Beranda blog Halaman 1103

Tim Kemenhan Kunjungi Pabrik Peledak di Bontang

0

BONTANG – Tim monitoring dan evaluasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mengunjungi lokasi pembangunan pabrik peledak di kawasan industri PT Kaltim Industrial Estate (KIE) Bontang, Sabtu (11/6/2022).

Tim monev bahan peledak dipimpin Laksamana Pertama TNI Sri Yanto sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Sesditjen Pothan) Kemenhan. Turut mendampingi Dandim 0908/BTG Letkol Arh Choirul Huda beserta jajarannya.

Sejumlah lokasi didatangi dalam kunjungan ini. Antara lain PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI), PT Dahana, hingga PT Black Bear Resources Indonesia (BBRI). Sebelum melakukan plant tour, rombongan terlebih dahulu rapat dan mendengar presentasi dari direktur utama PT KNI.

Dari hasil kunjungan, Kemenhan berharap, adanya fasilitas dari pembangunan pabrik ini, Bontang dapat memproduksi bahan peledak secara mandiri. Mulai dari bahan baku, hingga menjadi bahan peledak komersial, sehingga tidak perlu lagi melakukan impor.

“Pembangunan pabrik ini akan menjadi katalisator bagi tumbuh dan kembangnya industri turunannya. Baik untuk sektor bahan peledak komersial, maupun pertahanan, serta kemandirian alutsista nasional,” kata Dandim.

Turut hadir dalam rombongan Kolonel Czi Lim Nurohim sebagai Kasubdit Perizinan Dit Tekindhan Ditjen Pothan Kemenhan, Kolonel Arm Deny Azhar Rizaldi selaku Paban D-4 Dit D Baiz TNI, Sri Sulastiyani sebagai Kasi Perizinan Produksi Subdit Perizinan Dit Tekindhan, serta Duden Denis Arpan sebagai pengelola perizinan Subdit Perizinan Dit Tekindhan. (pendim btg)

Dukung Kesehatan Anak, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Dampingi Pelaksanaan BIAN

0

BONTANG – Bhabinkamtibmas Desa Gas Alam Polsek Muara Badak Brigpol Andi Marsyaldi bersama babinsa melaksanakan monitoring dan pendampingan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) berupa imunisasi Rubella atau Campak untuk anak usia 8 bulan hingga 12 tahun di SDN 06, SDN 09, dan SDN 16 Desa Gas Alam Kecamatan Muara Badak, Sabtu (11/6/2022).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Puskesmas Kecamatan Muara Badak bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara. Brigpol Andi Marsyaldi  mengatakan, keberadaannya bersama babinsa tersebut selain untuk menjaga keamanan dan ketertiban imunisasi, juga memberikan imbauan kepada siswa-siswa SD yang hadir agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Selain melakukan pengamanan kami juga memberikan semangat kepada seluruh peserta anak didik sekolah agar berani diimunisasi. Selain itu kehadiran bhabin bersama babinsa diharapkan mampu menghilangkan rasa takut bagi para anak peserta didik sekolah terhadap jarum suntik,” jelasnya

Terpisah Kapolsek Muara Badak Iptu Joshimata JS Manggala S.T.K. S.I.K mengatakan kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam pemeliharaan kesehatan bagi anak dan balita sekaligus sebagai cermin para orang tua dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan bagi anak agar mereka dapat tumbuh sehat.

“Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian tugas kewilayahan yang harus dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Dengan kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa pelaksanaan imunisasi mampu membawa pengaruh terhadap moril para siswa agar para siswa tidak merasa takut terhadap suntikan imunisasi, para siswa malah akan jadi lebih berani karena didorong semangatnya,” ujarnya.

Kapolsek Muara Badak  juga berharap kepada anak-anak dan orang tua bisa mengerti tentang manfaat imunisasi Rubela dan Campak bagi anak-anak, khususnya anak usia 7-13 tahun sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan sehat. (hms)

Polsek Bontang Selatan Ringkus Pelaku Pencurian di Bontang Lestari

0

BONTANG – Pemuda pengangguran berinisial ES (22) harus mendekam di penjara usai ditangkap Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan karena melakukan tindak pidana pencurian di workshop PT Marga Dinamik Perkasa (MDP) di Jalan Urip Sumoharjo RT 12 Sigendis Kelurahan Bontang Lestari Kecamatan Bontang Selatan.

ES yang berdomisili di Jalan Poros Bontang-Sanggata, Desa Suka Rahmat Kecamatan Teluk pandan Kabupaten Kutai Timur ditangkap di Jalan Urip Sumoharjo RT 12 Sigendis Kelurahan Bontang Lestari, Sabtu (11/6/2022 ) sekira pukul 20.00 Wita.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kapolsek Bontang Selatan Iptu Abdul Khoiri membenarkan telah mengamankan seorang pelaku pencurian. Kapolsek menjelaskan, pencurian terjadi pada Sabtu (11/6/2022) sekira pukul 17.00 Wita.

Korban melaporkan ke Polsek Bontang Selatan ada pencurian di workshop PT MDP di Jalan Urip Sumoharjo. Dilaporkan ada orang tidak dikenal masuk workshop dan mengambil 2 ban truck beserta velg-nya.  Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp 10 juta.

”Pelaku melakukan aksinya sendirian dengan cara diam-diam dengan memanfaatkan kelengahan penjaga (wakar) dari workshop tersebut,  namun aksinya gagal setelah diketahui oleh pemilik workshop,” terangnya, Minggu (12/6/2022).

Dari tangan pelaku polisi mengamankan barang bukti satu unit mobil jenis Toyota Calya KT 1653 DQ dan dua ban truk beserta velg. “Saat ini pelaku dan barang bukti sudah kami amankan di Polsek Bontang Selatan. Pelaku kami kenakan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkasnya. (rls)

Pensiunan Karyawan PKT Meninggal saat Salat Subuh Berjamaah di Masjid Fathul Khoir

0

BONTANG – H Nonot Sulistiyo Budi S, pensiunan karyawan PT Pupuk Kaltim (PKT) meninggal dunia saat melaksanakan Salat Subuh berjamaah di Masjid Fathul Khoir Perum Bukit Sekatup Damai (BSD), Gunung Elai, Bontang Utara, Kota Bontang, Minggu (12/6/2022).

Meninggalnya korban ketika menjalankan ibadah salat wajib ini tentu saja mengejutkan jamaah. Detik-detik meninggalnya korban, saat mulai terjatuh di rakaat pertama terekam kamera CCTV Masjid Fathul Khoir yang diterima Mediakaltim.com. Diduga korban meninggal karena serangan jantung mendadak.

“Ini pertama kalinya di Masjid Fathul Khoir ini ada jamaah yang meninggal ketika sedang salat berjamaah. Semoga amal ibadah Almarhum diterima Allah SWT dan diampuni khilaf dosanya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan ketabahan. Aamiin,” ungkap Yosse Yasman, salah satu Takmir Masjid Fathul Khoir, Minggu (12/6/2022).

Yosse menjelaskan, dilihat dari rekaman CCTV, kejadian itu bermula di pukul 04.47 Wita. Saat rakaat pertama, korban yang berada di saf pertama, sudah terlihat bergoyang badannya. “Untungnya ada jamaah di sebelahnya yang menahannya, sehingga tidak langsung jatuh ke lantai. Terlihat beberapa jamaah langsung membopong korban ke belakang untuk memberikan pertolongan,” tutur Yosse sambil memperlihatkan rekaman CCTV di Masjid Fathul Khoir.

“Nah, saya sendiri masbuk di rakaat kedua. Baru menuju saf, saya diberi kode untuk ikut membantu memberi pertolongan kepada korban. Saya langsung pastikan kondisi korban dengan menekan jempol kaki sekuat tenaga. Saya juga cubit kupingnya sekuat-kuatnya. Tapi tetap tidak ada respons. Supaya tidak ada kokosongan, sambil melakukan pertolongan, kami bacakan kalimat tauhid,”  sambungnya.

H Nonot Sulistiyo Budi S, pensiunan karyawan PKT (kanan) meninggal dunia saat melaksanakan Salat Subuh berjamaah di Masjid Fathul Khoir Perum BSD, Minggu (12/6).

Setelah menunaikan Salat Subuh, tampak dokter terlihat langsung berlari ke belakang bersama beberapa jamaah lainnya untuk ikut membantu korban. “Langsung ditangani dokter, dengan melihat matanya. Sepertinya dokter meyakini masih ada nafasnya. Ada jamaah kami yang juga langsung mengambil alat oksigen. Kebetulan rumahnya dekat masjid,” tuturnya.

Korban langsung diberikan bantuan oksigen, sambil menunggu datangnya kendaraan Ambulance Rumah Sakit Pupuk Kaltim. “Setelah dibawa ke Rumah Sakit, korban dinyatakan meninggal dunia pukul 06.05 Wita,” ucapnya.

Soal identitas dan dugaan meninggalnya korban, Yosse mengatakan, Nonot Sulistiyo Budi tercatat tinggal di Jalan Rinjani Perum BSD Kota Bontang dan baru dua bulan menjalani masa pensiun sebagai karyawan PKT.  “Kami dapat informasi dari dokter dugaannya meninggalnya korban karena serangan jantung,” tuturnya.

Korban sebenarnya rencananya Kamis (16/6) akan berangkat menyusul istri dan anaknya ke Jawa. “Sudah beli tiket hari Kamis, tapi masih menunggu anaknya kelas 1 SMA YPK yang baru menyelesaikan ujian. Tapi takdir berkata lain,” ucapnya.  Rencananya jenazah akan dikebumikan menunggu istri dan anaknya dari Jawa. “Pesawatnya jam 10.45. Kemungkinan jam 2 siang baru tiba di Bontang,” pungkasnya. (rin/mk)

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh MEDIA KALTIM (@media_kaltim)

Tilang Pakai Kamera HP Diterapkan, Ratusan Pelanggar Terjaring di Bontang

0

BONTANG – Polres Bontang semakin masif memberlakukan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dengan menggunakan kamera handphone (HP).

Tilang ETLE melalui aplikasi Go-Sigap ini, petugas cukup melakukan tangkapan gambar bila menemukan pelanggaran kasat mata yang ditemui saat patroli.

Seperti pengendara tidak menggunakan helm, kendaraan tidak pakai spion, melanggar rambu lalu lintas hingga tidak menggunakan nomor polisi atau TNKB sesuai aturan.

Kasat Lantas Polres Bontang AKP Edy Haruna mengakui personel Polantas sudah ditugaskan rutin setiap hari untuk patroli merekam pelanggaran lalu lintas yang ditemui di sepanjang jalan.

Petugas menyisir jalan-jalan utama, seperti Jalan Bhayangkara, Jalan Brigjen Katamso, Jalan MT Haryono, Jalan Cipto Mangkunsumo (eks Jalan Pupuk Raya), Jalan A Yani, Jalan Soedirman hingga Tugu Selamat Datang Bontang.

“Ada delapan petugas Satlantas yang kami tugaskan. Jadi, bila ditemukan pelanggaran, mereka langsung merekam dan melakukan tangkapan gambar dengan kamera handphone. Ini sudah kita terapkan sejak awal tahun 2022 dan sudah ada 100-an pelanggar terjaring,” beber Edy Haruna, kepada media ini, Kamis (9/6). “Semua personel Polantas Bontang bisa menggunakan aplikasi ELTE Mobile. Hanya saja setiap hari yang kita tugaskan 8 petugas ini,” sambungnya.

“Petugas menggunakan empat kendaraan untuk memantau pelanggara. Ada dua mobil dan dua motor dilengkapi kamera. Di sepanjang jalan mereka melakukan perekaman atau melakukan tangkapan gambar atas pelanggaran kasat mata,” sebutnya.

Pelanggaran kasat mata yang dimaksud, seperti pengendara tidak menggunakan helm, motornya tidak pakai spion, tidak gunakan plat kendaraan sesuai aturan, parkir di median jalan, atau melanggar rambu-rambu lalulintas, dengan menerobos lampu merah.

“Lewat aplikasi Go-Sigap, petugas akan mengirimkan gambar pelanggarannya itu secara otomatis diterima operator ETLE dengan backup di Kantor Polres. Selanjutnya, petugas akan mencocokan dengan data server yang ada sesuai dengan nomor STNK-nya. Selanjutnya kami akan layangkan surat konfirmasi kepada pelanggar sesuai dengan alamat yang tertera dalam STNK dan diberi waktu selama 8 hari,” bebernya.

Menurutnya, bila tidak konfirmasi dari pemilik kendaraan dalam 8 hari tersebut, otomatis pelanggar akan mengetahui kesalahannya saat melakukan pembayaran pajak kendaraan di Kantor Samsat. “Kami akan serahkan ke Samsat untuk pemblokiran STNK sampai diselesaikan pembayarannya,” pungkasnya. (ahr/mk)

Dasuki: Semua OPD Terlibat dalam Membangun SPBE

0

BONTANG – Untuk mewujudkan komitmen penerapan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) di Kota Bontang, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang menggelar rapat koordinasi SPBE pada Kamis (9/6/2022) siang di ruang rapat Diskominfo.

Rakor diselenggarakan menyusul hasil Rakor SPBE se-Kalimantan Timur, yang telah terselenggara pada 24-25 Mei 2022 di Balikpapan. Plt Diskominfo Dasuki yang memimpin rakor menegaskan kesempatan itu adalah momentum bagi semua pihak untuk bersama meningkatkan kesadaran akan urgensi penerapan SPBE di lingkungan pemerintahan Kota Taman.

Dalam paparannya, Dasuki menuturkan pada hasil evaluasi SPBE tahun 2021, Kota Bontang mengalami banyak kemunduran. “Di Rakor SPBE se-Kaltim kemarin, Bontang banyak kelemahannya. Nanti kita bisa lihat data, kaitannya dengan capaian SPBE kita yang anjlok,” ungkapnya.

Tercatat pada tahun 2021 status evaluasi SPBE Bontang berada di angka 2,11. Capaian tersebut mengalami penurunan dari tahun 2020 yakni di angka 3,28. Menurut Dasuki yang juga sebagai Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bontang, hal ini buntut dari belum terbentuknya kesadaran dan kerja sama antar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kita ini melihatnya hanya berbasis elektronik (baca: dari singkatan SPBE), padahal disini adalah sistem pemerintahannya yang kita bangun. Kalau dulu manual, sekarang mengarah ke elektronik. Kalau sistem pemerintahannya yang kita bangun, maka semua OPD terlibat,” tegasnya.

Jika integrasi dan komitmen antar instansi sudah terjalin, Dasuki optimistis capaian SPBE Kota Bontang tahun 2022 ini dapat meningkat dan menyentuh angka 2,5.

Tata kelola pemerintah yang masih silau dalam penerapan SPBE katanya, berdampak pada tidak terintegrasinya sistem aplikasi milik instansi pemerintah maupun lembaga dan berakibat pada pemborosan anggaran. Dengan integrasi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi.

Oleh karena itu, Dasuki mendorong terjadinya akselerasi penerapan SPBE di setiap instansi. Nantinya, implementasi SPBE yang terpadu juga akan berpengaruh besar terhadap birokrasi dan sektor pelayanan publik yang berkinerja tinggi untuk masyarakat. (kmf/rose)

Launching Bapak Hebat, Bapenda Gandeng Bank Kaltimtara Permudah Pembayaran Pajak

0

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang bekerjasama dengan Bank Kaltimtara meluncurkan aplikasi agen pajak “Bapak Hebat”, Kamis (9/6/2022). Bapak Hebat erupakan akronim dari “Bayar Pajak Handal, Efektif, Bersinergi, Akurat dan Terintegrasi.

Saat launching hadir Wali Kota Bontang Basri Rase, Wakil Wali Kota Najirah, Forkopimda, perwakilan Direktur Bank Kaltimtara serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Nasruddin, perwakilan Bank Kaltimtara menjelaskan Bapak Hebat merupakan inovasi dengan memanfaatkan peran agen pajak untuk menggunakan aplikasi  pembayaran pajak melalui digitalisasi.

“Hal ini adalah upaya optimalisasi pemasukan keuangan daerah dengan kerjasama memanfaatkan aplikasi agen Bank Kaltimtara,” ucap Nasruddin.

Dalam laporannya, Kepala Bapenda Rafidah menjelaskan terdapat 499 ketua RT yang akan menjadi agen pajak. “Sementara ini, melalui aplikasi agen pajak milik Bank Kaltimtara sudah dapat membayar PBB dan retribusi sampah,” terangnya.

“Bagi ketua RT atau agen pajak kami akan sediakan reward berupa satu unit sepeda motor jika dapat mengumpulkan pembayaran PBB hingga 90 persen dari masyarakat di lingkungannya,” imbuhnya.

Sementara, Wali Kota Basri mengapresiasi adanya terobosan baru tersebut sebagai bentuk langkah cerdas mengoptimalkan pemasukan daerah.

“Terima kasih kepada Bapak-Bapak RT yang telah bersedia menjadi agen pajak. Saya harap agen pajak juga mampu memberikan edukasi sekaligus kontrol bagi para wajib pajak di lingkungannya,” pungkas Basri. (kmf/lusy)