BONTANG – Wali Kota Bontang diwakili Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Ahmad Aznem, membuka secara resmi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) V, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) Cabang Samarinda, Senin (1/8/2022) siang di Gedung Dispopar Bontang.
Dalam sambutannya, Kepala Dispopar Ahmad Aznem mengucapkan selamat atas terselenggaranya Porseni kelima tersebut. “Saya atas nama pribadi, dan Pemerintah Kota Bontang mengucapkan selamat datang kepada para peserta Porseni V HMB Cabang Samarinda,” ujarnya.
“Saya menyambut gembira, serta mengucapan selamat atas terselenggaranya Porseni tahun ini. Walau Kota Bontang masih dalam zona Covid-19 yang belum usai, namun tidak mengurangi semangat kita untuk melaksanakan kegiatan positif ini,” lanjutnya.
Porseni ini dinilai sangat penting bagi perkembangan olahraga di Kota Bontang. Khususnya bagi para mahasiswa sebagai motivasi untuk berprestasi. Juga salah satu wahana untuk mengevaluasi prestasi yang dicapai oleh atlet dan pelatih di kalangan mahasiswa.
Diharapkan dengan Porseni ini dapat menjadi barometer keberhasilan pembinaan olahraga di universitas, untuk mencapai prestasi setinggi-tingginya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi Porseni tingkat nasional. (kmf)
Komisioner KPU Kota Bontang, Musdalifah. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)
BONTANG– Komisioner KPU Kota Bontang divisi teknis penyelenggaraan, Musdalifah menjelaskan, partai politik saat ini semua harus mendaftar melalui aplikasi di Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) terpusat di KPU RI yang dilaksanakan mulai 1 hingga 14 Agustus 2022. Sementara di Bontang sendiri ada 21 partai politik yang terdata memiliki perwakilan pengurus partai atau keterwakilan partai dari pusat.
“Kita baru ada 21 partai yang memiliki kantor di Bontang. Ini bukan yang mendaftar. Ini yang memiliki akun aktivasi Sipol di KPU RI,” jelas Musdalifah kepada Mediakaltim.com, Senin (1/8/2022).
Dari data yang didapat dari KPU RI, hingga 1 Agustus 2022, sebanyak 9 parpol telah mendaftar terpusat ke KPU RI.
“Ada 9 parpol yang telah mendaftar hingga hari ini (1/8/2022). Ini sudah melakukan pendaftaran di KPU. Jadi memang domain pendaftaran parpol di ranah KPU RI bukan di KPU kabupaten/kota,” kata Musdalifah.
Verifikasi administrasi, lanjut Musdalifah juga dilakukan oleh KPU RI. Di mana KPU Kabupaten/kota hanya melakukan klarifikasi temuan verifikasi administrasi dari KPU RI. Jadi komunikasi KPU RI ke KPU tingkat kota menggunakan aplikasi Sipol.
“Di (tingkat) kota untuk verifikasi faktualnya, ini yang hanya menjadi kewenangan KPU kota. Jadi kita hanya melakukan verifikasi faktual. Itu pun setelah ada instruksi dari KPU RI melalui aplikasi Sipol,” papar Musdalifah.
Selain itu, dari 21 parpol perwakilan yang terdata di Bontang, Musdalifah masih belum dapat memastikan apakah semuanya telah mendaftar di KPU RI.
“Dari perwakilan 21 parpol, belum semua mendaftar, karena hingga kini masih 9 Parpol pusat yang mendaftar di KPU RI,” kata Musdalifah.
Dari verifikasi faktual yang dilakukan, Musdalifah mengatakan Ketua, Sekretaris dan Bendahara harus hadir pada saat dilakukan verifikasi faktual, memperhatikan keterwakilan perempuan dan domisili kantor tetap parpol.
“Memperhatikan keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen dan memeriksa domisili parpol,” pungkas Musdalifah.
Pendaftaran Partai Politik di KPU RI akan dilaksanakan hingga 14 Agustus 2022 yang dilaksanakan dengan menggunakan Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). Untuk penetapan parpol peserta pemilu akan ditetapkan pada 14 Desember 2022. (yah)
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) makin gencar mengenalkan keunggulan NPK Pelangi JOS sebagai produk terbaru dalam mendorong sektor pertanian Indonesia, pada beragam komoditas di berbagai daerah. Setelah komoditas padi, sawi, dan kentang, efektivitas NPK Pelangi JOS turut diuji coba pada komoditas bawang merah di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, dengan kenaikan hasil rata-rata mencapai 24 persen per Hektare (ha).
VP Marketing Business Partner Korporasi PKT, Indah Febrianty, mengatakan dari hasil Demonstration Plot (Demplot) kali ini didapati hasil panen bawang merah sebesar 10,5 ton/ha dari sebelumnya 8,5 ton/ha dengan masa tanam selama 70 hari. Selain itu, bobot umbi dengan daun segar juga mengalami peningkatan, yang awalnya sekitar 16,9 kg naik menjadi 20,8 kg.
“Hasil demplot ini semakin membuktikan kualitas NPK Pelangi JOS sangat cocok mendorong produktivitas tanaman hortikultura maupun pangan pada karakter lahan yang berbeda,” ujar Indah, saat panen demplot bawang merah di Desa Songan, Minggu (24/7/2022).
Dijelaskannya, NPK Pelangi JOS sebagai gabungan pupuk kimia dan hayati pertama di Indonesia, telah diperkaya dengan mikroba unggul yang berfungsi untuk menambat nitrogen, melarutkan fosfat dan mendorong hormon pertumbuhan. Keunggulan ini mampu menjadikan tanah makin kaya akan nutrisi tanpa harus kehilangan daya dukung lahan, sehingga petani lebih efisien dalam pemakaian.
“Melalui NPK Pelangi JOS, kami mendorong petani dapat menjalankan praktik sustainable agriculture. Dimana pupuk ini tak hanya memiliki unsur NPK, tapi juga agen hayati yang berfungsi memperkaya sifat biologis tanah tetap lestari, sehingga lahan terjaga untuk musim tanam selanjutnya,” terang Indah.
Beberapa daerah yang telah melaksanakan uji coba demplot pun membuktikan efektivitas NPK Pelangi JOS, dengan peningkatan hasil panen pada berbagai komoditas dengan rata-rata peningkatan hasil mencapai 15-50 persen dari sebelumnya dengan dosis 70 hingga 100 persen.
“Untuk itu kami harap para petani tidak perlu ragu akan kualitas NPK Pelangi JOS. Jika diaplikasikan dengan perlakuan serta dosis yang tepat, unsur hara akan cepat terurai dan tersedia bagi tanaman sehingga tidak menjadi residu dalam tanah,” tambah Indah.
Petani bawang merah Desa Songan, Wayan Roby Sugiarta, mengatakan setelah melihat hasil demplot, pihaknya sangat merekomendasikan penggunaan NPK Pelangi JOS, untuk mendorong peningkatan hasil bawang merah. Selain umbi yang lebih besar, tanaman juga makin tinggi dengan daun yang lebih hijau, sehingga batang bawang pun lebih kokoh dibanding perlakuan petani.
“Dilihat langsung pun bisa diketahui jika kualitas tanaman lebih baik dari sebelumnya, dimana umbi yang dihasilkan sangat besar dan lebih merah,” kata Wayan.
Dirinya pun menyebut akan tetap menggunakan NPK Pelangi JOS, agar hasil dan kualitas bawang merah dapat dicapai dengan lebih optimal. Keberhasilan demplot ini pun diyakini akan menjadi dorongan bagi petani setempat, untuk mulai menggunakan produk terbaru dari PKT ini. “Karena NPK Pelangi JOS terbukti mampu mendorong produktivitas bawang dengan hasil panen yang lebih maksimal,” pungkas Wayan.(adv)
BONTANG – Menjamurnya pembangunan menara telekomunikasi sebagai kebutuhan untuk melayani konsumen, menjadi perhatian serius Komisi III DPRD Kota Bontang. Saat ini, Komisi III kembali membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penataan dan Pembangunan Menara Telekomunikasi, setelah sebelumnya sempat terhenti.
Pembahasan terakhir raperda ini dilakukan pada 2021. Kemudian tahun 2022 ini baru dilanjutkan kembali lantaran harus disesuaikan dengan aturan yang lebih tinggi. Termasuk menunggu raperda persetujuan bangunan gedung. Karena di dalamnya berkaitan dengan pajak dan retribusi.
“Sebelumnya pernah diatur dalam Perda Nomor 5 tahun 2016. Tapi isinya sudah banyak yang tidak relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Sehingga raperda ini disiapkan sebagai alternatif pengganti,” kata Wakil Ketua Komisi III, Abdul Malik.
Pesatnya perkembangan teknologi saat ini, menuntut pula istilah-istilah siber terkini untuk dimasukkan dalam naskah akademik raperda. Termasuk mengatur tentang tata letak menara, dan zonasi-zonasi wilayah. Namun yang tak kalah penting, yakni pengaturan besaran pajak dan retribusi sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Saat ini, regulasi tersebut masih terus digodok Komisi III bersama Tim Asistensi Raperda Pemkot Bontang secara berkelanjutan. Harapannya sebelum 31 Desember 2022, raperda ini bisa rampung bersamaan dengan raperda lainnya.
Diketahui, setidaknya hingga saat ini sudah ada 119 menara yang terbangun di wilayah Kota Bontang. Dengan hadirnya jaringan 5G saat ini, besar kemungkinan penambahan pembangunan menara telekomunikasi bakal terus terjadi. (adv/mk)
BONTANG – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Bontang, Ronny Widiyatmoko mengatakan bahwa pemberitaan terkait adanya kekerasan yang menimpa seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana (napi) di Lapas Bontang adalah tidak benar.
“Kami telah menyelidiki kasus ini sesuai peraturan yang berlaku dan terungkap bahwa tidak benar ada petugas yang memukuli WBP, ” jelas Ronny.
Sebelumnya, beredar berita di media sosial dan media online berjudul “Penyiksaan dan kekerasan tahanan kepada tahanan lain dengan pengaruh minuman keras di Lapas Bontang”.
Terkait berita tersebut, telah dilakukan pertemuan keluarga dengan WBP terkait (S). Hasilnya, adanya dugaan pemukulan difasilitasi oleh petugas dan WBP dalam pengaruh minuman keras seperti yang diberitakan di media sosial tersebut tidak dapat dibuktikan.
Setelah diselidiki, kabar tersebut sengaja dihembuskan oleh S terkait untuk menarik perhatian keluarga agar membayarkan utangnya.
“Memang benar utang itu ada, tapi kekerasan yang dilakukan petugas tidak ada. Adapun utang dimaksud adalah utang S terhadap WBP lain,” tegasnya.
Selain itu, Ronny juga menjelaskan bahwa tidak ada petugas yang melakukan pembiaran/menyuruh WBP lain memukuli S. Begitu juga terkait dugaan adanya penyiksaan dan kekerasan WBP terhadap WBP lain, juga tidak benar.
“Dugaan penyiksaan dan kekerasan WBP kepada WBP lain dengan pengaruh minuman keras di Lapas Bontang terbukti tidak benar dan sampai saat ini tidak ditemukan,” tegasnya lagi.
Pada kesempatan tersebut, Ronny mengatakan bahwa dalam pembinaan terhadap narapidana, pihaknya senantiasa mengedepankan 3 kunci Pemasyarakatan + 1 yakni deteksi dini gangguan kamtib, berantas narkoba, sinergi dengan aparat penegak hukum serta Back to Basics. (rls)
BONTANG – Menjelang Pemilu 2024, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bontang, Raking, mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bontang untuk saling meningkatkan sinerginya, terutama dalam hal sinkronisasi data.
Sejauh ini, kata Raking, pihaknya mengapresiasi kinerja keduanya yang telah mempersiapkan sejak dini pemutakhiran dan sinkronisasi data secara berkelanjutan setiap bulan untuk mempermudah penyusunan data pemilih. Dirinya berharap, Data Pemilih Tetap (DPT) di Pemilu 2024 mendatang bisa akurat.
“Pertemuan semacam ini akan kami buat secara berkelanjutan. Kami juga minta sosialisasi tentang kepemiluan terus digalakkan guna meningkatkan partisipasi pemilih di 2024 mendatang,” ujar Raking.
Politisi Berkarya itu juga meminta dua lembaga tersebut untuk memaksimalkan data pemilih pemula. Soal keterbatasan anggaran yang kerap dialami DIsducapil dalam melakukan jemput bola perekaman KTP elektronik, baik ke lembaga pendidikan, daerah pesisir, termasuk terbatasnya alat rekam KTP elektronik. Pihaknya bakal mendorong aspirasi tersebut ke pimpinan Komisi I dan DPRD Bontang, agar ke depan dapat mengalokasikan dana untuk operasional tersebut.
Hingga Juni 2022, data pemilih berkelanjutan terdata sebanyak 120.539 orang. Tersebar di Kecamatan Bontang Utara sebanyak 54.500 orang, Kecamatan Bontang Selatan sebanyak 45.859 orang, dan Kecamatan Bontang Barat sebanyak 20.180 orang.
Data itu lebih rendah jika dibandingkan dengan Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwali) 2021 yang berjumlah 121.694 orang. Sebab belum termasuk daftar pemilih pemula. Disdukcapil memprediksi, ada 10.742 pemilih pemula yang akan masuk dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) menjelang Pemilu 14 Februari 2024.
Peningkatan itu merujuk data usia penduduk per Juni 2022. 4.962 orang di antaranya telah merekam KTP-el, sementara 5.780 orang lainnya belum memiliki KTP-el. (adv/mk)
Panggung pementasan wayang kulit di GOR PKT sudah berdiri dua hari sebelum pelaksanaan.
BONTANG – Pecinta wayang kulit dan para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bontang harus kecewa. Ini menyusul dibatalkannya pementasan ‘Wayang Kulit dengan Lakon Semar Boyong’ yang seharusnya digelar Sabtu (30/7) malam di halaman parkir GOR PKT.
Pengumuman penundaan dari penyelenggara, juga baru disampaikan Sabtu (30/7) menjelang pementasan, melalui laman media sosial (medsos) dan spanduk di tempat acara.
‘Mohon maaf pagelaran wayang kulit lakon semar boyong ditunda. Karena ada sesuatu dan lain hal, kami mohon maaf atas ketidaknyaman ini’. Demikian bunyi pengumuman penundaaan acara Wayang Kulit di GOR PKT yang tersebar melalui whatsapp (WA) grup.
Kabar dibatalkannya pagelaran wayang, lantaran tidak dikeluarkannya izin keramaian dari Polres Bontang menindaklanjuti instruksi Polda Kaltim untuk pembatasan kegiatan masyarakat, menyusul meningkatnya kasus Covid 19 di Kota Bontang. Terlebih saat ini Kota Taman masuk dalam zona merah.
Namun, dari pantuan media ini, dalam beberapa hari ini, masih banyak kegiatan digelar di berbagai sudut kota dengan mengundang massa cukup besar. Tim Gugus Covid Kota Bontang saat ini juga belum mengeluarkan kebijakan atau surat edaran tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.
Spanduk permohonan maaf penundaan wayang kulit.
Kontan saja penundaan ini mengundang kekecewaan dari warga Bontang dan UMKM yang sudah menyiapkan jualannya sejak beberapa hari lalu untuk mengais rezeki di lokasi pementasan wayang.
Apalagi, kabarnya dalang bersama tim wayang sudah berada di Kota Taman sejak dua hari lalu untuk mempersiapkan pementasannya, Sabtu (30/87) malam ini. Panggung pementasan juga sudah didirikan di GOR PKT sejak dua hari lalu. Stan-stan UMKM juga sudah berdiri di lokasi acara.
“Kita warga Jawa berduka. Kesenian wayang batal digelar hari ini. Yang kasihan lai, UMKM, sudah belanja, sudah masak, terus piye ngene (terus bagaimana) ini,” tutur Sugito, salah satu warga Jawa, dalam postingannya di salah satu grup WA.
Anggota DPRD Bontang Sumaryono menimpali, penundaan terkesan sangat mendadak. Padahal para UMKM yang berjualan ini, modalnya ada yang cari pinjaman. “Setelah jualan, biasanya baru dibayar. Tapi kalau tidak jadi ada pementasan UMKM lagi yang rugi. Harusnya UMKM dibina dengan kegiatan-kegiatan. Ini malah dihambat,” sebutnya.
Hal senada disampaikan Tokoh Muda Jawa Teguh Suharjono. Ia mengatakan, penundaan memang sangat mengagetkan. “Banyak warga Jawa yang sudah terlanjur senang dengan digelarnya wayang oleh PKT. Kecewa itu pasti Pak, bisa dibayangkan kabar dibatalkannya kami dengar pada injury time. Ya terpaksa harus menerima keputusan meskipun sangat kecewa. Kami berharap Bontang segera zona hijau agar acara apapun bisa kembali digelar,” bebernya.
Terpisah, Kasat Intel Polres Bontang AKP Sumardi menjelaskan, izin keramaian memang tidak dikeluarkan Polres Bontang karena adanya instruksi dari Polda Kaltim untuk membatasi kegiatan masyarakat yang mengundang massa dalam jumlah besar.
“Ini karena Bontang sudah masuk zona merah, sehingga tidak dikeluarkan izin keramaian untuk menggelar acara skala besar. Ini sifatnya sementara, sambil melihat situasi ke depan,” bebernya.
Ia pun memahami apa yang dialami UMKM yang sudah mempersiapkan dagangannya. “Kami juga senang ekonomi kembali menggeliat dan ini juga bukan kemauan kami. Tugas kami, bagaimana kasus covid tidak naik lagi,” pungkasnya. (darman/mk)
BONTANG – Tahun ini, Komisi I DPRD Kota Bontang ditarget bisa merampungkan tiga rancangan peraturan daerah (raperda) sebelum 31 Desember 2022.
Ketiga raperda itu yakni Penanggulangan Kemiskinan dan Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga yang merupakan inisiatif DPRD, serta Raperda Fasiitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba yang merupakan inisiatif Pemkot Bontang.
“Sementara ini kami masih terus membahas raperda narkoba. Untuk dua raperda lainnya masih kami tunda dulu. Sebab masih menunggu kesiapan tim asistensi dari pemkot. Mereka masih mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” kata Ketua Komisi I, Muslimin.
Pihaknya menargetkan, pekan kedua Agustus pembahasan dua raperda tersebut bisa dimulai, dan rampung sebelum dari waktu yang telah ditetapkan.
Anggota Komisi I, Abdul Haris menambahkan, pihaknya optimistis pembahasan ketiga raperda yang diamanahkan ke Komisi I bisa selesai. Meski terkesan terjadi keterlambatan pembahasan, kata dia, namun di luar forum rapat komunikasi antar kedua lembaga perumus raperda ini terus terjalin baik.
“Keduanya (komisi I dan tim asistensi) harus sama persepsinya. Kami memaklumi juga keterbatasan SDM bagian hukum pemkot sehingga terkadang belum maksimal,” ucap Haris.
Diketahui, draf naskah akademik Raperda Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga bertujuan memberikan kepastian hukum yang sistematis, terpadu, dan berkesinambungan terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan program yang tepat sasaran.
Adapun raperda peredaran narkotika, bertujuan mewujudkan Bontang bebas peredaran barang haram tersebut. Apalagi diketahui saat ini, kasus peredarannya sangat tinggi, sehingga butuh penanganan yang serius dan sistematis.
Terakhir, raperda penanggulangan kemiskinan, bertujuan untuk memberikan peta jalan (road map) bagi pemerintah dalam menekan dan menuntaskan masalah kemiskinan warga Bontang. (adv/mk)
Petugas Disdamkartan saat mengamankan peralatan memasak yang terbakar. (Istimewa)
BONTANG– Warga RT 29 Kelurahan Telihan, Sabtu (30/7/2022) malam, dikagetkan dengan munculnya asap di salah satu rumah warga. Setelah ditelusuri, diketahui api berasal dari rumah seorang warga yang tengah memasak ikan. Cilakanya, sang pemilik rumah pergi sebentar dalam kondisi kompor menyala. Alhasil ikan yang dimasaknya gosong hingga menimbulkan asap cukup pekat.
Untungnya sebelum api menjalar ke tempat lain, warga sekitar sigap langsung memadamkan api. “Orang sedang masak ikan ditinggal, rumah terus dikunci. Ikan gosong, memunculkan kepulan asap di dalam rumah,” ungkap Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, saat dihubungi mediakaltim.com.
Berdasar laporan ketua RT 29 Kelurahan Telihan, lanjut Amiluddin, insiden kebakaran alat masak berlangsung sekitar pukul 19.15 Wita.
Sesuai standar penanganan kebakaran, anggotanya tetap mendatangi lokasi kejadian. Begitu tiba, warga berhasil memadamkan peralatan masak yang terbakar. “Sampai lokasi padam dan aman terkendali,” pungkas Amiluddin. (yah)
BONTANG – Untuk mendukung Kota Bontang yang layak huni dan berkelanjutan, Wakil Wali Kota Bontang Najirah menghadiri sekaligus meresmikan Kampung Ekspresi serta Perpustakaan Cerdas Berilmu, Minggu (31/7/2022) di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Belimbing.
Kegiatan itu turut dihadiri Camat Bontang Barat Anwar Sadat, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Retno Febriaryanti, dan perwakilan DPRD Kota Bontang.
Lurah Belimbing Dwi Andriyani mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu implementasi dari visi misi Kota Taman. “Dalan rangka mewujudkan visi misi Bontang sebagai Kota Layak Huni, hari ini kita membuka kembali pelayanan Perpustakaan Kelurahan,” ucapnya.
Perpustakaan Kelurahan Belimbing yang diberi nama Perpustakaan Cerdas Berilmu ini, berlokasi di BPU Kelurahan Belimbing RT 31 BTN PKT. Tempat tersebut dipilih dengan mempertimbangkan aspek lokasi yang mudah diakses oleh masyarakat.
“Kalau perpustakaan idealnya ada di tengah-tengah warga. Jadi kita pilih RT 31. Selain letak yang cukup strategis juga sebagai pusat berkumpul masyarakat,” ujarnya.
Di sekitar perpustakaan juga disulap menjadi pusat kegiatan kreasi bagi warganya dengan konsep Kampung Ekspresi. “Di Kelurahan Belimbing ini banyak kampung tematik, di sini yang kita tonjolkan adalah lukisan 3 dimensi, hiasan lampion, kemudian sara pertemuan dan nanti ada dana stimulan di situ untuk urban farming. Harapannya sebagai tempat menyalurkan bakat. Kita juga sediakan sarana berupa spot swafoto. Semoga bisa jadi tempat berkumpul warga,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Bontang Najirah dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Kelurahan Belimbing atas diresmikannya Kampung Ekspresi dan Perpustakaan Kelurahan. “Saya pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Bontang mengungkapkan terima kasih dan apresiasi. Ini adalah bagian kegiatan yang bisa menjalin sinergi dengan program-program pemerintah kedepannya,” ujar Najirah.
Selain itu ia berpesan, agar semua pihak yang terlibat untuk dapat berperan mengubah citra perpustakaan menjadi tempat yang lebih hidup dan mampu menjadi sarana sosial bagi masyarakat.
“Saya berpesan, agar kita semua dapat mengubah citra perpustakaan. Perpustakaan tidak hanya tempat membaca buku, tetapi sebuah lembaga yang hidup dan memiliki peran yang penting di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan juga dirangkai dengan lomba mewarnai bagi para siswa siswi PAUD di wilayah Kelurahan Belimbing. Perpustakaan Cerdas Ilmu sudah dilengkapi dengan akses Wifi gratis dan terbuka untuk umum. Rencananya perpustakaan mulai beroperasi awal Agustus mendatang dengan jam operasional mulai pukul 8 pagi hingga 4 sore. (kmf_rose)