti musik digital, baik software mauapun hardware.

Pelatihan berlangsung selama 3 hari sejak Selasa hingga Kamis (7-9/3/2023). Diikuti sebanyak 30 peserta yang terbagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 peserta. Setiap harinya peserta belajar sejak pukul 09.00 wita hingga pukul 15.00 wita.

Ruslan, salahsatu instruktur di Studio Taman Musik menjelaskan, di materi membuat lagu peserta diajarkan bagaimana mengkomposisi lagu dan bagan-bagan aransemen sebuah lagu.

Sementara untuk materi produksi lagu, peserta diajarkan bagaimana mengaransemen lagu menggunakan software ataupun hardware musik digital.

“Kemampuan yang harus dimiliki peserta minimal bisa memainkan chord-chord dasar alat musik. Kalau vokalis setidaknya nyanyinya tidak fals,” ujarnya.

Sementara itu, Kadispopar Ahmad Aznem melalui Staf Jabatan Fungsional Adyatama Kepariwisataan & Ekraf, M Deddy Arianto mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya peningkatan kapasitas SDM pariwisata & Ekraf tingkat dasar dari Dispopar Bontang. Merupakan komitmen Pemkot Bontang pada sub sektor ekonomi kreatif musik.

“Anak-anak muda Kota Bontang potensial, produktif, dan berkreasi baik SDM dan prasaarananya. Dispopar tangkap peluang ini untuk dikembangkan. Agar jadi SDM yang memiliki karya-karya musik yang berkualitas nantinya,” ujar Dedy.

Pelatihan ini akan memberi panduan bagi kreator musik tingkat pemula, agar bisa membuat karya yang berkualitas. Diikuti pelaku ekonomi kreatif musik tingkat pelajar dan umum. (adv/al)

Tahun Ini Bontang Jadi Tuan Rumah TTG Tingkat Provinsi

0
Kepala Bidang Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Andi Nur Fatmawati. (Syakurah, Radarbontang.com)

BONTANG – Bontang terpilih menjadi tuan rumah untuk menggelar Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat provinsi tahun 2023 ini.

Hal itu diungkapkan Andi Nur Fatmawati, Kepala Bidang Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang saat ditemui awak media, Selasa (7/3/23).

TTG merupakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tidak merusak lingkungan, dapat dimanfaatkan dan dipelihara oleh masyarakat dengan mudah, serta meningkatkan nilai tambah dalam aspek ekonomi dan lingkungan.

Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) merupakan lembaga kemasyarakatan yang memberikan pelayanan teknis, informasi dan orientasi berbagai jenis TTG. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Bontang, yaitu pariwisata maju, UMKM bangkit.

Bontang menjadi tuan rumah karena pada tahun 2022 lalu, Bontang menjadi juara pertama untuk lomba TTG di Provinsi Kalimantan Timur. Bahkan berhasil maju ke tingkat nasional di Sumedang.

“10 kabupaten/kota se-Kaltim nanti akan hadir semua ke sini, membawa alat dari masing-masing daerah,” jelasnya.

Ditanya soal kesiapan Kota Bontang sendiri, Fatmawati menuturkan, bahwa persiapan Kota Bontang sudah melakukan koordinasi ke provinsi dan ditetapkan SK Gubernur terkait lokus tuan rumah gelar TTG tingkat provinsi.

“Dari provinsi sudah survei lokasi pelaksanaan. Ditetapkan di Stadion Bessai Berinta (Lang-lang) dan akan dilaksanakan pada Bulan Mei mendatang,” Lanjutnya. (sya)

IRT di Loktuan Tipu 11 Korban, Iming-iming Jadi Honorer

0
Tersangka ditahan di Mapolres Bontang. (ist)

BONTANG – Seorang warga Loktuan berinisial MA (31) diamankan pihak kepolisian. MA dilaporkan lantaran melakukan tindak pidana penipuan kepada rekannya sendiri.

Modus yang dilakukan oleh MA adalah dengan bujuk rayu korbannya. Menjanjikan korban pekerjaan sebagai honorer, hingga bekerja di perusahaan.

Sebanyak 11 korban berhasil dikibuli MA. Aksinya itu sudah dilakukannya sejak Januari 2023 lalu.

“Korban diminta bayar uang dari Rp 1 juta sampai Rp 12 juta,” ungkap Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Reskrim, Iptu Yohanes Bonar Adiguna.

Dikatakan Iptu Bonar, MA beralasan menggunakan uang hasil menipu korban untuk membeli seragam kepada korbannya. Tapi selang sebulan, korban merasa curiga, lantaran panggilan kerja tak kunjung datang.

“Tersangka mengaku terpaksa melakukan aksi penipuan, lantaran terlilit utang. Saat ini kami masih mendalami, kemungkinan bertambahnya korban, dan kerugian yang ditimbulkan akibat perbuatannya,” beber Iptu Bonar.

Tersangka kini sudah ditahan di Mapolres Bontang. Akibat perbuatannya MA dijerat dengan pasal 378 atau 372 Junto 65 KUHPidana Tentang Penipuan dan Penggelapan. Dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (rls)

Apresiasi Kinerja Pupuk Kaltim, KSP Moeldoko Tekankan Pentingnya Ketersediaan Pupuk Bagi Ketahanan Pangan

0

BONTANG – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko, S.I.P. dukung kesinambungan peran PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terhadap penguatan ketahanan pangan nasional, melalui penyediaan pupuk berkualitas secara memadai bagi petani di Indonesia. Hal ini ditegaskan Moeldoko disela kunjungannya ke Pupuk Kaltim, Jumat (3/3/2023).

Diungkapkannya, ketahanan pangan merupakan salah satu fokus perhatian Presiden Joko Widodo dalam menghadapi isu global terkait krisis pangan, dimana Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi guna menjamin ketercukupan pangan dalam negeri, sekaligus memberikan kontribusi terhadap kebutuhan pangan dunia. Maka dari itu, ketersediaan pupuk sangat berpengaruh terhadap produktivitas hasil pertanian dan juga pendapatan petani dalam mencapai kesejahteraan.

“Makanya sektor pupuk memiliki implikasi luar biasa terhadap ketahanan pangan yang digalakkan Pemerintah. Sebab tanpa ada kecukupan pupuk, maka pendapatan petani pun akan terpengaruh bahkan menurun. Hal itu akan menyebabkan munculnya kemiskinan baru yang ujungnya berpengaruh pada indeks pembangunan manusia,” terang Moeldoko.

Dirinya menilai, ketersediaan dan ketepatan waktu distribusi pupuk untuk tanaman pertanian menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Untuk itu, Pupuk Kaltim diimbau dapat terus meningkatkan performa dan penguatan kapasitas bisnis dalam mendukung terpenuhinya kebutuhan pupuk dalam negeri, agar mampu meningkatkan kontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia.

Meski dihadapkan pada beragam tantangan seperti kondisi geopolitik yang mempengaruhi harga hingga pasokan gas untuk bahan baku, diharap Moeldoko tidak menyurutkan upaya Pupuk Kaltim untuk terus menjaga kinerja, demi memenuhi ketersediaan pasokan pupuk di daerah. “Tantangan itu perlu ada, dan harus dihadapi agar kita memiliki daya tahan kuat untuk menjadi pemenang. Begitu juga jika berbicara pupuk, adalah sesuatu yang tidak dapat ditunda karena menyangkut kebutuhan pangan rakyat Indonesia,” kata Moeldoko.

Menurut Moeldoko, seiring tingginya kebutuhan beras untuk pangan dalam negeri yang mencapai 2,5 juta ton perbulan, maka Pemerintah secara kontinyu terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian agar lebih optimal. Termasuk diversifikasi pertanian agar masyarakat tidak terus bergantung pada komoditas padi, tapi bisa dikembangkan pada produktivitas lainnya seperti jagung. Seluruh upaya tersebut tentunya harus didukung ketersediaan pupuk memadai, agar petani mampu meningkatkan kapasitas produksi dengan lebih signifikan.

“Kebutuhan pangan bukan sekadar berbicara komoditas, tapi juga persoalan politik jika tidak dikelola dengan baik. Untuk itu kami sangat mengapresiasi kinerja Pupuk Kaltim selama ini, dan berharap dapat terus menjalankan amanah dalam memenuhi ketersediaan pupuk bagi petani secara cepat dan tepat. Agar ketahanan pangan terus terjaga,” tambah Moeldoko.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi, menyambut optimis dukungan Kantor Staf Kepresidenan terhadap penguatan sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dikatakan Rahmad, Pupuk Kaltim berkomitmen untuk senantiasa memastikan stok pupuk aman dan tersedia bagi para petani di seluruh wilayah Indonesia.

Salah satunya diwujudkan dengan memastikan operational excellence dijalankan dengan baik dan optimal, agar dapat memenuhi produksi dan stok sesuai target yang ditetapkan Pupuk Indonesia dan Kementerian. Pupuk Kaltim pun menjamin ketersediaan gudang yang memadai di berbagai wilayah, dengan melibatkan sejumlah pihak agar mampu mengatur ketersediaan stok.

“Saat ini Pupuk Kaltim memiliki 137 gudang di Kalimantan, Sulawesi, NTB, Surabaya, Semarang, Medan, Dumai dan NTT. Sehingga para petani, kios maupun distributor di seluruh wilayah distribusi perusahaan dapat lebih mudah untuk mengambil stok di gudang terdekat,” ujar Rahmad.

Selain itu Pupuk Kaltim juga menggagas program Agrosolution, untuk membantu petani mencapai kesejahteraan sekaligus meningkatkan produktivitas komoditas pertanian secara terintegrasi melalui pola pemberdayaan. Program ini pun terbukti mampu mendongkrak hasil produksi berbagai komoditas pertanian, dan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan petani.

“Agrosolution salah satu langkah Pupuk Kaltim meningkatkan peran dalam menjaga ketahanan pangan, sekaligus mendorong optimalisasi sektor pertanian Indonesia melalui produk berkualitas. Program ini akan terus dikembangkan, dengan melibatkan rantai pasok dan didukung teknologi berbasis 3P untuk mendorong budidaya pertanian berkelanjutan,” lanjut Rahmad.

Selanjutnya Pupuk Kaltim juga menyasar berbagai pengembangan, diantaranya pembangunan pabrik baru di Papua Barat yang saat ini masuk sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini upaya Pupuk Kaltim bersama Pupuk Indonesia Grup meningkatkan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri, sekaligus meningkatkan daya saing untuk menjadi pemain utama industri petrokimia di Asia Pasifik.

“Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus meningkatkan peran dalam menjaga ketahanan pangan dengan memastikan ketersediaan pupuk secara memadai, disamping pengembangan berbagai inovasi program guna mendorong kesejahteraan petani di Indonesia,” pungkas Rahmad. (adv)

Agar Tepat Sasaran, Bhabinkamtibmas Guntung Awasi Distribusi BLT UMKM

0
Penyaluran BLT UMKM di Kelurahan Guntung. (ist)

BONTANG – Guna memastikan bantuan tepat sasaran, Bhabinkamtibmas Kelurahan Guntung, Briptu Hardiansyah ikut mengawasi distribusi Bantuan Langsung Tunai UMKM (BLT – UMKM) dari Disperindagkop, Senin (6/3/2023).

Penyaluran BLT – UMKM ini dilakukan di Kelurahan Guntung melalui Bank BPD Kaltimtara. Sedangkan untuk warga penerima sebanyak 388 orang, dimana setiap warga mendapat uang tunai sebesar Rp 600 ribu rupiah.

Pemberian BLT ini merupakan program pemerintah untuk pelaku UMKM. Dibuktikan melalui surat dari Dinas Koperasi dan UMKMP, yaitu surat Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), bahwa yang bersangkutan bukan ASN atau militer, serta tidak menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Bontang Utara, Iptu Trisudiantoro mengatakan, “Pengawasan penyaluran BLT diawasi dengan tujuan tepat sasaran, dan agar tidak diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya

Iptu Trisudiantoro pun berpesan, agar warga penerima BLT UMKM menggunakan dana yang diperoleh sebaik-baiknya, untuk tambahan modal usaha sebagaimana mestinya.

“Gunakan dengan baik dana ini untuk mengembangkan usaha,” tutupnya. (hms)

Pembukaan MTQ Bontang Utara, Basri: Tambah Bonus Pemenang!

0
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat membuka MTQ ke-18 tingkat Kecamatan Bontang Utara. (ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase berharap agar pelaksanaan MTQ tidak hanya sekedar seremoni, tapi juga harus dimaknai agar masyarakat Bontang Utara dapat menjadi masyarakat yang Qurani.

Hal itu disampaikan Basri Rase saat menghadiri pembukaan MTQ ke-18 tingkat Kecamatan Bontang Utara di arena Bontang Mangrove Park, Senin (6/3/2023).

“Saya harap masyarakat Bontang Utara dapat menjadi masyarakat tangguh yang taat kepada Allah SWT, serta melahirkan qori dan qoriyah yang mampu berprestasi sampai ke tingkat provinsi bahkan nasional,” harap Basri.

Basri pun menyampaikan, bahwa LPTQ selalu melakukan berbagai pembenahan, khususnya di beberapa kategori seperti kategori tunanetra, kaligrafi, dan sebagainya.

“Semoga melalui MTQ ini, Bontang akan melahirkan kafilah yang berprestasi di berbagai bidang termasuk bidang kaligrafi,” imbuhnya.

Ia juga ingin agar hadiah yang diterima para pemenang dapat ditambahkan. Agar para qori dan qoriyah dapat lebih semangat dalam berlatih.

“Kalau bonus di olahraga dan lain-lain cukup besar, maka saya harap di bidang keagamaan pun diberikan cukup besar. Karena mereka inilah yang juga membantu menyiarkan agama Islam,” terangnya. (adv/al)

Upacara Bendera SDN 003 Bontang Utara Dipimpin Peltu Humam

0
Upacara bendera SDN 003 Bontang Utara. (ist)

BONTANG – Babinsa Kelurahan Bontang Baru, Peltu Humam menjadi Inspektur Upacara (Irup) Bendera di SDN 003 Bontang Utara, Kelurahan Bontang Baru, Senin (6/3/2023).

Dalam amanatnya, Peltu Humam mengingatkan seluruh siswa-siswi SDN 003 Bontang Utara, agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta membiasakan hidup disiplin sesuai nilai-nilai dari pelaksanaan upacara.

Kemudian, menekankan seluruh siswa-siswi untuk selalu patuh dan taat kepada guru dan orang tua, serta mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik.

Di akhir amanatnya, juga berpesan kepada siswa-siswi untuk selalu disiplin, menjaga kebersihan/kesehatan, dan mematuhi tata tertib sekolah.

“Upacara Bendera adalah kegiatan yang wajib dilakukan oleh setiap sekolah setiap Senin. Menjadi instrumen atau alat yang cukup efektif, untuk menumbuh kembangkan nilai-nilai sopan santun, disiplin serta karakter anak didik,” ujar babinsa.

“Kegiatan ini juga bertujuan agar siswa belajar bersosialisasi dengan lingkungan, menumbuhkan semangat kebersamaan, membangun sikap tenggang rasa dan belajar bertanggung jawab,” tutup Peltu Humam. (Pendim Btg)